I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
22. Bermalam di Alam Liar


__ADS_3

Kepergianku dari Rilet membuatku terasa sedikit kesepian.


Maksudku, meskipun aku berdiam diri di kamar penginapan setidaknya terdapat suara orang berdiskusi atau berjualan di luar atau dari ruang restoran penginapan.


Tapi, sekarang semua terasa sepi dan tak hidup.


Yah, memang terdapat banyak suara kicauan burung atau raungan binatang dari lingkungan sekitar namun tetap saja itu tak bisa dihitung sebagai pelepas kesepian.


Apa aku terlalu terikat dengan Gisele dan Rilet sampai merasa galau seperti ini?


Padahal baru setengah hari semenjak aku melewati gerbang Rilet untuk pergi.


Meskipun baru setengah hari berkat Gravito Flight Sphere aku sudah hampir setengah jalan menuju kota terdekat dari Rilet, Rosel.


Kalau tak salah Gustav mengatakan Rosel merupakan wilayah kekuasan keluarga Gozet, keluarga bangsawan berpangkat Viscount I yang dikabarkan sebentar lagi akan naik menjadi Count V.


Gustav juga berkata bahwa kepala keluarga Gozet, Rachiel von Gozet dulunya hanya berasal dari keluarga ksatria—yang berarti keluarga semi-bangsawan—tetapi entah bagaimana dia berhasil memanjat tangga bangsawan dalam kecepatan mengerikan.


Rumor mengatakan Rachiel sangat menyukai pertarungan dan saat muda, dia selalu membantai musuh ketika terdapat perang, baik itu melawan kerajaan lain atau gempuran monster dalam skala besar.


Rachiel juga seseorang yang amat keras kepala dan sombong sehingga dia sering memerkan kekuatan serta kekayaannya kepada bangsawan lain.


Gustav menyarankanku untuk berhati-hati dan tak terlibat dengan Rachiel ataupun keluarga Gozet.


Yah, asalkan dia tak memulai duluan aku tidak akan mencari masalah.


Kalau dia memulai gara-gara denganku lebih dulu maka aku tak akan segan membalas.


Aku punya kekuatan dan aku tak takut untuk menggunakannya, bahkan jika itu melawan keluarga kerajaan sekalipun.


Lagipula, aku yang sekarang sudah tak memiliki hubungan lagi dengan keluarga Ardenheim—secara resmi—jadi, aku tidak khawatir Gustav dan lainnya terkena batunya kalau aku mendapat perhatian dari bangsawan.


"Ups, matahari sudah mulai terbenam."


Aku menapakkan kakiku di tanah begitu menyadari langit berubah warna menjadi merah kejinggaan.


Meski aku punya skill yang dapat membuatku bergerak bebas di malam hari namun aku tetap membutuhkan istirahat, walau secara fisik aku sama sekali tak lelah mengingat Kinesis pada dasarnya menggunakan energi kinetik dan potensial di sekitar.


Tapi, menjaga konsentrasi untuk memanipulasi elemen Kinesis juga tidak mudah.


Aku bisa menyerahkan tugas mengerahkan Gravitokinesis kepada pikiranku satunya, Multi Mind, tetapi aku ingin sekalian melatih kontrol Kinesis-ku secara pribadi.

__ADS_1


Multi Mind (2) ; dapat membagi tugas sederhana hingga rumit dengan pikiran lain. Hanya terbuka sampai pikiran kedua.


Yep, keren, 'kan?


Dengan skill ini aku bisa menjalankan multi task tanpa perlu terlalu membebani konsentrasiku.


Ingat bagaimana aku menghajar para sentinel idiot beberapa hari lalu? Terutama ketika dua orang mengepungku dari depan dan belakang?


Benar, aku menggunakan skill ini untuk mengaktifkan Aerokinesis dan menghempaskan sentinel di belakang sementara pikiran utamaku berhadapan dengan sentinel berkelas Rogue—mungkin—menggunakan pedang.


Skill yang amat berguna, bukan?


Multi Mind juga dapat membantuku mempelajari sihir agar proses pemikiranku lebih lancar, lalu ditambah Eternal Wisdom .... Hahaha, mimpiku makin meluas!


Baik, mari sudahi monolog khayalanku ini.


Waktunya memasang kemah sebelum matahari benar-benar tenggelam.


Aku mengeluarkan sebuah miniatur kabin kayu seukuran genggaman tangan dari Spatial Storage dan melemparnya ke tempat luas.


Beberapa detik berselang miniatur kabin kayu tersebut mulai membesar secara perlahan hingga akhirnya menjadi kabin kayu yang sesungguhnya.


Tapi, ada satu masalah ....


Ya, atap kabin kayu tersebut menjadi pondasi di tanah sementara bagian pondasi serta lantainya menjadi atap.


Anehnya, kabin ini sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda akan hancur meski posisinya sangat abnormal.


Pada akhirnya aku membalik posisi kabin tersebut menjadi seperti yang seharusnya menggunakan Telekinesis dari Kinesis.


".... Hebat sekali tidak ada perabotan yang berantakan ke sana kemari setelah kejadian gila barusan," kataku mendesah begitu memasuki interior kabin.


Kesampingkan pemandangan aneh barusan, kabin kayu ini adalah benda ajaib—atau dalam bahasa dunia ini adalah alat sihir—yang kubuat menggunakan Authority of Author.


Kabin kayu portabel kalau perlu kusebutkan namanya.


Meski eksteriornya adalah kabin kayu namun interior kabin ini sangat modern. Bahkan banyak peralatan listrik di sini—yang entah bagaimana akan bekerja.


Mungkin menyerap Mana di sekitar? Ide yang cemerlang.


Omong-omong, mengingat aku berada di alam liar ada baiknya jika aku mempunyai rekan yang bisa berjaga saat tidur.

__ADS_1


"Kalau begitu ...." Aku mengarahkan tangan ke lantai dan bergumam. "Beast Summon : Cerberus."


Lingkaran sihir berwarna ungu gelap dengan berbagai pola tercipta di lantai dan memunculkan sesosok makhluk berbentuk anjing berkepala tiga berbulu hitam.


"Oh, skill ini sungguh bekerja." Aku mengangguk puas memandang anjing berkepala tingga setinggi dua meter tersebut.


Beast Summon (1) ; dapat memanggil monster jinak tertentu dari dimensi lain. Hanya bisa satu monster yang dapat dipanggil dalam satu waktu.


Yep, skill ini sangat berguna untuk saat-saat seperti ini.


Aku sendiri tidak begitu membutuhkan kekuatan tambahan dari monster, tapi kasus sekarang adalah pengecualian.


Cerberus mempunyai tiga kepala dan tiga kesadaran, ditambah tiga hidung. Itu artinya kewaspadaan monster ini sangat luar biasa dan dapat dimanfaatkan untuk anjing penjaga.


Aku melangkah mendekat dan mengelus salah satu kepala Cerberus. "Tugasmu adalah menjaga rumah ini semalaman dari ancaman monster atau orang yang berniat jahat."


"Bisakah kamu melakukan itu?"


"Warf!"


"Anak pintar." Aku menepuk ketiga kepala Cerberus sebelum dia keluar dari kabin melalui pintu.


.... Oh, badanmu terlalu besar untuk melewati pintu kecil itu, ya?


Maaf, aku yang bodoh karena memanggilmu di dalam rumah.


Pada akhirnya aku memulangkan dia ke dimensi asal dan memanggil Cerberus kembali di luar.


Sebagai penambah motivasi aku memberi Cerberus segunung camilan anjing dari toples camilan tak terbatas dan dia dengan senang hati melahap semuanya seakan sedang pesta—tidak, haruskah aku menyebutnya 'mereka'? Kesadaran anjing ini ada tiga sih.


Hmm? Ah, toples camilan tak terbatas ini bukan hanya tidak akan bisa habis tetapi jenis camilannya juga dapat kuganti sesuai keinginanku.


Benda praktis yang hebat, bukan?


Kemampuan Authority of Author memang di luar segala nalar.


Setelah memastikan situasi keamanan aku memasuki kabin dan bersiap untuk makan malam.


Tidak, kali ini aku tak membeli makanan dari fitur belanja di superphone. Aku akan memasak sendiri.


Kalau soal bahan masakan aku sudah membelinya dari superphone sejak lama dan tersimpan baik di Spatial Storage.

__ADS_1


Berbekal skill Cooking level 4 dari Fain asli, aku pun mulai memasak makan malam dan hasilnya tidak buruk, tetapi jauh lebih baik dari masakanku saat masih hidup di bumi.


Mungkin ini karena Cooking berlevel empat?


__ADS_2