
Keesokan harinya setelah membuatkan sarapan bergizi bagi Risa dan anak-anak panti, aku pergi menuju serikat sentinel cabang Rosel sesuai arahan Risa.
"Wah, benar-benar sepi, ya." Aku bergumam memandang interior gedung serikat.
Maksudku, jika bukan karena beberapa pegawai serikat mungkin akan mengira tempat ini adalah gedung yang ditinggalkan saking sepinya.
"Ah, ada pengunjung?" Pegawai serikat di konter resepsionis bereaksi begitu melihatku. "Apa kamu mau memasang permintaan pada serikat sentinel?"
Yah, penampilanku memang tak terlihat seperti seorang sentinel terlepas dari pedang di pinggang. Kurasa tidak perlu heran mengapa dia bereaksi demikian.
"Tidak, aku kemari untuk mengerjakan permintaan." Aku mendekat dan menunjukkan kartu sentinelku. "Apa ada permintaan pembasmian monster yang bisa kukerjakan?"
"Sentinel, huh?" Dia mengambil kartuku dan segera melotot. "Merah?! Sentinel merah di usia semuda ini?!"
"Catatan pembasmian monster ... 752 Goblin ... 240 Orc ... 178 Ogre ... 82 Troll ...." Tangan resepsionis mulai bergemetar.
Dan begitulah bagaimana kegaduhan ringan terjadi di serikat sentinel cabang Rosel—meski hanya di sekitar pegawai serikat.
Apa ini? Aku merasakan deja vu yang teramat kuat.
Hmm, kelihatannya si resepsionis mengambil kartuku dan mengajak pegawai serikat lainnya berdiskusi diam-diam.
Kedengarannya mereka ingin mendiskusikan apakah kartuku asli atau tidak—pendengaranku sudah ditingkatkan melalui darah naga, sih.
Kesampingkan mereka, lebih baik aku melihat-lihat papan permintaan saja.
Tapi .... "Ini ... bukannya terlalu sedikit?"
Sejauh yang kulihat hanya dua sampai tiga lembar kertas permintaan menempel di papan, itupun hanya permintaan kecil seperti mengumpulkan tanaman herbal atau membantu pekerjaan tertentu.
Dan lagi, imbalannya sangat sedikit.
Pajak kota yang meninggi ini sungguh mempengaruhi semuanya, ya.
"Ehm ... tuan Fain." Resepsionis memanggilku.
Aku mendekat. "Ada apa?"
Dia kemudian menjelaskan karena pajak tinggi dari penguasa Rosel tidak banyak permintaan datang dari warga setempat, lalu mengingat Rachiel hampir selalu berburu monster di sekitar kota maka tidak ada misi pembasmian.
"Tapi, ada satu misi penting yang serikat tidak pernah cabut namun tak terpampang di papan permintaan." Dia mengembalikan kartuku sesudah menjelaskan dan menyerahkan selembar kertas.
Aku menerima kertas tersebut dan membacanya secara sekilas.
"Heh, membasmi Metal Manticore, ya?"
Manticore adalah monster hibrida yang bagi orang fantasi selalu dideskripsikan dengan badan singa besar disertai sepasang sayap lebar dan ekor ular, lalu tak jarang kepala mereka menyerupai wajah manusia.
Tetapi, Manticore di novelku tidak ada yang berwajah manusia sehingga semua kepala Manticore selalu berwujud singa—meski kepalanya menyerupai monyet.
Ya, itu gabungan Manticore klasik dengan makhluk mitologi dari Jepang, Nue.
Lalu, Metal Manticore ini merupakan variasi dari Manticore yang memiliki kulit sekeras logam sehingga sangat sulit dihadapi oleh orang biasa.
Hanya orang-orang hebat seperti karakter utama atau tokoh berkekuatan besar yang mampu menghadapi Metal Manticore di dunia ini.
__ADS_1
Kalau aku tak salah ingat tingkat ancaman Metal Manticore termasuk dalam peringkat perunggu sampai emas jika didasarkan peringkat sentinel.
"Sebenarnya, penguasa kota juga sedang bersiap menjalankan ekspedisi untuk menghabisi Metal Manticore ini," ujar resepsionis menambahkan.
Metal Manticore datang sekitar tiga bulan lalu di hutan sebelah timur Rosel dan membuat sarang di sana dan hal ini nampaknya membuat monster-monster di sana melarikan diri.
Sebagian besar berpencar hingga mengancam Rosel belakangan ini.
Rachiel memang melakukan tugasnya dan menghabisi setiap monster yang datang mendekat namun dengan keberadaan Metal Manticore berdiam diri di hutan timur, monster terus berdatangan seakan tak ada habisnya.
Dia lalu mengadakan ekspedisi untuk menumpas Metal Manticore yang kalau menurut penuturan sang resepsionis, mereka sudah berangkat pada pagi hari ini.
"Begitu." Aku mengangguk dan mengembalikan kartu sentinelku ke dalam Spatial Storage. "Omong-omong, berapa imbalan penumpasan Metal Manticore ini?"
"Kalau tak salah sekitar 10 koin perak."
Metal Manticore 10 koin perak? Bukankah itu terlalu murah?
"Tapi, kalau berhasil membawa jasadnya maka kamu bisa menjualnya di sini mulai dari harga 50 koin perak hingga satu koin emas tergantung kualitasnya."
Satu koin emas?! Ini kesempatan emas untuk menghasilkan duit!
"Oke, langsung cabut!"
Aku segera pergi tanpa menunggu respon si resepsionis.
Metal Manticore—tidak, koin emas pertamaku, aku datang!
***
Dengan bantuan aplikasi peta pada superphone aku terbang lurus menuju lokasi Metal Manticore menggunakan Gravito Flight Sphere.
Nampaknya mereka telah mengetahui lokasi di mana Metal Manticore tinggal sehingga mungkin pada tengah hari mereka akan tiba dan pertempuran sengit dimulai.
Sebelum itu terjadi, aku harus mengalahkan Metal Manticore lebih dulu dari mereka.
Aku tidak terlalu khawatir mengingat aku juga mengerahkan Aerokinesis untuk mendorong punggungku agar kecepatan terbangku bertambah.
Dan tentu saja, hanya dalam beberapa menit kemudian aku berhasil mencapai tujuanku.
Di sana aku menemukan Metal Manticore sedang tidur di atas batu besar tanpa penjagaan.
Monster satu ini nampaknya terlalu sombong sampai tertidur begitu lengah di tempat terbuka.
Mari kita lihat seberapa kuat dirimu. Appraisal!
---
Metal Manticore / Manticore
Metal Eater (2) / Hybrid-type
Str : 380, Vit : 670, Agi : 420, Dex : 140, Mag : 250, Wis : 520, Luk : 7
---
__ADS_1
Skill : Metal Manipulation (7), Mineral Manipulation (5), Earth Magic (4), Dark Magic (6), Dark Immune (3), Earth Resist (2), Magic Interruption (6), Mana Interruption (6), Danger Alarm (8), Energy Blast (8)
Special Skill : Overgrown (8), All-You-Can-Eat (9), Metal Fang (4)
---
Wuah, statusnya gila-gilaan. Apa aku sempat menulis Metal Manticore sekuat ini dulu?
Metal Eater, huh?
Kurasa kelas monster akan berganti ketika dia bermutasi menjadi varian spesies baru. Aku sempat menulis yang satu ini di novel.
Skill Danger Alarm-nya sedikit merepotkan tetapi jika dari jarak sejauh ini seharusnya dia tidak merasakan apapun.
Pertama-tama ....
"Cryokinesis."
Aku mulai menciptakan tombak es sepanjang lima meter melayang di dekat tanganku.
Kinesis tidak mempunyai kekuatan apapun selain menciptakan dan memanipulasi kekuatan elemen sehingga Pyrokinesis tidak akan memberi dampak apapun.
Cryokinesis dan Geokinesis lebih mudah melukai lawan sebab mereka berwujud fisik bukan sekedar proses kimiawi.
Setelah tombak es terbentuk mari kita tambahkan satu lagi. "Electrokinesis."
Kulit Metal Manticore memang bukan logam tetapi dia tetap makhluk hidup, jadi kurasa tak ada salahnya menambahkan listrik agar membuatnya tersetrum dan membatasi gerakannya selama beberapa saat.
Proyektil es disertai listrik sudah beres. Sekarang ....
"Gravitokinesis," gumamku membentuk laras gravitasi tak terlihat seukuran tombak es sampai batas jangkauan maksimal Kinesis.
Masukkan proyektil ke dalam laras graviasi .... Selesai.
Waktunya bekerja.
"Ayo bangun, kawan-kawan. Kita punya mangsa besar hari ini." Aku bergumam sembari tersenyum. "Multi Mind."
Multi Mind-ku sekarang sudah naik menjadi level tingga dan berkat hal ini, pikiranku bertambah satu lagi sehingga aku dapat mengerahkan tiga jenis Kinesis dalam satu waktu termasuk mempertahankan Gravito Flight Sphere.
Multi Mind (3) ; dapat membagi tugas sederhana (pikiran kedua) hingga rumit (pikiran ketiga) dengan pikiran lain. Hanya terbuka sampai pikiran ketiga.
Pikiran nomor tiga! Kuatkan dan sesuaikan gaya tarik-menarik pada laras gravitasi!
Pikiran nomor dua! Ambil alih Gravito Flight Sphere sambil menghitung ketepatan sasaran dari faktor angin!
Pikiran utama—aku sendiri, mengambil posisi membidik dan mengompres tekanan udara sebanyak mungkin menggunakan Aerokinesis selagi ditahan pada buritan tombak es serta penghujung laras gravitasi tak terlihat.
Pikiran nomor tiga melapor laras gravitasi siap! Pikiran nomor dua juga berkata penyesuaian bidikan telah sempurna!
Kalau begitu tanpa ditunda lebih lama lagi!
Aku memusatkan seluruh tekanan udara yang telah dikompres dan melepas semuanya sekaligus pada buritan tombak es berlistrik.
Didorong oleh tekanan udara dan daya tarik-menarik pada laras gravitasi membuat tombak es berlistrik tersebut melesat begitu cepat seakan terlihat seperti bintang jatuh.
__ADS_1
Aku akan menamakan teknik ini sebagai .... "Graviton Kinetic Railgun ; Lightning Roaring Ice Fang."
BOOM!