I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
85. Kehancuran Total Rudania


__ADS_3

Saluja menyerang memakan kailku. "Bocah keparat bajingan! Akan kucabik-cabik seluruh tubuhmu sampai waktu sekalipun tidak akan bisa membusukkan jasadmu!"


"Space-Time Magic ; Time Heist Lance!" Saluja berseru melesatkan belasan tombak sihir semi-transparan kehijauan. "Matilah!"


Hmm, Time Heist Lance, ya?


Salah satu sihir ruang dan waktu tingkat tertinggi yang dapat merengut waktu target yang terkena seketika.


Ini akan merepotkan.


Aku terbang mengendalikan Gravito Flight Sphere sambil didorong Aerokinesis meliuk-liuk di udara menghindari seluruh tombak sihir tersebut.


"Cryo Lance." Aku mengangkat tangan dan menembakkan belasan tombak es Cryokinesis menuju Saluja yang segera berubah menjadi uap.


Saluja menggeram penuh emosi. "Kau pikir serangan elemen semacam itu mempan terhadap pengguna sihir ruang dan waktu?!"


"Space-Time Magic ; Space-Time Bullet!" Dia menciptakan beberapa bola sihir lonjong kecil serupa peluru dan melesatkan semuanya ke arahku.


Aku menghindari peluru-peluru tersebut tetapi, mereka menghilang dan kembali muncul di hadapanku mengoyak bahu, perut, serta pahaku.


"Guh!" Aku mengerang namun tak mempedulikan luka yang kini menutup secara kasat mata berkat Vitakinesis. "Gravito Kinetic Railgun ; Iceberg Falldown!"


Proyektil es besar segera melaju menuju Saluja tapi berhasil diuapkan dalam sekejap.


Saluja menggeram keras. "Sampai kapan kau mau meremehkanku?! Space-Time Magic ; Space-Time Lance!"


Belasan lembing sihir kehijauan terbang dalam kecepatan tinggi mengarah kepadaku.


Aku menghindari semuanya dengan manuver Gravito Flight Sphere dibantu Aerokinesis tetapi, tombak-tombak tersebut lenyap seperti ditelan udara dan muncul beberapa saat sebelum menghujam sebagian tubuhku.


"Urgh!" Aku memuntahkan darah merasakan sakit.


Luka terbukaku memang dapat sembuh dengan cepat berkat Vitakinesis yang kuserahkan kepada pikiran keempat, tapi kalau begini terus konsentrasiku bisa berkurang secara drastis akibat semua rasa sakit ini.


Aku memang mampu menggunakan Chronokinesis untuk memblokir serangan sihir ruang dan waktunya, namun beban pada pikiran kedua dan ketiga setelah memakai Chrono Overboundary dan Chrono Frozen World masih teramat berat.


Kalau aku memaksa mereka mengerahkan Chronokinesis lagi—apalagi dua teknik kelewat gila itu—maka kepalaku benar-benar bisa meledak.


Efek samping Chrono Overboundary dan Chrono Frozen World terlalu mengerikan!


Kuharap aku tak perlu menggunakannya lagi.


Aku harus melakukan sesuatu terhadap situasi ini dengan diriku sendiri—pikiran keempat tidak bisa diharapkan karena hanya mampu memegang kendali Vitakinesis.


"Heh, kelihatannya kamu sungguh melemah setelah bertarung dengan Seluja, huh?" Saluja mengembangkan senyum melihatku terkena serangan secara berturut-turut. "Meskipun sudah mati aku tetap bangga padamu, anakku!"


"Space-Time Magic ; Space-Time Breakdown!"


Gawat! Chrono Mind Accel!


.... Sial, aku dipaksa menggunakan Chronokinesis!


Sekarang tubuhku tidak bisa bergerak dan aku perlu mencurahkan sebagian besar konsentrasiku pada Chronokinesis tanpa pikiran kedua dan ketiga!


Ini benar-benar buruk!


Pikiran keempat, ambil kendali Gravito Flight Sphere dan fokuskan perhatian pada manuver menghindar nanti jika memungkinkan.


Vitakinesis biar aku saja yang urus.


Saluja terbang mendekat sambil tertawa lantang. "Benar! Tidak mungkin seseorang mampu mengalahkan keluarga Salues seorang diri tanpa lelah, tak peduli seberapa kuat dirinya!"


"Space-Time Magic ; Space-Time Blade." Saluja menciptakan sebilah pedang semi-transparan kehijauan dan mendorong bilah tersebut menghujam jantungku. "Inilah akhirmu, Alfain sang Pembunuh Bangsawan Bodoh!"


Argh! Sakit! Dadaku terasa sangat sakit!

__ADS_1


Sial, berkat Space-Time Breakdown jangankan bergerak, aku bahkan tak bisa mengeluarkan suara fisik!


Lukaku tak mungkin bisa disembuhkan oleh Vitakinesis karena aku hanya menggunakan Chrono Mind Accel, bukan Chrono Accel yang mempercepat aliran waktu pada seluruh tubuhku.


Konsentrasi yang dibutuhkan Chrono Mind Accel jauh lebih sedikit dibanding Chrono Accel mengingat luas yang perlu dikendalikan hanya sekitar kepala, tapi akibatnya tubuhku tak bisa bergerak.


.... Huh? Ini ... aku bisa merasakan sihir tertentu menyelimuti jantungku ....


Saluja tertawa sembari mencabut pedang sihir dari dadaku sebelum menghilangkannya. "Dengan begini begitu Space-Time Breakdown berakhir kau akan mati tanpa tahu penyebab kematianmu."


"Space-Time Magic ; Time Grasp Curse adalah sihir yang membunuhmu." Saluja terkikik sebelum mengerahkan beberapa belati sihir semi-transparan kehijauan dan menghujamkan semuanya ke tubuhku. "Rasakan ini! Ini juga! Nih, akibatnya macam-macam dengan keluarga Salues!"


Bajingan .... Dia memanfaatkan keadaan waktu berlalu sangat cepat dibanding di area luar Space-Time Breakdown untuk menyiksaku ....


Tapi, tidak apa.


Ini lebih baik daripada aku langsung mati akibat Time Grasp Curse yang akan merebut semua waktuku begitu Space-Time Breakdown berakhir.


Tapi, ini sakit sekali, bajingan!


Pikiran keempat, tiadakan rasa sakit ini dengan Neurokinesis! Lepaskan saja Gravito Flight Sphere!


.... Oh, ini jauh lebih baik, meski agak kesal melihat tubuhku ditusuk seperti boneka voodoo.


Baik, gunakan waktu ini untuk berpikir, Fain.


Apa yang bisa kulakukan sebelum Space-Time Breakdown berakhir?


Apa yang dapat aku lakukan sendiri tanpa mengandalkan Multi Mind?


Berpikirlah, Fain! Berpikir! Berpikir!


.... Berpikir ...? Berpikir? Berpikir!


Benar, jawabannya sangat sederhana!


Percepat daya pikirmu hingga jauh melebihi kecepatan Space-Time Breakdown!


.... Oh, ini berhasil—meski kepalaku diserang rasa nyeri berkelanjutan!


Tidak, bukankah Neurokinesis sedang bekerja? Apa mungkin rasa sakit ini langsung menusuk ke jiwa dan pikiranku?


Kalau begitu tak ada yang bisa kulakukan selain menunggu pikiran kedua dan ketiga pulih.


Gerakan Saluja menjadi sangat teramat lambat di mataku dan ini menunjukkan rasa sakit berkelanjutan di kepalaku tidak lah sia-sia.


Cepatlah kembali, pikiran kedua, pikiran ketiga!


.... Ah, kalian sudah kembali?


Bagus! Mari berikan serangan balasan!


"Chrono Frozen World," gumamku memasuki dunia tanpa waktu.


Tubuhku dapat bergerak lagi dan ... ugh, darah pada lukaku mulai bercucuran.


Pikiran keempat, pertolong pertama tolong.


Uargh! Gila! Rasa sakit setelah Neurokinesis lepas bukan main-main!


Kalau bukan karena kubagi dengan pikiran kedua dan ketiga mungkin aku sudah pingsan hanya karena rasa sakitnya saja!


.... Bagus, seluruh lukaku telah pulih.


Sekarang ....

__ADS_1


Aku meletakkan tangan di dada kiri dan berkata. "Chrono Break."


Time Grasp Curse di jantungku telah hancur. Untuk saat ini aku berhasil keluar dari krisis nyata pertamaku.


Baik, Saluja .... Aku akan membalas semua perbuatanmu.


Aku kemudian mengeluarkan beberapa bilah pedang buatan Material Shaper hasil kelebihan logam berkat menggunakan Quantakinesis beberapa hari lalu dari Spatial Storage, lalu menghujamkan semuanya pada tubuh pria berusia lebih dari 200 tersebut.


Kurasa ini lebih dari cukup.


Aku menjetikkan jari dan dunia abu-abu disapu oleh warna asli cahaya begitu waktu kembali berjalan normal bersamaan dengan hilangnya Space-Time Breakdown, diiringi jeritan penuh kesakitan Saluja.


"Apa-apaan?! Kenapa justru aku yang tertusuk?!" Dia meraung keras dan berusaha mencabut pedang-pedang di tubuhnya satu per satu. "Argh!"


Aku tersenyum sinis menyaksikan penderitaan Saluja. "Kamu salah memilih lawan, tua bangka."


"Sihir ruang dan waktu adalah kebanggaanmu, bukan?" Aku mengangkat tangan mengarah pada Saluja. "Kalau begitu akan kunikmati skillmu. Skill Glutton."


Skill Glutton tanpa ampun merebut sebagian besar skill Saluja, terutama skill yang berhubungan dengan ruang dan waktu.


Aku juga mencoba mengambil Space-Time Spirit Trait yang dia miliki tetapi gagal.


Mungkin karena memang faktor murni fisik, ya?


Sungguh disayangkan.


"Kau! Apa yang kau lakukan terhadapku?!" Saluja menjerit keras menyadari tak bisa menyembuhkan luka akibat tusukan pedangku dengan sihir ruang dan waktu. "Bajingan .... Akan kubuat kamu menderita!"


"Space-Time Magic ; Space-Time Breakdown!"


Tidak ada yang terjadi meski Saluja mengerahkan sihir dan berhasil membuatnya kebingungan.


Aku tertawa sinis. "Ada apa? Kamu tidak bisa menggunakan sihir? Sudah kuhabisan Mana?"


"Kubunuh kau, bajingan!" Saluja berteriak berniat mengerahkan sihir namun tak ada satupun sihir keluar.


Matanya membulat hebat begitu menyadari tak satupun sihir yang berhasil dia gunakan.


Saluja menoleh ke arahku merasa marah tak tertahankan. "Kamu! Apa yang kamu lakukan terhadapku?! Selain sihir ruang dan waktu dasar aku tidak bisa menggunakan satupun!"


Tentu saja, aku mengambil semua sihir tingkat lanjutmu dan hanya menyisakan sihir dasar biasa.


'Pengalaman' sihir tingkat lanjut itu sedap sekali dibanding sihir dasar, apalagi kalau levelnya di atas level tujuh.


Aku bisa membayangkan Skill Glutton dan Authority of Author ngiler di kepala.


"Yah, bagaimanapun juga diam dulu di situ." Aku kemudian mengerahkan Chrono Static Prison—teknik Chronokinesis yang waktu pada bagian penghalang terhenti sepenuhnya mirip Time Field Barrier. "Saksikanlah kota yang kau bangun selama dua ratus tahun hancur lebur."


Saluja melebarkan mata dan mulai berteriak agar aku berhenti tapi semua sudah terlambat.


Aku sudah memutuskan akan mengubah Rudania menjadi reruntuhan dan tak ada seorangpun yang dapat menghentikanku.


Aku kemudian menciptakan puluhan proyektil es di sekitar, sementara pikiran ketiga mempersiapkan laras gravitasi, lalu pikiran keempat menyesuaikan arah, dan terakhir pikiran kedua memberikan Chrono Break pada proyektil es melalui Skill Enchant.


Bangunan di kota ini sebagian besar diberi sihir ruang dan waktu agar tidak bisa hancur secara alami ataupun bentrokan fisikal tetapi dengan Chrono Break, hal itu dapat diatasi.


Namun, bagaimanapun juga Rudania merupakan kota besar dan luas, aku tidak mungkin mampu mempertahankan efek Chrono Break pada setiap proyektil apalagi di luar jangkauan Kinesis.


Ketiga pikiran Multi Mind melapor semua persiapan telah selesai dan kehancuran total Rudania telah tiba.


Aku menarik napas dalam-dalam sebelum menjetikkan jari. "Graviton Kinetic Railgun ; Chrono Break Annihilation."


Semua proyektil es melesat ke berbagai arah dan terbagi menjadi puluhan puing es lain menghancurkan setiap sudut Rudania, tanpa peduli apakah bangunan tersebut dilindungi oleh sihir ruang dan waktu atau tidak.


Kejadian hari ini kelak akan tercatat sebagai hari di mana salah satu kota terbesar dan keluarga bangsawan terkuat di seluruh Gilard dihancurkan oleh satu orang.

__ADS_1


Dan Saluja menjadi saksi mata akan hal tersebut sambil diiringi tangisan dan jeritan keputusasaan.


__ADS_2