I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
73. Manusia Berdosa


__ADS_3

Setelah matahari terbenam kami pulang bersama menuju kediaman Ardenheim mengendarai sepatu.


Aku sebenarnya ingin pulang menggunakan Gravito Flight Sphere agar sampai lebih cepat, tapi aku mengurungkan niat tersebut sesudah mempertimbangkan keadaan Leonard.


Aku tidak apa-apa tetapi kondisi Leonard benar-benar babak belur.


Yah, aku telah menyembuhkan sebagian besar cederanya namun, bercak darah dan noda kotor di pakaian dapat terlihat jelas meski aku sudah memakai Repair untuk memperbaiki beberapa bagian yang tadinya rombeng.


Walaupun berhasil menghabisi Stonehead Boar pada pertarungan kedua, tentu sebagai petarung tak berpengalaman, menghadapi belasan Stonehead Boar sekaligus tepat sesudahnya akan meninggalkan bekas luka atau trauma mendalam bagi orang biasa.


Beruntungnya, Leonard memiliki skill Steel Will yang menguatkan tekad dan mental pengguna.


Tapi, meski mempunyai Steel Will, Leonard melangkah tanpa semangat.


Leonard berjalan dengan mata ikan mati. "Kak ... aku sudah berusaha keras hari ini, 'kan? Iya, 'kan? Tidak apa-apa memberiku roti isi selai cokelat itu lagi, 'kan?"


"Ehm, ya, kau benar." Aku tertawa kering dan memberikan tiga roti isi selai cokelat kepada Leonard sebagai hadiah telah menyelesaikan pelatihan spartaku—meski alasan sebenarnya adalah perasaan bersalah.


Matanya terlihat hidup kembali setelah menggigit salah satu roti tersebut.


"Ini dia .... Aku merasa seperti terlahir kembali." Leonard menikmati roti tersebut dalam diam sambil melangkah.


Ya, dalam artian tertentu kamu memang terlahir kembali.


Butuh beberapa waktu bagi kami sampai di kediaman Ardenheim dengan berjalan kaki dan kami disambut oleh Gustav dan Seratina yang terlihat kesal—terutama Seratina.


"Oh, pahlawan muda telah kembali dari perjalanan panjang rupanya," kata Seratina menggeram.


Gustav pun tak jauh berbeda. "Jadi, bisa jelaskan mengapa kalian pulang malam?"


"Tunggu sebentar, Ayahanda, Ibunda." Leonard memotong. "Memang benar kami pulang larut tapi aku mendapat banyak pelajaran berharga!"


Dia lalu menceritakan bagaimana aku memintanya menghadapi belasan Stonehead Boar seorang diri dengan harapan meredakan amarah mereka berdua tetapi hasilnya ... malah berbanding terbalik.


"Fain ...." Seratina memandangku penuh emosi.


Aku mengangguk pasrah tanpa berniat membuat alasan dan memperparah keadaan.


Pada akhirnya aku dimarahi habis-habisan oleh Gustav dan Seratina.


Tentu tidak lupa disertai berbagai jitakan dan jeweran telinga yang tak terhitung jumlahnya.


Kepalaku bisa copot kalau begini terus.


***


Malam hari sesudah makan malam aku terkulai lemas di atas kasur.


"Ah, lelah sekali ...." Aku mengeluh.


Gisele terkekeh menanggapi. "Salahmu sendiri terlalu terbawa suasana."


"Memang sih, tapi niatku melatih Leonard itu sungguhan." Aku duduk sambil mengusap kepala serta telingaku yang memerah. "Sakitnya .... Ayahanda dan Ibunda Pertama tidak pakai ampun."

__ADS_1


Gisele tertawa dalam diam sebelum menuangkan teh untukku.


Semenjak renovasi besar-besaran, gudang bobrok tempatku tinggal selama 15 tahun kurang telah kusulap menjadi rumah layak tinggal—tapi kalau berdasarkan standar dunia ini, rumahku terlihat sangat mewah meski dalam ukuran kecil.


Tentu saja bukan hanya meja, kursi, atau kasur yang kuganti melainkan seluruh perabotan dalam rumah.


Aku juga menambahkan beberapa benda tambahan seperti kompor, kulkas, bahkan pendingin ruangan kupasang di dekat loteng.


Lalu, aku juga membuat toilet kecil pribadi pada bagian ujung ruangan yang masih kosong.


Dengan begini aku dapat buang air tanpa takut mencium bau busuk dari toilet khas abad pertengahan yang menumpuk kotoran di tempat sama.


Bagi orang modern sepertiku toilet sejenis itu benar-benar tidak bisa ditoleransi.


Bagaimana dengan saluran pembuangan, katamu? Tentu saja aku sudah mengurus hal tersebut sebelum membuat toilet.


Menggunakan Geokinesis untuk menggali tempat pembuangan kotoran memang terbaik.


Berkat itu aku tidak perlu memakan lebih dari setengah jam hanya demi membuat saluran pembuangan terbaik.


Kinesis memang paling mantap—tentunya sesudah Authority of Author.


Omong-omong mengenai Authority of Author ....


---


Alfain / Male


Fool (1) – Watchmen (1) / 15 tahun


---


Skill : Cleaning (3), Cooking (5), Infinite Fool (-)


Extra Skill : Translation (8), Appraisal (6), Repair (7)


Unique Skill : Authority of Author (4)


Special Skill : Hyper Growth (7), Eternal Wisdom (5), False Data (3), Experience Multiplier (6), Multi Mind (5), Spatial Storage (8), Form Shifter (9), Equivalent Exchange (3), Material Shaper (5), Kinesis (9), Dragon Trait (-), Multi Race (4), Vampire Trait (-), Eyes of Hidden Truth (3), Instant Warp (-), Beast Summon (3), Skill Glutton (6), Multi Class (1), Wraith Trait (-), Presence Erasure (4), Titan Trait (-)


Other Skill : Over Regeneration (5), Astral Regeneration (8), Gluttony (10), Devil Magic (8), Soul Immune (3)


---


Yep, level Authority of Author naik satu tingkat, namun deskripsinya sama sekali tak menunjukkan perubahan.


Level Unique Skill satu ini memang sangat teramat sulit naik meski telah dibantu Experience Multiplier, tetapi setidaknya Authority of Author tetap berfungsi sebagaimana layaknya skill biasa.


Dan mengenai kolom Other Skill-ku selain Over Regeneration, aku merebutnya dari Red Glutton Devil—si Setan Makanan—dan memutuskan untuk kusimpan sewaktu-waktu dibutuhkan, selebihnya kujadikan nutrisi untuk Skill Glutton.


Berkat itu Skill Glutton naik level secara besaran mengingat aku memberinya makan skill tingkat tinggi berlevel delapan hingga sepuluh milik Setan Makanan.


Skill Glutton (6) ; dapat merebut enam skill dari target secara pasti. Skill yang telah direbut dapat dikorbankan untuk menaikkan level skill lain atau diberikan kepada target lain. Hanya bisa digunakan tiga kali sehari.

__ADS_1


Ya, mengerikan sekali, bukan?


Dengan Skill Glutton berlevel enam aku dapat merebut skill lawan maksimal 18 skill per hari.


Aku memang belum mencoba Skill Glutton berlevel enam tetapi aku bisa memastikan level-level skillku akan semakin cepat meningkat!


Dan kalau dipikir lagi, aku sekarang mempunyai Infinite Fool yang melepas batas pertumbuhan sampai tak terhingga.


Apa itu artinya level skillku dapat bertumbuh terus sampai melebihi batas maksimal, level sepuluh?


Mengingat Kinesis dan Form Shiter sudah mencapai level sembilan kurasa tak akan lama lagi level keduanya tembus hingga level 10.


Kalau itu Kinesis aku masih sedikit banyak mengira apa yang akan terjadi setelah mencapai level maksimal, tapi Form Shifter ... aku tak mengerti akan menjadi apa Form Shifter jika skill ini melebihi batas maksimal levelnya.


Aku menantikan waktu tersebut dengan penuh harapan.


Lalu, mengenai skill tambahan dari Skill Glutton maka deskripsi mereka dapat dibaca sebagai berikut.


Over Regeneration (5) ; dapat mempercepat regenerasi alami tinggi hingga tahap tertentu.


Astral Regeneration (8) ; dapat meregenerasi tubuh astral atau jiwa pengguna hingga kecepatan tertentu.


Gluttony (10) ; dapat memakan atau melahap segala sesuatu dan mengubah hasil yang dilahap atau dimakan menjadi sejumlah energi tertentu.


Devil Magic (8) ; dapat memungkinkan pengguna memakai sihir khusus ras setan gaib hingga tingkatan tertentu.


Soul Immune (3) ; dapat meningkatkan daya tahan serta kekebalan pengguna terhadap serangan yang dapat melukai jiwa atau tubuh astral hingga tahap tertentu.


Seperti itulah kemampuan baru yang kudapat dari Red Glutton Devil. Cukup berguna, bukan?


Aku sebenarnya tidak begitu membutuhkan sihir setan namun aku sedikit penasaran apa saja dan bagaimana efek nyata sihir ini di luar novel, mengingat si Setan Makanan bodoh itu terlalu fokus pada sihir kegelapan sampai tak ingat dia mempunyai sihir setannya sendiri.


Beralih ke Gluttony, awalnya aku ingin mengorbankan skill ini sebagai nutrisi tambahan Skill Glutton atau Authority of Author tetapi setelah membaca deskripsi serta menguji cobanya sedikit, aku memutuskan menyimpan satu ini untuk berjaga-jaga.


Lalu, untuk Astral Regeneration serta Soul Immune aku tidak perlu menjelaskan mengapa aku mengambil mereka, 'kan?


Sebagai roh hantu yang mengambil tubuh semi-fisik berkat Mana, aku sangat rentan terhadap sihir jiwa meski sama-sama ras semi-fisik seperti setan gaib sehingga aku memerlukan dua skill ini demi bertahan hidup.


"Oh, omong-omong aku belum menggunakan Authority of Author hari ini, ya?" Aku bergumam pelan.


Aku berencana membuatkan senjata pusaka sesuai keinginan Elena hari ini namun dengan adanya Gisele di sini, aku tak bisa bebas menulis ulang unsur realitas suatu benda menggunakan Authority of Author.


Hmm ... apa yang harus kulakukan terhadap kuota Authority of Author-ku hari ini?


.... Oh, aku dapat ide bagus!


Satu untukku .... Authority of Author!


Bagus, berhasil seperti biasa.


Kemudian jatah kedua Authority of Author untuk hari ini adalah ....


Aku melirik Gisele dan diam-diam menulis ulang kolom skillnya.

__ADS_1


Aku berani bertaruh kediaman Ardenheim akan heboh besar-besaran ketika Gisele memeriksa daftar skillnya.


Aih, sungguh berdosa dirimu sebagai manusia, Fain.


__ADS_2