I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
39. Tawaran Emas


__ADS_3

Pernyataan Alsain yang sama sekali tidak pernah terbesit di benakku sukses membuatku tertegun.


Kerja sama? Maksudmu, bekerja sama dengan Ordo Ksatria Pedang Kabut Emas?


"Ehm, tuan Alsain, apa maksudmu bekerja sama?" Aku bertanya balik. "Aku ini kriminal yang telah membunuh dan menghancurkan sebuah keluarga bangsawan, loh."


"Bukankah seharusnya aku dihukum mati atau setidaknya dipenjara?"


Alsain mengangguk. "Dalam situasi normal mungkin benar, tetapi ada alasan tersendiri mengapa Yang Mulia memberiku perintah seperti ini."


Dia lalu menjelaskan bahwa terdapat banyak bangsawan korup yang menindas rakyat dengan kewenangan mereka sebagai penguasa serta bangsawan, dan sebagian besar dari mereka sangat teliti dalam menutupi jejak.


Raja Gilard diam-diam meneliti dan menyusun rencana bagaimana mereka bisa terekspos lalu gelar bangsawan mereka dilucuti, dan jika memungkinkan dieksekusi.


Pihak kerajaan juga berniat melakukan sesuatu terhadap Rachiel dan keluarga Gozet secara rahasia namun karena belum mendapat alasan serta bukti kuat, Raja Gilard tidak bisa mengeksekusi mereka.


"Dan saat Yang Mulia berencana melakukan sesuatu pada upacara pengangkatan Rachiel menjadi Count V, kabar tentang dirimu menghancurkan keluarga Gozet sampai ke istana." Alsain menghela napas berat.


Jadi, singkatnya aku mengacaukan rencana Raja Gilard?


Tapi, bisakah aku mempercayai semua kata-katanya?


Baiklah, waktunya Eyes of Hidden Truth unjuk gigi!


.... Hmm, tidak ada kebohongan ataupun niat jahat perkataan Alsain.


Berarti semua yang dikatakan pria ini adalah benar.


Eyes of Hidden Truth mempunyai kemampuan untuk mendeteksi dan membongkar kebohongan sekaligus niat jahat seseorang.


Jika dia berbohong maka kebenaran di balik kebohongan tersebut akan mengalir ke dalam kepalaku.


Skill hebat nan praktis, bukan?


Semua berkat Authority of Author.


"Nampaknya kamu tidak berbohong." Aku mengangguk setelah memastikan.


Alsain tersenyum kecut. "Kamu bahkan mempunyai skill Lie Detection, huh? Aku lega kau tidak berpihak pada sisi korup."


Lebih tepatnya Eyes of Hidden Truth—tapi kalau kusebutkan pun dia tidak akan mengerti mengingat skill ini adalah ciptaan Authority of Author.


"Jadi, bagaimana bentuk kerja sama ini?" Aku bertanya. "Apa aku harus menjadi bangsawan atau bergabung dengan ordo ksatria?"


"Kalau bisa aku tak ingin melakukan itu mengingat aku masih ingin berpetualang bebas."

__ADS_1


Daripada berpetualang mungkin lebih bisa dibilang melakukan perjalanan menuju suatu tempat.


Lagipula, aku juga perlu mengumpulkan dana setidaknya sebesar 9 koin emas untuk menyelesaikan kesepakatanku dengan Gustav.


Alsain menggeleng pelan. "Tidak, kalau kau menjadi bangsawan atau menjadi ksatria itu hanya akan meningkatkan kewaspadaan para bangsawan korup."


"Yang Mulia hanya berkata jika kamu mendapat informasi tentang bangsawan korup maka segera beritahu kami." Alsain kemudian menyerahkan sebuah lencana kepadaku. "Ini adalah lencana Ordo Ksatria Pedang Kabut Emas."


"Kamu bisa mendatangi markas kami di ibukota untuk memberitahu informasi terbarumu."


Hmm, lencana berlambangkan satu pedang dan awan—tidak, mungkin kabut?


Lencana yang sesuai dengan nama ordo mereka.


Aku menyimpan lencana tersebut ke dalam Spatial Storage yang lagi-lagi membuat Alsain terkejut.


"Kamu juga memiliki Storage." Alsain memasang senyum masam. "Aku tidak tahu harus merasa kagum atau aneh padamu."


Anggap saja aku orang aneh.


Aku tidak keberatan mengingat dalam pandangan orang dunia ini aku memang tidak sesuai nalar mereka.


.... Tunggu sebentar.


Kerja sama? Ordo ksatria? Raja Gilard? Bangsawan korup?


"Pastikan kamu berkonsultasi dengan kami terlebih dahulu sebelum menghancurkan mereka secara terang-terangan." Alsain tak bisa menahan ekspresi kacaunya.


Kesempatan emas macam apa ini? Aku tidak bisa melewatkannya!


Aku menjabat tangan Alsain. "Dengan senang hati aku menerima tawaran Yang Mulia Gilard!"


Setelah itu aku dan Alsain berdiskusi mengenai bayaran atas bagianku.


Tidak mungkin aku melakukan semua ini tanpa mengharapkan timbal balik, bukan? Aku bukanlah orang sesuci itu.


Alsain berkata bayaranku bergantung seperti apa informasi serta seberapa tinggi pangkat keluarga bangsawan yang menjadi target.


Jika keluarga berpangkat Baron ke bawah maka hadiahku mulai dari satu sampai lima koin emas, lalu keluarga Viscount sampai Count paling rendah adalah sepuluh koin emas.


"Sepuluh koin emas, huh?" Aku mengusap dagu.


Alsain mengangkat alis. "Ada apa? Mungkinkah sepuluh koin masih kurang untukmu? Masalah harga masih bisa dinegosiasikan lebih lanjut."


"Ah, bukan." Aku menepis pendapat Alsain. "Sepuluh koin emas bisa dibilang adalah tujuan utamaku menjadi sentinel."

__ADS_1


"Utang?" Alsain segera menangkap perkataanku.


Aku mengangguk. "Bisa dibilang begitu tapi juga bukan. Hanya kesepakatan bodoh yang kubuat sendiri."


Aku masih ingin mengutuk diriku yang dulu sempat menawarkan kesepakatan senilai 30 koin emas kepada Gustav.


Alsain berdeham sejenak dan berkata. "Kalau sepuluh koin emas kami bisa langsung membayarmu mengingat kamu baru saja menghancurkan keluarga Gozet."


"Dan keluarga Gozet merupakan bangsawan bergelar Viscount I." Dia berhenti sebentar sebelum lanjut berbicara. "Kira-kira bayaranmu sebesar 30 koin emas."


Tiga puluh?!


Bangsawan berpangkat Viscount I seperti keluarga Gozet senilai 30 koin emas?!


.... Ah, tidak tidak, jangan begitu, Fain.


Tiga puluh koin emas memanglah angka luar biasa tetapi jangan sampai kau terjerat oleh keserakahan uang sampai melupakan tujuanmu menggunakan kekuatan Authority of Author.


Memang benar dengan ini aku dapat langsung melunasi sebagian besar kesepakatanku terhadap Gustav namun dia pasti mempertanyakan bagaimana caraku mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.


Bukan tidak mungkin dia menganggapku merampok mengingat kekuatanku mampu menaklukkan Rachiel dan keluarga Gozet sekaligus.


Ada baiknya kusimpan .... Tidak, aku pikir ada ide yang lebih bagus.


"Kalau begitu bisakah gunakan 20 koin emas tersebut untuk membantu penduduk Rosel?" Aku berkata menatap Alsain.


Ksatria paruh baya tersebut mengerutkan dahinya. "Mengapa? Kamu bisa langsung membayar lunas utangmu dan kau juga bisa hidup mewah selama selama beberapa bulan dengan jumlah sebesar itu."


"Tidak ada alasan khusus." Aku mengangkat bahu. "Warga Rosel sedang serba kekurangan akibat pajak tinggi dari keluarga Gozet, bukan? Jika aku bisa sedikit membantu mereka maka akan kulakukan."


"Lagipula, ini kesempatan bagus untuk mengubah pandangan mereka agar tidak perlu takut atau menyebarkan namaku dalam hal buruk."


Alsain melebarkan mata sejenak sebelum tersenyum kecil. "Kamu antara bodoh atau terlalu dermawan."


"Sebut saja aku keduanya." Aku tertawa.


"Tapi, aku tidak membenci orang sepertimu." Dia mengulurkan tangan. "Senang bisa bekerja dengan dirimu, Alfain."


Aku menyambut jabatan tangan tersebut. "Panggil saja aku Fain, Ksatria Alsain."


"Kalau begitu panggil saja aku Sain."


Sesudah itu dia menyerahkan sepuluh koin emas kepadaku dan tentunya, aku melepaskan Audiokinesis agar suara kami kembali terdengar.


Aku dapat melihat empat ksatria bawahaan Alsain nampak lega sesuatu yang buruk tidak terjadi.

__ADS_1


Hei, bisa tidak kalian tak melihatku seperti bencana berjalan? Meski tidak salah sih.


__ADS_2