
"Huh? Ini seriusan?"
Mulutku tanpa sadar berbicara sendiri setelah membaca beberapa halaman dari buku pertama disertai dahi yang mengerut dan mata terbuka lebar.
".... Tidak tidak tidak, ini pasti hanya kebetulan saja." Aku berkata demikian sembari menutup buku pertama dan lanjut membaca ke buku kedua.
Aku membaca buku kedua dengan serius namun hal serupa terjadi sekali lagi dan aku kembali menutup buku tersebut. "Tidak, ini pasti kesalahan. Jika bukan kebetulan maka kesalahan."
Sesudah meletakkan buku kedua aku membuka buku ketiga dan lagi-lagi dihadapkan hal yang sama, dan itu membuatku menutup buku tanpa perlu membaca halaman keempat.
.... Ini ... seriusan? Semua ini ... sungguhan?
Uhm, yah, aku mempunyai dugaan kecil saat mengetahui keberadaan Authority of Author tetapi ... aku sama sekali tak mengira bahwa ....
"Dunia ini ... sungguh dunia berdasarkan novel yang kubuat?" Aku berkata dengan nada gemetar sambil meringkus kepalaku sendiri merasa tak percaya.
Maksudku, semua buku pertama sampai ketiga berisi pengetahuan dasar dari novel yang baru saja kuselesaikan dan kukirim ke editorku untuk mengakhiri serialnya sesaat sebelum aku bereinkarnasi!
Apa mungkin seorang penulis bereinkarnasi ke dalam novelnya sendiri?!
.... Ah, kalau dipikir lagi aku tidak pernah menulis eksistensi keluarga Ardenheim, jadi mungkin hanya latar dan sistem dunia ini saja yang kebetulan sama dengan novel yang kutulis.
Sial, membuatku jantungan saja. Aku bisa mati karena kaget, nih.
Baiklah, kalau latar dan sistemnya sama dengan novel yang kutulis maka aku tidak begitu memerlukan ketiga buku tadi dan sekarang lanjut ke buku keempat, sebuah buku mengenai tata geografis benua ....
"Huh? Benua Alesgard?"
.... Benua Alesgard, sebuah benua yang konon berada di tepian utara dunia dan termasuk benua terkecil di antara benua lainnya ... lalu, kerajaan tempatku dan keluarga Ardenheim tinggal adalah .... Kerajaan Gilard?!
"Hah?! Aku tinggal di Kerajaan Gilard?!" Aku spontan berdiri sambil berseru keras.
Tidak, ini mustahil! Dalam novelku memang terdapat Kerajaan Gilard namun itu hanya sebagai latar tambahan saja!
Kerajaan Gilard pada novelku sudah hancur dan hanya tinggal reruntuhannya saja berkat serangan Raja Kekacauan dan pasukannya enam bulan sebelum cerita utama dimulai dan kehancuran negeri ini memicu kemunculan para pahlawan!
Tunggu sebentar, adanya Kerajaan Gilard bukan berarti aku sungguh bereinkarnasi ke dalam novelku sendiri.
__ADS_1
Bagaimana dengan kerajaan lain dan letak geografisnya?
.... Kerajaan Militer di utara, Daebolg .... Kerajaan Maritim di sebelah barat, Atlantica .... Kerajaan Sihir, Guimagista .... AAHH!!
Aku sungguh bereinkarnasi ke dalam novelku sendiri! Aku bisa mengenalinya dari semua nama dan tata letak kerajaan-kerajaan ini!
Bagaimana ini? Aku sudah membuat kesepakatan dengan Gustav akan membayar 30 koin emas dalam rentang waktu lima tahun tapi dia dan seluruh keluarga Ardenheim akan mati karena serangan besar-besaran pertama Raja Kekacauan.
.... Hmm? Dia dan seluruh keluarga Ardenheim akan mati? Bukannya itu justru bagus karena aku tak perlu membayar 30 koin emas?
Tidak tidak, pertama-tama aku perlu mendapatkan 10 koin emas agar bisa membawa pergi Gisele dari negeri ini sebelum serangan tersebut dimulai dan untuk memenuhi kuota tersebut akan amat sangat sulit!
Setelah mengetahui bahwa latar dunia ini adalah novel buatanku sendiri maka sekarang aku jelas tahu seberapa besar nilai satu koin emas!
Baji-ngan, sekarang aku menjilat ludahku sendiri!
Tenang, Fain, tenangkan dirimu.
Tidak ada bagusnya jika kau panik dan dikuasai oleh ketakutan.
Bersihkan diri dan berpikirlah lebih jernih.
Pertama, jarak waktu antara saat ini dan serangan Raja Kekacauan masih belum bisa dipastikan.
Kalau aku tak salah ingat Kerajaan Gilard disebut sebagai salah satu korban pertama Raja Kekacauan di bab awal .... Mungkin sekitar bulan Kelopak Ketiga dan jika dihitung secara mundur maka peristiwa tersebut akan terjadi pada bulan Benih Ketiga.
Jika dalam kalender bumi maka Kelopak Ketiga adalah September sementara Benih Ketiga merupakan Maret.
Penamaan bulan ini kuambil berdasarkan musim di negara beriklim subtropis.
Benih untuk musim semi, Api untuk musim panas, Kelopak untuk musim gugur, lalu Salju untuk musim dingin.
Musim semi sengaja kutaruh sebagai awal tahun agar tak terlalu rumit sebagai sistem penanggalan universal.
Repot jika orang harus terus menghitung hari dan musim hanya untuk menentukan tanggal, bukan?
Jika tidak ada perbedaan atau perubahaan tertentu dari novelku maka bisa kupastikan Raja Kekacauan akan menyerang di bulan Benih Ketiga—Maret sebelum cerita utama dimulai.
__ADS_1
Nah, masalahnya adalah aku tidak tahu tanggal, bulan, atau tahun berapa hari ini.
Semoga saja bukan besok atau minggu depan, ataupun bulan depan. Aku masih harus mencari uang sebesar 10 koin emas untuk membawa kabur Gisele!
Aku memang bisa menciptakan ribuan koin emas menggunakan Authority of Author dalam sekejap namun agar sistem ekonomi ataupun keseimbangan dunia ini tidak terganggu, aku tak ingin menggunakan skill ini selain untuk memperkuat diriku atau berada di situasi gawat.
Yah, aku bisa menanyakan hal ini sekaligus memperingati Gustav nanti, jadi jangan terlalu terpaku terhadap Kehancuran Kerajaan Gilard lebih dahulu.
Kedua, jika dunia ini benar adalah novelku maka aku bisa memperkuat diriku sendiri tanpa memakai Authority of Author menggunakan pengetahuan mutlakku sebagai sang pencipta asli dunia ini.
Hmm, kalau dipikir lagi mungkinkah ini alasan mengapa aku mempunyai Authority of Author sebagai Unique Skill? Karena aku adalah penulis dari segalanya di dunia ini?
Itu menggelikan.
Ketiga dan yang terpenting .... Jika dunia ini sungguh merupakan manifestasi dari novel yang kutulis sendiri maka aku bisa memanfaatkan pengetahuan tentang berbagai peristiwa penting yang telah kutulis untuk bertahan hidup.
Maksudku, Kehancuran Kerajaan Gilard adalah contohnya. Dalam beberapa tahun atau bahkan bulan, kerajaan ini akan diserang oleh Raja Kekacauan dan hal ini adalah mutlak karena diperlukan untuk memicu kemunculan para pahlawan.
Tentu saja aku bisa mengubah alur cerita dunia ini menggunakan kekuasaanku sebagai penulis menggunakan Authority of Author tetapi aku yakin skill tersebut belum cukup kuat untuk mengubah seluruh dunia dan hanya terbatas dalam skala kecil.
Lagipula, Authority of Author masih level satu. Aku tidak boleh bergantung terlalu banyak pada skill ini dalam pertarungan atau peristiwa langsung.
.... Ah, kepalaku terasa bergoyang.
Mungkinkah ini efek berpikir terlalu banyak menggunakan Eternal Wisdom? Walaupun pasif ternyata bisa menimbulkan efek aktif, ya? Atau kepala ini saja yang jarang dipakai berpikir oleh Fain asli?
Uhh, sudah berapa lama aku berada di perpustakaan? Mari kita lihat .... Huh? Sudah dua jam?
Sejak kapan waktu berlalu begitu cepat?! Padahal aku baru membaca beberapa halaman saja dan sisa waktunya kugunakan untuk menyangkal dan berpikir mengenai kesamaan dunia ini dengan novelku!
Apa waktu untuk merenung memang akan terasa cepat?! Apa aku sempat tertidur di tengah renungan tersebut makanya waktu terasa lebih cepat?!
Atau jangan-jangan justru superphone yang rusak? Mustahil. Aku tidak bisa membayangkan ponsel canggih di luar nalar ini rusak.
Kesampingkan arus waktu yang berlalu di luar nalar ketika aku merenung, saat ini tujuan utamaku adalah memperkuat diriku sendiri agar mampu mengatasi serangan Raja Kekacauan yang bisa datang setiap saat.
Tentu saja sekalian mencari uang agar Gustav bersedia menyerahkan Gisele sebelum kehancuran kerajaan ini terjadi.
__ADS_1
Aku harus pergi dari Gilard bersama Gisele sebelum semua itu terjadi.
Aku menjanjikan hal itu.