
Orang ini—Rachiel von Gozet ini—kuat.
Aku tidak bisa berleha-leha jika tak ingin terbunuh.
Aku harus mengerahkan kekuatan penuhku sejak awal.
"Hmm? Kau .... Kau bukan manusia." Rachiel mengernyit menyaksikan perubahanku.
Aku tersenyum dingin menanggapi. "Benar, lalu kenapa? Apakah ada masalah?"
"Tidak, tak ada masalah sama sekali untukku." Senyum mengembang lebar di bibir Rachiel. "Kepala nagamu akan menjadi koleksi langka di ruang koleksiku."
Benar, aku melepas Form Shifter dan kembali menjadi wujud naga.
Mengapa aku kembali ke wujud naga, katamu? Itu agar aku bisa mengerahkan sihir khusus naga lebih efektif dan efisien.
Kembali ke Rilet beberapa hari lalu, aku pernah menggunakan sihir naga dari Dragon Trait sewaktu berwujud manusia tetapi hasilnya tidak begitu memuaskan.
Nampaknya aku perlu berubah wujud sebagaimana wujud ras tersebut agar dapat menggunakan sihir spesial mereka lebih baik.
Aku sudah melatih kontrol sihirku selama perjalanan menuju Rosel, jadi meskipun belum bisa mengontrol semuanya aku yang sekarang setidaknya dapat mengecilkan keran Mana dan tak melepas semua kekuatanku sekaligus.
Dan mengingat lawanku saat ini sangat berbahaya .... Aku harus menggunakan 'itu'.
Hei, pikiran kedua. Kau pusatkan perhatian pada penggunaan sihir dan tinjauan Mana-ku, dan kalau sempat gunakan Kinesis sesekali.
Lalu, pikiran ketiga. Kamu belum bisa mengelola perintah rumit jadi aku serahkan eksekusinya kepadamu. Biar aku yang memperkirakan timing 'itu'.
Tunggu aba-abaku.
Dan aku akan menghadapi Rachiel secara langsung dari depan.
Siap? Mari kita mulai operasinya!
Aku maju melesat menuju Rachiel dengan pedang tergenggam erat.
"Heh, maju dari depan seperti itu ...." Dia mempersiapkan tombak dan ikut maju mendekat. "Pada akhirnya kau hanya amatir dalam pertarungan jarak dekat!"
Aku tersenyum dingin menanggapi. "Memang benar aku amatir tetapi, seorang amatir mempunyai caranya sendiri dalam pertarungan."
Aku melengkungkan badanku mengumpulkan tenaga serta posisi idela untuk melancarkan satu tebasan kuat.
"Matilah sambil menyesali kebodohanmu telah menantang Rachiel yang perkasa ini!" serunya keras mendorong tombak sekuat tenaga.
Ketika lawan berpikir dia sudah menang maka di situlah letak kelengahan terbesarnya.
"Instant Warp."
Dalam sekejap aku menghilang dari pandangan Rachiel dan segera muncul kembali di belakang punggungnya.
"Sekarang!" Aku berseru mengaktifkan seluruh kemampuan yang kumiliki dan mempertaruhkan semuanya dalam satu tebasan.
__ADS_1
Satu ayunan pedangku berhasil membelah dua badan Rachiel serta semua pohon dan seluruh lingkungan di depanku, menghancurkan semuanya dalam satu tebasan sederhana namun teramat kuat hingga ke tingkat yang tak terbayangkan.
Tubuh Rachiel jatuh ke tanah bersama sejumlah besar darah berbentuk genangan.
Aku menghela napas berat sesudah menggunakan seluruh Mana dan melepaskan serangan raksasa tersebut sebelum jatuh terduduk tanah.
"Oh .... Ini melelahkan ...."
Memang benar secara fisik aku tak terlalu lelah tetapi kekuatan mentalku benar-benar terkuras akibat menjaga konsentrasi tinggi serta menghadapi tekanan dan resiko kematian dalam satu waktu sekaligus.
Semua yang kulakukan barusan adalah menggabungkan seluruh skill serta kemampuanku.
Dragon Magic ; Dragon Strength dan Vampire Magic ; Magic Boost, lalu langkah terakhir diselesaikan menggunakan Equivalent Exchange sebelum melepaskan semuanya pada tebasan barusan.
Equivalent Exchange (2) ; dapat menambahkan ataupun mengurangi status berdasarkan status lain dengan pertukaran bernilai setara. Hasil pertukaran setara status dapat meningkat sebanyak 0,2 kali lipat selama sepuluh detik sesudah skill aktif.
Ya, skill ini memampukanku menukar nilai statusku menjadi status lain dengan pertukaran setara—meski hasil pertukaran pada sepuluh detik di awal dikali 1,2 dari angka sebenarnya.
Kira-kira seperti inilah statusku saat menebas Rachiel tadi.
---
Alfain / Male
Servant (3) / 15 tahun
Str : 28 (+2.619), Vit : 20 (+0), Agi : 25 (+0), Dex : 29 (+0), Mag : 32 (+0), Wis : 25 (+0), Luk : 18 (+0)
---
Tapi, berkat tebasan mengerikan tersebut pedang pemberian Gustav berubah menjadi debu—bahkan gagangnya pun menjadi serpihan kayu akibat kekuatan genggamanku.
Oh, status Str-ku sekarang turun menjadi 2.183. Berarti sekitar 436 poin yang menghilang itu berasal dari pengalian 1,2 Equivalent Exchange.
Aku menjadi lebih paham mengenai skillku sendiri.
Oke, waktunya mengembalikan statusku menjadi semula lagi menggunakan Equivalent Exchange.
Yep, status ini yang terbaik. Aku bisa merasakan badanku terasa ringan seperti sedia kala.
Jujur saja, aku hanya mengerahkan status tambahan dari ras naga serta vampirku menuju Str karena khawatir aku tak akan bisa bergerak jika menumpahkan seluruh status Agi-ku ke Str, jadi untuk berjaga-jaga aku tak menyentuh status dasarku.
Rupanya kekhawatiranku tidak salah.
Saat memusatkan seluruh status menuju Str badanku terasa berat dan tak bisa bergerak seperti biasanya namun beruntungnya diriku, Rachiel nampaknya terlalu terkejut ketika aku menghilang dari hadapannya menggunakan Instant Warp sampai tak bisa bereaksi.
Hahaha .... Oh, statusku barusan menghilang lagi.
Ah, yang barusan ini karena durasi Dragon Magic ; Dragon Strength yang meningkatkan status Str dan Vampire Magic ; Magic Boost yang memperkuat Mag secara sementara habis, ya?
Singkat sekali.
__ADS_1
Yah, kurasa kekuatan sihir serta kapasitas Mana-ku berkurang drastis akibat mengerahkan Equivalent Exchange menuju Str, jadi kurasa aku hanya bisa mengambil hal ini sebagai pelajaran.
Aku mungkin menang dalam pertarungan ini sebab Rachiel meremehkanku dan aku mempunyai banyak trik serta kejutan di balik tanganku, tetapi jika kami murni beradu tenaga dan kemampuan berpedang ....
"Ugh, aku tak ingin membayangkannya," gerutuku begitu bayangan kematian terlintas di benakku.
Aku yakin aku bahkan tak bisa bertahan sebanyak 50 serangan dari pria tua berusia 42 tahun ini.
Singkat kata, kali ini aku menang murni karena keberuntungan.
Aku tidak bisa mengulang pertarungan seperti ini lagi di masa depan kalau masih mau hidup dan kembali ke pelukan Gisele di Rilet.
Aku juga harus bertambah kuat dengan kekuatanku sendiri bukan hanya mengandalkan skill serta Authority of Author.
.... Omong-omong tentang skill, Rachiel bukannya memiliki banyak skill kuat, ya?
Aku juga belum menggunakan Authority of Author hari ini.
Oh, gawat, aku memikirkan sesuatu yang mengerikan.
Aku mengerahkan Authority of Author untuk menulis ulang susunan skillku dan kemudian melangkah menuju jasad Rachiel.
Hmm? Tidak, orang ini masih hidup!
Dia masih bisa bertahan dari serangan semengerikan itu dengan kondisi badan terbelah dua?! Gila!
Apa yang harus kulakukan?
Sebisa mungkin aku tak ingin membunuh tetapi jika aku tidak menghabisinya di sini maka dia pasti akan meneror Rosel lagi dengan kekuatan serta kekuasaannya!
.... Baiklah, mari kita sembuhkan dia.
Aku menarik tubuh bagian bawah Rachiel dan menempelkannya dengan tubuh bagian atas, lalu mengerahkan Vitakinesis dan dalam beberapa saat kedua bagian yang terpisah tersebut kini bersatu kembali—meski tombak dan pelindung badannya yang hancur tidak ikut bersatu lagi.
Ya, aku memang memutuskan untuk menyelamatkan Rachiel terlepas sikap serta perbuatannya yang begitu bajingan terhadap Rosel serta anak-anak panti, tetapi aku tak mau merengut nyawa orang lain—atau setidaknya belum.
Aku belum siap mengemban beban tersebut.
Tapi, aku menyelamatkan orang ini juga bukan tanpa bayaran.
Aku mengerahkan Aero Blade untuk memotong kedua lengannya sampai sesiku dan membakar potongan lengan Rachiel menggunakan Pyrokinesis, lalu menyembuhkannya lagi memakai Vitakinesis.
Dengan begini setidaknya Rachiel tidak akan mempunyai kekuatan untuk menekan warga Rosel dan Rosel akan bebas dari pajak tinggi semena-mena berkedok pajak perlindungan—itulah yang kuharapkan.
Yah, kalau dia masih tidak mengangkat pajak tinggi itu maka akan kuhancurkan kediamannya di tengah kota menggunakan Graviton Kinetic Railgun sebagai peringatan.
Ah, ya, dan satu sentuhan lagi untuk mengakhiri semua ini ....
Tertidurlah selelap mungkin untuk sekarang, Rachiel von Gozet, karena saat kau bangun nanti kau akan menganggap semua ini hanyalah mimpi buruk.
Hahaha .... Hahahaha!
__ADS_1
"Uhuk uhuk." Aku terbatuk. "Bleh, gaya tertawa antagonis idiot nan arogan memang tidak cocok bagiku."
Mengapa para antagonis bisa tertawa seperti itu tanpa terbatuk, ya? Aku heran.