I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
87. Menuju Ibukota


__ADS_3

Keesokan harinya aku pergi mengunjungi Elena di Perusahaan Daedalus cabang Matildam.


"Kamu mau aku mengantarmu ke Ibukota?" Elena mengangkat alis mendengar permintaanku.


Aku mengangguk. "Tongkatmu kuberi Instant Warp jadi kamu bisa berpindah ke manapun yang pernah kamu kunjungi."


"Tapi, bukankah kamu bisa menggunakan Mnemokinesis atau apalah itu untuk membaca ingatan orang ini dan berpindah ke Castelan memakai Instant Warp?" Elena memicingkan mata kepada Saluja. "Atau mungkin meminta dia mengantarmu?"


Aku menggeleng sambil mendesah sebelum menjelaskan.


Memang benar aku dapat berpindah seketika menggunakan Instant Warp tetapi aku sudah mencoba metode Elena, dan sebagai hasilnya aku menemukan Instant Warp mempunyai aturan mutlak mengenai tempat yang pernah kukunjungi dan yang bisa kulihat.


Aku juga mampu berpindah ke Castelan dalam sekejap menggunakan Over Space-Time Magic yang kurampas dari Saluja dan Seluja, namun jumlah Mana-ku tak mencukupi mengingat jarak antara Castelan dan Rosel kurang lebih mencapai 4.200 kilometer.


Kalau dikurangi jarak Rosel dengan Matildam maka ... jarak antara Castelan dan Matildam sekitar 3.600 kilometer?


Aku memang dapat meningkatkan kapasitas Mana dengan menaikkan kekuatan sihirku memakai Magic Boost atau Quantakinesis, tapi jumlah peningkatan Mag dari Magic Boost hanyalah sekitar 30%, dan aku tak mau menggunakan Quantakinesis.


Jika aku menggunakan Quantakinesis untuk meningkatkan statusku secara permanen maka aku bisa kehilangan sentuhan dalam pertarungan sebenarnya dan hanya mengandalkan besarnya statusku.


Aku sungguh akan menjadi seorang cheater sampah yang sebenarnya saat itu terjadi.


Lagipula, jarak sejauh 3.600 kilometer masih terlalu jauh bagi kontrol seorang pemula sihir ruang dan waktu sepertiku.


Bukan tidak mungkin aku terlempar ke tempat asing nan jauh setelah salah memasukkan koordinat atau malah badanku tercerai berai saat mengerahkan Extra Major Teleport dari Over Space-Time Magic.


Elena menghela nafas panjang. "Baiklah, hitung-hitung aku juga memang berniat kembali ke Castelan."


"Tunggu aku bersiap sebentar," kata Elena sesudah melangkah keluar dari ruang kerja.


Sekarang aku ditinggal berdua bersama si tua bangka yang sejak kemarin tidak berbicara sama sekali.


Apa dia sangat terpukul karena kehilangan kota yang telah dia bangun selama 200 tahun terakhir?


Mata Saluja benar-benar terlihat seperti ikan mati sekarang. Itu agak mengerikan dalam berbagai artian.


Kesampingkan si tua bangka setengah hidup itu, ini waktu yang tepat memeriksa status serta skillku.


---


Alfain / Male


Fool (2), Watchmen (4) / 15 tahun


Str : 64 (+820), Vit : 72 (+610), Agi : 97 (+330), Dex : 68 (+280), Mag : 120 (+760), Wis : 106 (+950), Luk : 80 (+120)

__ADS_1


---


Skill : Cleaning (3), Cooking (5), Infinite Fool (-)


Extra Skill : Translation (9), Appraisal (6), Repair (7), God of Spirit Blessing (10)


Unique Skill : Authority of Author (6), Space-Time Overity (8)


Special Skill : Hyper Growth (8), Eternal Wisdom (6), False Data (4), Experience Multiplier (7), Multi Mind (6), Spatial Storage (9), Form Shifter (9), Equivalent Exchange (3), Material Shaper (7), Kinesis (10), Dragon Trait (-), Multi Race (4), Vampire Trait (-), Eyes of Hidden Truth (3), Instant Warp (-), Beast Summon (4), Skill Glutton (6), Multi Class (2), Wraith Trait (-), Presence Erasure (5), Titan Trait (-), Skill Enchant (4)


Other Skill : Over Regeneration (5), Astral Regeneration (8), Gluttony (10), Devil Magic (8), Soul Immune (3), Space-Time Magic (10), Advanced Space-Time Magic (10), Master Space-Time Magic (10), Over Space-Time Magic (9), Space-Time Resist (10), Over Space-Time Magic (10)


---


.... Setelah kuberi banyak skill lanjutan berlevel tinggi Authority of Author hanya naik dua level? Berapa banyak sebenarnya 'pengalaman' yang dibutuhkan skill ini untuk naik level?


Kesampingkan itu, pertumbuhan status dasarku cepat sekali—terutama status Mag dan Wis.


Apa ini efek mengubah kelasku menjadi Fool?


Tidak, bisa jadi ini efek gabungan dari kelas Watchmen juga.


Aku belum tahu pasti mengingat aku tidak pernah mengetahui kelas Fool meski aku menulis dunia ini.


Tapi, yang terpenting dari semua itu adalah ....


Aku segera memeriksa deskripsi Kinesis tetapi tidak ada yang berubah.


Hmm, mungkin hanya jangkauan Kinesis yang bertambah ketika naik level mengingat skill ini sudah terlalu di luar batas normal.


Memangnya berapa jangkauan Kinesis sekarang? Aku tidak bisa memeriksanya di sini.


Omong-omong mengenai skill, aku memang sengaja menyisakan beberapa skill sihir ruang dan waktu, namun entah mengapa Space-Time Overity dan God of Spirit Blessing terpindah ke kolom Unique Skill dan Extra Skill secara otomatis.


Aku pernah merampas Extra Skill Holy Spear Arts dari Rachiel dan Orc Lord dari Orclander King tapi skill tersebut masuk ke kolom Other Skill.


Unique Skill aku masih bisa maklum namun, Extra Skill?


Mungkinkah Extra Skill sejenis anugerah langsung dari dewa seperti berkah khusus mempunyai posisi mutlak?


Yah, bagaimanapun juga aku tidak berniat menyimpan semua ini dan akan memberikannya kepada Charla sebagai bekal perjalanannya menjadi Sage terhebat.


Katakan saja aku penyayang adik, aku tak keberatan.


Tapi, kalau itu artinya aku dapat melindungi adik-adik serta keluargaku maka akan kulakukan apapun.

__ADS_1


Elena kembali beberapa saat kemudian. "Oke, aku sudah siap. Ayo pergi."


Aku menggangguk lalu menyentuh bahu Elena sambil memegang lempengan logam Saluja.


Kami segera berpindah ke suatu tempat di mana terdapat banyak orang berlalu-lalang.


"Oh, jadi ini Ibukota Gilard, Castelan?" Aku memandang bangunan sekitar merasa kagum.


Ibukota sebuah kerajaan besar memang tidak bisa dianggap remeh, ya.


Memang benar bangunan di bumi masih jauh lebih besar dan bagus tapi untuk ukuran dunia berlatar abad pertengahan, Castelan memiliki banyak rumah dan berbagai macam tempat yang belum pernah kulihat di tiga kota yang telah kukunjungi di sini.


Sebagian besar bangunan dan infrastruktur di Rilet terbuat dari kayu dengan sedikit berbahan beton, Rosel sedikit lebih maju tetapi tidak begitu terurus berkat penguasa bodoh keluarga Gozet dan Salues, sedangkan Matildam sejauh yang kulihat setengah dari totalnya sudah berbahan beton.


Dan Castelan, sejauh mataku memandang semua rumah serta fasilitas umum di tempat ini bahkan menggunakan beton yang terkesan mewah dan megah—terlebih lagi ukurannya cukup besar.


Ini jelas memperlihatkan kesan bahwa Castelan sungguh Ibukota Gilard dan Gilard bukanlah kerajaan yang bisa dianggap sepele.


Elena terkekeh melihat reaksiku. "Kamu benar-benar seperti orang udik yang baru melihat kota sesungguhnya."


"Berisik." Aku mendengus menanggapi. "Aku baru mengunjungi tiga kota semenjak bangun di dunia ini."


Saluja memang bersama kami tapi meskipun dia mendengar percakapan kami, dia tak akan mengerti maksudku dan dilihat dari matanya, dia benar-benar mati di dalam.


Apa aku terlalu berlebihan menghancurkan Rudania di depan matanya?


Aku jadi sedikit merasa iba terhadap tua bangka satu ini.


Tapi, aku tak menyesal sedikitpun!


Dia patut mendapatkan setidaknya hukuman ini.


"Yah, aku akan kembali ke rumahku setelah sekian lama." Elena melangkah pergi sambil melambai. "Oh, benar juga."


Langkah Elena terhenti dan menyerahkan sebuah lencana. "Tunjukkan lencana ini dan sebut namaku maka kamu bisa mengunjungi kediaman keluarga Heindrich."


Dia mengedipkan sebelah mata sejenak sebelum pergi meninggalkan aku bersama Saluja.


"Elena termasuk bangsawan?" Aku memandang lencana pemberian Elena penuh keheranan.


Aku tidak melihat nama 'von' di tengah hasil Appraisal-ku terhadap Elena jadi aku menganggap dia sungguh berasal dari keluarga saudagar kaya tanpa gelar bangsawan.


Tetapi, mungkin saja dia mirip denganku yang merupakan anak haram yang diusir oleh keluarga bangsawan dan nama khas kebangsawanan 'von' dihapus dari statusnya seperti namaku yang diubah oleh Gustav menggunakan suatu tablet khusus bangsawan menjadi 'Alfain' tanpa nama tengah ataupun belakang.


Oh, masa bodo.

__ADS_1


Aku bisa memikirkan itu nanti.


Tujuanku sekarang adalah Ordo Ksatria Pedang Kabut Emas di kastil. Berangkat!


__ADS_2