I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
62. Sentinel Peringkat Merah


__ADS_3

Satu pukulan Setan Makanan—Red Glutton Devil—berhasil mengguncang seluruh fasilitas rahasia hingga semua orang mengira gempa tengah melanda Matildam.


Kalau bukan karena terbuat dari orichalcum sihir fasilitas rahasia ini jelas sudah runtuh.


"Hei, apa yang kau lakukan?!" Elias berseru melihat perbuatan Setan Makanan. "Kau ingin menghancurkan tempat yang telah susah payah kubangun ini?!"


"Apa pedulimu?" Setan Makanan mengangkat tinju dari lantai logam berkawah.


Dia menoleh ke arah Elias. "Kalau tempat ini hancur sekalipun kita bisa pergi dan membangun tempat lain."


Elias mengumpat kesal.


"Kau pikir berapa banyak uang yang kukucurkan demi fasilitas ini?!" Dia mulai marah-marah. "Kalian setan gaib tak akan mengerti nilai uang bagi manusia!"


Setan Makanan mendengus. "Huh, itu harga yang pantas setelah membiarkan penyusupmu menghinaku."


Elias tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Dia menyadari kalau sang setan mau dirinya dapat terbunuh dan kota Matildam bisa hancur dalam sekejap, tapi Setan Makanan hanya ingin memuaskan perutnya dengan korban-korban persembahan Elias.


Elias tidak begitu peduli dengan Matildam tetapi jika kota tersebut hancur maka bisnis yang telah bangun selama lima tahun akan ikut berantakan.


Mau tak mau dia harus merelakan fasilitasnya hancur daripada seluruh usaha kerasnya hangus.


"Harga yang pantas?"


Setan Makanan dan Elias segera menoleh ke sumber suara ketiga.


Aku melayang tak jauh dari wajah sang Setan Makanan dengan tampang mengejek. "Coba sebut lagi harga barusan? Aku tidak begitu mendengarnya."


"Aku tak pernah ingat membayarmu sepeserpun," ujarku terkekeh sebelum terbang mendekati wajah si setan. "Justru kamulah yang harus membayar."


"Nih, harga yang seharusnya kamu bayar atas semua makananmu selama ini."


Aku melayangkan sebuah pukulan pada pipi Setan Makanan dan membuatnya terhempas beberapa langkah, menghasilkan wajah terkejut Elias serta Setan Makanan sekaligus.


Heh, pukulan berkekuatan penuhku sekalipun hanya mampu mendorong si bongsor ini beberapa langkah, huh?


Padahal aku sudah menggunakan Dragon Strength, Titan Strength, Myokinesis, Telekinesis, Gravitokinesis dan mengalokasikan sebagian besar statusku menuju Str untuk sesaat menggunakan Equivalent Exchange di waktu yang bersamaan.


Dragon Strength dan Titan Strength merupakan sihir yang mampu meningkatkan kurang lebih 30% status Str sementara, lalu ditambah penguatan otot Myokinesis, Telekinesis serta Gravitokinsis untuk mempercepat sekaligus memperberat pukulan barusan sama sekali tidak mempan.


Status Str dan Vit berjumlah di atas sepuluh ribu memang tak bisa dianggap sepele.

__ADS_1


Ditambah, dia juga memiliki Physical Resist yang juga mengurangi segala dampak fisikal.


Tidak buruk.


Aku bisa bermain dengannya untuk sementara waktu.


Setan Makanan memegang pipinya masih dalam kondisi syok. "Kau .... Bagaimana bisa kau membuatku terhempas?"


"Aku sama sekali tidak merasakan pancaran kekuatan apapun darimu." Setan Makanan terlihat kebingungan.


"Bukankah itu sederhana?" Aku tersenyum dingin. "Aku hanya lebih kuat darimu."


Setan Makanan terlihat kesal dan mengerahkan sihir. "Jangan membuatku murka, manusia tak tahu diri! Fire Magic ; Multiple Fire Javelin!"


Tombak-tombak api merah berukuran setengah lengan sang setan dalam jumlah belasan tercipta dari lingkaran sihir dan langsung melesat menujuku.


Aku menyeringai kecil sebelum menghentikan belasan tombak tersebut seketika menggunakan Pyrokinesis.


Mata Setan Makanan terbelalak lebar menyaksikan pemandangan aneh tersebut. Ekspresi Elias pun tidak kalah menarik dari si Red Glutton Devil.


Aku memanipulasi bentuk seluruh lembing api tersebut menjadi menyerupai misil lalu menambahkan sedikit bumbu tambahan.


"Hei, aku tak menerima kembalian!" seruku melemparkan belasan misil api menuju Setan Makanan.


Si Setan Makanan tersenyum penuh kemenangan sambil membusungkan dada dengan bangga.


"Argh!" Setan Makanan meraung penuh kesakitan menerima misil apiku mentah-mentah dengan bodohnya. "Kau! Apa yang kau lakukan?! Ini bukan sihir?!"


Aku tersenyum dingin. "Tepat."


"Sini, biar kutambah lagi!" Aku menciptakan sejumlah besar air kental berwarna hitam pekat dan menuangkan semua kepada Setan Makanan yang membuatnya menjerit lebih keras.


Bagaimana rasanya dibakar hidup-hidup dengan gabungan Pyrokinesis dan Oleokinesis?


Biarpun kau mempunyai Fire Resist dan Fire Immune, kamu tak akan sepenuhnya kebal terhadap api jika Fire Immune belum mencapai level maksimal. Paling tinggi sekalipun hanya mengurangi dampak atau luka bakar akibat api secara drastis.


Tapi, kalaupun mempunyai skill kebal api sepenuhnya bukan berarti kamu juga kebal terhadap panasnya, 'kan?


"Tidak! Ini panas! Terlalu panas!" Setan Merah meraung sambil menderita. "Aku tidak bisa menghancurkan sihir atau memutus Mana api ini!"


Tentu saja, Kinesis bukanlah sihir dan tak menggunakan Mana sama sekali.


Api yang membakar tubuhmu hanyalah api alami.

__ADS_1


Minyak bumi dari Oleokinesis sangatlah mudah terbakar walau energi yang dihasilkan dari proses pembakaran api tidak seberapa.


Nah, mari kita mulai acara barbeku setannya!


"Tambahkan oksigen dengan Aerokinesis." Aku berucap sembari mengerahkan Aerokinesis. "Lalu, tingkatkan suhu api menggunakan Thermokinesis!"


Raungan Setan Makanan semakin menjadi-jadi akibat api Pyrokinesis yang kini berubah menjadi biru cerah mendekati warna keputihan.


Wuah, aku jadi terlihat sangat kejam memanfaatkan daya tahan api setan satu ini untuk membakarnya hidup-hidup.


Jika Risa atau Gisele berada di sini mereka pasti memarahiku habis-habisan.


"Baji-ngan!" Setan Makanan berseru keras dan selimut api pada badannya menghilang seketika.


Oh, dia berhasil menaklukkan penderitaannya. Padahal aku berniat membakarnya sampai hangus menjadi serpihan abu—meski tidak bisa mengingat setan gaib termasuk monster jenis astral seperti roh hantu.


Dia menggunakan Magic Coating untuk melindungi tubuhnya dari api, ya? Menarik.


"Jangan meremehkanku!" Setan Makanan sekali mengerahkan sihir. "Dark Magic ; Darkness Ray!"


Sinar kegelapan meluncur menuju diriku melalui lingkaran sihir pada tangan Setan Makanan.


Aku tersenyum kecil dan ikut mengangkat tangan sebelum berkata. "Negakinesis."


Semua kegelapan tersebut terserap oleh tapak tanganku tanpa sisa membuat sang Red Glutton Devil ternganga hebat.


"Terima kasih atas makanannya." Aku tersenyum dingin. "Nih, kukembalikan semua energi sihirmu dalam bentuk lain."


"Lumino Ray."


Dalam sekejap sinar putih kebalikan dari kegelapan menerangi seluruh ruang pusat fasilitas dan menghantam Setan Makanan—atau tidak.


"Dark Magic ; Darkness Barrier!" Setan Makanan mengerahkan sihir pelindung berwarna gelap menahan Lumino Ray.


Memang benar sihir cahaya dan kegelapan saling bertentangan dalam hal serangan maupun pertahanan, namun bisakah sihir kegelapan yang mengandalkan Mana untuk menarik sebagian energi kegelapan melawan serangan berenergi murni cahaya?


Jawabannya tentu saja tidak.


Darkness Barrier hanya bertahan beberapa detik sebelum akhirnya hancur dan membasuh seluruh tubuh Setan Makanan dengan cahaya putih nan menyilaukan.


Setan Makanan jatuh berlutut tetapi belum kalah, dia nampak masih mampu bertarung.


"Kau .... Siapa sebenarnya dirimu?" Dia melotot kepadaku. "Semua seranganmu, baik itu api ataupun cahaya ini, semua bukanlah sihir!"

__ADS_1


Aku memasang senyum sinis dan menapakkan kaki di tanah. "Bukankah aku sudah mengenalkan diriku?"


"Aku adalah Fain, seorang sentinel peringkat merah."


__ADS_2