
Sesudah makan malam berakhir aku segera kembali ke kamar dan menyusun rencana untuk ke depannya.
Maksudku, dalam waktu dua minggu aku harus mempersiapkan segalanya sebelum diusir.
Aku harus melakukan semuanya sesegera mungkin.
Pertama-tama ... apakah Authority of Author juga bisa digunakan untuk menciptakan skill lain?
Aku tahu secara deskripsi skill ini hanya mampu mengubah dan menulis ulang realita seperti halnya cerita, namun bagaimana jika aku mengubah dan menulis ulang realita mengenai status serta daftar skill yang kumiliki?
Apakah itu dapat bekerja?
Mengapa aku butuh skill lain, katamu? Tentu saja untuk menghasilkan uang. Memangnya apa lagi?
Mengingat dunia ini merupakan dunia fantasi pedang dan sihir pasti juga terdapat eksistensi bernama monster dan berdasarkan logika serta insting sebagai mantan penulis novel fantasi sepertiku, tentunya terdapat pekerjaan sejenis petualang yang bertugas membasmi monster sebagai mata pencaharian.
Aku tahu ini terdengar klise namun aku sudah memantapkan kesepakatan dengan Gustav, jadi aku ingin secepat mungkin mengumpulkan uang agar Gisele dapat ikut bersamaku.
Memang baru beberapa hari semenjak aku bangun di dunia ini tetapi entah mengapa aku telah merasa terikat dengan Gisele.
Aneh ....
Apakah ini kekuatan protagonis dan heroine?
Meh, mana mungkin—maunya bilang begitu tapi berdasarkan berbagai plot cerita fantasi yang sering kubaca sebagai referensi, orang yang bereinkarnasi ke dunia fantasi seperti ini bisa dibilang karakter utama ... 'kan?
Yah, seperti filosofi kebanyakan penulis, kita semua adalah karakter utama kehidupan kita masing-masing, jadi karakter utama pada kisah ini, ya, sudah jelas diriku.
Akulah karakter utama dalam ceritaku sendiri. Bukankah begitu?
Tapi, aku tak banyak berharap dengan plot armor mengingat biarpun aku karakter utama di ceritaku, tetap saja aku merupakan karakter sampingan di cerita orang lain, jadi aku tak mau berharap pada plot armor.
Kesampingkan permasalah karakter utama ini, aku harus fokus terhadap Authority of Author terlebih dahulu.
Apakah mungkin Authority of Author dapat mengubah aku yang tak mempunyai skill bagus selain Unique Skill ini menjadi memiliki beragam skill?
Mari kita coba ... menulis ulang diriku.
Aku meletakkan tangan kananku pada dada bagian kiri dan mulai merapal. "Authority of Author."
.... Oh ... oh .... Oh!
__ADS_1
Badanku memancarkan sinar redup ala Authority of Author! Bukankah ini artinya aku berhasil?!
Tidak, jangan lega terlalu cepat, Fain. Biasanya lega terlalu cepat justru memicu bendera hitam atau putih di berbagai cerita.
Untuk sekarang mari kita periksa daftar skillku sekali lagi.
---
Skill : Cleaning (3), Cooking (4)
Extra Skill : Translation (1)
Unique Skill : Authority of Author (1)
Special Skill : Hyper Growth (1)
---
Aku berhasil! Authority of Author sungguh mampu mengubah diriku sendiri!
Oh, iya, aku lupa memeriksa deskripsi skill baru ini apakah sesuai keinginanku atau bukan.
Hyper Growth (1) ; dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan pengguna sedikit hingga tahap tertentu.
.... Tidak tidak, meskipun aku diberkahi skill curang semacam Authority of Author aku tak ingin langsung lompat ke babak endgame. Itu hanya akan mengurangi ketegangan saat bermain jika memakai cheat dalam game.
Selain itu, dunia ini bukanlah game melainkan dunia nyata.
Meski memiliki status tertinggi yang mampu menghancurkan sebuah benua dalam sekali pukul, namun kalau tidak memiliki teknik dan pengalaman maka sama saja bohong.
Aku sering melihat plot di mana orang terkuat dikalahkan oleh orang lemah yang menggunakan teknik tingkat tinggi di berbagai cerita fantasi, jadi, yah, aku harus menahan diriku sendiri untuk tidak berbuat curang lebih dari ini.
Omong-omong, sekarang sudah jam ... oh, sudah jam 11 malam, ya? Sebentar lagi pergantian hari dan aku bisa memakai Authority of Author lagi.
Mengingat aku telah dibebastugaskan dari pekerjaan pelayan dan diizinkan untuk menggunakan perpustakaan, kemungkinan besar aku akan menghabiskan seluruh hariku di sana dan membaca buku besok.
Aku harus mempersiapkan diri sebaik-baik mungkin sebelum diusir keluar dari kediaman ini.
Dan untuk itu, aku harus menulis ulang diriku sekali lagi untuk memperoleh skill yang dapat meningkatkan daya pahamku agar dapat memahami semua pengetahuan dunia fantasi asli ini.
Tapi, saat ini ....
__ADS_1
"Main game dulu," kataku bergumam sembari membuka aplikasi permainan pada smartphone-ku.
Apa? Kau pikir aku tak butuh hiburan di dunia fantasi yang teknologinya serba ketinggalan ini?
Aku juga manusia, tahu. Manusia modern sepertiku tak akan tahan lama tanpa hiburan. Maklumi saja.
Lagipula, ini juga kulakukan demi menunggu waktu hingga jam 12 sebelum menggunakan Authority of Author dan tidur.
Hmm? Bagaimana dengan baterai smartphone-ku, katamu? Hehehe, kalau masalah itu tenang saja ... habisnya ....
"Kapasitas penyimpanan 100 petabyte, ram 100 gigabyte, serta ketahanan baterai pun bisa dibilang tidak terbatas berkat ide cemerlangku yang memampukan smartphone ini mengisi ulang secara mandiri menggunakan energi di sekitar!"
Ditambah lagi, ponsel ini dilengkapi fungsi anti air, anti retak, dan anti hancur dengan fitur perbaikan otomatis yang kutambahkan! Lalu, jika itu soal koneksi internet—yang entah mengapa bisa terhubung dengan bumi—maka kecepatannya dapat mencapai 100 gigabyte per detik!
Kecepatan yang melebihi koneksi BASA di bumi!
Bukankah ini smartphone terhebat?! Tidak, ponsel ini tidak pantas disebut smartphone melainkan superphone!
Authority of Author memang luar biasa! Buahahaha—"Uhuk uhuk! Sial, aku sampai tersedak saking semangatnya tertawa."
Sebenarnya masih banyak fitur ajaib yang kupasang pada superphone ini melalui Authority of Author namun, yah, intinya ponsel ini bukanlah smartphone yang sering dipasarkan di bumi.
"Dengan adanya superphone ini maka kemungkinan aku dapat bertahan di dunia fantasi ini juga meningkat drastis." Aku mengangguk pelan sebelum menemukan karakter game-ku mati kehabisan darah. "Kampret."
Aku kemudian mencurahkan konsentrasiku pada game tersebut dan waktu berlalu begitu cepat sampai satu jam terasa seperti sepuluh menit.
Aku berhenti bermain game begitu alarm pengingat berbunyi dan kembali menggunakan Authority of Author, lalu berhasil memperoleh satu skill lain.
Eternal Wisdom (1) ; meningkatkan daya paham dan daya ingat pengguna hingga titik tertentu.
Hanya hingga titik tertentu, ya? Aku sebenarnya ingin skill yang bisa membuatku tidak pernah lupa tapi mungkin inilah batas Authority of Author.
Aku mungkin tidak bisa membuat skill curang sampai ke titik terhebat dalam satu kali percobaan namun mungkin memerlukan banyak usaha.
Yah, ada kemungkinan aku bisa menulis ulang levelnya menjadi level tertinggi menggunakan Authority of Author nanti, tapi untuk sekarang aku harus istirahat.
Besok akan menjadi hari yang berat bagiku untuk menyerap segala pengetahuan yang ada di perpustakaan pribadi milik keluarga Ardenheim.
Aku pun memejamkan mata dan tenggelam ke dalam lautan mimpi, lalu segera bangun pada pagi hari di keesokan harinya berkat alarmku.
Aku tanpa basa-basi langsung pergi menuju perpustakaan pribadi keluarga Ardenheim di kediaman utaman, mengambil beberapa buku yang nampaknya menarik dan berisi pengetahuan dasar, lalu duduk di meja kemudian membaca halaman buku pertama satu per satu.
__ADS_1
Aku membaca halaman buku ... aku membaca halaman ... aku membaca ....
.... Huh? Ini seriusan?