I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
45. Menuju Matildam


__ADS_3

Sudah empat hari semenjak aku meninggalkan Rosel dan terbang menuju kota terdekat selain Rilet menggunakan Gravito Flight Sphere, dan aku masih belum sampai juga.


Menurut pengakuan Rosetta, kota selanjutnya akan memakan waktu seminggu lebih dua hari jika menggunakan kereta kuda dan sekitar seminggu tepat memakai kuda tunggal.


Kecepatan Gravito Flight Sphere sendiri cukup tinggi kalau dibandingkan dengan kereta atau kuda tunggal, dan jika kutambahkan dorongan udara Aerokinesis maka kecepatannya dapat berlipat ganda.


Tapi, saat ini aku tak berniat untuk terburu-buru.


Jujur saja, jika aku memakai kecepatan penuh Gravito Flight Sphere dan Aerokinesis aku bisa mencapai tempat tujuan utama perjalananku dalam waktu kurang dari seminggu namun aku tak menggunakannya.


Mengapa, katamu? Tentu saja aku ingin menikmati perjalananku, memangnya apa lagi?


Selain ingin menikmati perjalanan aku juga perlu mampir ke kota lain sebanyak mungkin untuk mengambil misi permintaan sebagai sentinel agar dapat segera melunasi kesepakatanku dengan Gustav, lalu jika memungkinkan menghancurkan keluarga bangsawan arogan nan idiot.


Omong-omong tentang bangsawan, Sain dan rombongan Pedang Kabut Emas sudah mencapai setengah perjalanan menuju ibukota pagi ini.


Dia menghubungiku menggunakan ponsel sekaligus mencobanya.


Cepat sekali mereka padahal baru lima hari mereka baru berangkat dari Rosel.


Kalau tak salah Sain dapat menggunakan sihir cahaya, ya?


Sihir cahaya memiliki banyak sihir pendukung dan salah satunya adalah sihir pemulih stamina.


Mungkin dia mengaplikasikan sihir tersebut pada kuda mereka sehingga dapat berlari dalam kecepatan penuh selama seharian tanpa istirahat.


Jika menganggap kecepatan penuh kuda dunia ini sama dengan di bumi dan terus berlari selama enam jam tanpa menghitung waktu istirahat, maka dalam sehari mereka bisa menempuh kira-kira 420 kilometer.


Menurut asumsi ini maka mereka telah menempuh 2.100 kilometer dan jarak menuju ibukota sekitar ... 4.200 kilometer?


Itu seperti jarak dari Kalimantan Tengah sampai Jayapura.


Bukankah itu terlalu jauh untuk kerajaan abad pertengahan dunia fantasi?


Yah, Gilard memang terkenal sebagai kerajaan yang teramat luas secara wilayah.


Tapi, mereka tidak mungkin mengambil jalan lurus langsung ke ibukota, 'kan? Mereka pasti mengikuti jalan utama yang meliuk-liuk dan melalui beberapa kota terlebih dahulu.


Lagipula, sebesar apapun status Mag Sain mustahil Mana-nya tak terkuras kalau mengerahkan sihir pemulih stamina secara berkelanjutan setiap kali kuda mereka kelelahan.


Kurasa Gilard tidak seluas yang kupikirkan jika menghitung faktor tersebut.

__ADS_1


"Kalau memang seluas itu maka Gilard pasti mengalami banyak masalah," gumamku sambil memainkan gumpalan air di tangan.


Apa? Aku sedang melatih Hydrokinesis dari Kinesis sambil terbang.


Tidak baik membuang-buang waktu, bukan?


Dan juga, aku sedikit bosan jika tak melakukan apa-apa.


Kalau aku bermain game di superphone aku akan sulit menjelaskan jika berpapasan dengan orang lain di tengah jalan.


Sebisa mungkin aku ingin merahasiakan superphone selama mungkin seperti halnya Authority of Author.


Bagaimanapun juga, berkat itu level Kinesis-ku meningkat lagi.


Kinesis (6) ; dapat memanipulasi berbagai elemen dunia hingga tahap dan jarak tertentu menggunakan energi kinetik dan potensial.


Ya, tidak ada perubahan pada deskripsi Kinesis namun jangkauan Kinesis bertambah cukup drastis.


Aku kini mampu memanipulasi berbagai elemen sampai 50 meter dariku.


Kalau saja level enam jangkauannya bertambah sampai 50 meter maka akan menjadi berapa meter jika Kinesis mencapai level 10?


Skill buatan Authority of Author memang tidak ada yang normal—dan semua itu berasal dari kepalaku.


Artinya akulah yang tak normal.


Aku menghela napas panjang. "Bagaimana kabar anak-anak panti, ya?"


Sudah empat hari aku meninggalkan mereka dan aku harap mereka tidak rewel.


Omong-omong, apakah mereka akan terkejut terhadap apa yang kuperbuat pada kebun mereka?


Aku sedikit banyak bisa membayangkan ekspresi kacau Risa ketika menyadari tunas dan benih sayuran yang mereka tanam di kebun sudah hampir tumbuh matang.


Malam sebelum keberangkatanku, aku mengunakan Authority of Author untuk menulis ulang kebun berpetak 30 meter tersebut menjadi teramat subur yang bisa dihidupi oleh tanaman apapun dan dapat mempercepat pertumbuhan tanaman hingga 10 kali lipat.


Dengan ini mereka tidak perlu terlalu bergantung terhadap dana pemberianku dan bisa menjual hasil kebun mereka sendiri.


Bisa kau katakan kebun itu sekarang adalah kebun ajaib.


Ide bagus, bukan?

__ADS_1


Aku sadar hal ini tak mungkin dirahasiakan dan pasti mengundang tangan-tangan serakah yang berniat merebut tanah tersebut, maka dari itu aku menulis ulang lahan 50 meter di sekitar panti menggunakan metode serupa.


Tidak, aku tak membuat semua lahan itu subur melainkan membuat makhluk dan benda mati apapun yang bertujuan jahat terhadap panti serta anak-anak akan langsung diteleportasikan ke luar kota Rosel begitu mencapai area 50 meter tersebut.


Aku sebenarnya berencana untuk melenyapkan makhluk atau benda yang berniat buruk terhadap siapapun di area panti tetapi itu sedikit terlalu kejam, jadi aku mengubahnya menjadi teleportasi paksa ke 100 meter di luar wilayah Rosel.


Selain menjadi antisipasi orang-orang serakah ketika terjadi sesuatu besar yang mengancam seluruh kota maka panti bisa menjadi tempat pengungsian terbaik bagi semua orang.


Ditambah, selama manajemennya tepat persediaan makanan akan selalu berlimpah sehingga mereka bisa hidup tenang meski dalam situasi mengungsi.


Selain itu aku juga meninggalkan toples camilan tak terbatas kepada anak-anak jadi, yah, mereka tak akan kekurangan dalam hal pangan.


Satu batu dua burung.


Aku memang jenius.


Rosetta telah kuberitahukan mengenai hal ini sehingga saat waktunya tiba maka tidak ada masalah selama warga yang mengungsi ke panti tak memiliki niat buruk terhadap siapapun dalam area 50 meter dari panti—meski dia sempat heboh sendiri.


Dan misalkan terdapat orang yang hendak membeli panti dariku maka dia bisa berurusan dengan Rosetta sang ketua serikat cabang Rosel sekaligus sentinel peringkat perunggu—dan tentunya aku si pemilik yang memiliki reputasi pembunuh bangsawan.


Aku bisa kembali ke panti kapan saja menggunakan Instant Warp dan aku juga menempatkan kamera pengawas yang kubeli dari superphone yang tentunya terhubung dengan superphone pada beberapa tempat strategis di panti, jadi tak ada yang perlu kukhawatirkan.


"Kalau tak salah kota selanjutnya bernama Matildam, ya?" Aku bergumam memandang lokasi kota tersebut pada peta superphone sejenak.


Sekitar 100 kilometer lagi maka aku bisa melihat gerbang kota.


Aku dapat meningkatkan kecepatanku dan sampai di kota saat matahari terbenam.


Saat aku bersantai sambil melatih Hydrokinesis, pandanganku menemukan segerombolan monster sedang mengerumuni suatu tempat.


Hmm, aku bisa tempat tersebut terdapat seseorang atau sekelompok orang tengah diserang sekawanan monster.


Apa aku perlu membantu mereka? Itu akan membuatku lebih seperti tokoh utama dalam novel.


Tidak buruk juga.


Lagipula, siapa tahu mereka adalah orang baik, aku tak bisa membiarkan mereka mati.


Mari tambah kecepatan dan maju ke arah kerumunan monster tersebut!


Waktunya menjadi pahlawan kecil!

__ADS_1


__ADS_2