I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
34. Koin Emas


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusan di kediaman Gozet, aku berteleportasi menuju serikat sentinel menggunakan Instant Warp.


"Wuah! Fain!" Resepsionis menjerit keras begitu melihat sosokku muncul secara tiba-tiba di hadapannya. "Kau datang dari mana?!"


Reaksinya mirip seperti Risa, ya.


Dia terlihat imut.


Yah, kesampingkan reaksi si resepsionis, sepertinya aku tidak boleh asal mengerahkan Instant Warp di tempat umum atau banyak orang.


Kalau mereka mempunyai penyakit jantung dan mati kaget karena aku tiba-tiba muncul mungkin aku bisa dituduh pembunuh—meski tidak sepenuhnya salah juga sih.


"Abaikan itu, aku kemari untuk mengambil imbalanku mengenai Metal Manticore." Aku langsung ke inti tak ingin berbelit-belit. "Apa sudah dipersiapkan?"


Resepsionis nampak keberatan namun tidak menolak.


Dia kemudian memberikan bayaranku sebesar 30 koin perak—yang telah dipotong dari satu koin emas karena hancurnya jasad Metal Manticore kemarin.


Aku tahu.


Aku akan merefleksikan diri dan menghadapi Metal Manticore secara normal berikutnya.


Aku tidak ingin hadiahku dikurangi lagi karena menjual material rusak.


"Dan ini imbalan tambahan dari ketua serikat," kata resepsionis menyodorkan sekeping ... koin emas?!


Huh?! Aku memangnya mengerjakan apa sampai mendapat bayaran tambahan sebesar satu koin emas?!


Membasmi Metal Manticore ... bukan.


Jasa membasmi Metal Manticore sudah tertulis jelas sebesar 10 koin perak di kertas permintaan kemarin sementara harga jual tubuh Metal Manticore yang sebagian besarnya hancur pun menurun drastis hingga 20 koin perak.


.... Aku melakukan apa?


"Kamu terlihat kebingungan, Fain." Rosetta turun dari tangga menjawab kebingunganku.


Aku segera mendekati Rosetta. "Satu koin emas ini untuk apa? Aku tak ingat melakukan sesuatu yang patut dibayar sekeping koin emas."


Rosetta tertawa kecil menanggapiku sebelum naik menuju lantai dua. "Mari kita bicarakan di ruanganku."


"Apa kau berencana menggodaku di tempat sepi?"

__ADS_1


"Hmm, bukan ide yang buruk." Rosetta tersenyum tetap melangkah menaiki anak tangga demi anak tangga. "Tapi, bukan. Aku punya sesuatu yang lebih serius untuk dibicarakan secara empat mata denganmu."


Yah, tentu saja.


Aku tidak berharap candaanku terhadap ketua serikat kali ini menjadi kenyataan juga.


Tetapi, aku juga mempunyai dugaan apa yang ingin Rosetta bicarakan mengingat dia merupakan ketua serikat sentinel di kota ini.


Dan seperti yang kukira, dia berbicara mengenai keluarga Gozet.


"Gosip memang menyebar lebih cepat daripada cahaya." Aku menghela napas sembari tertawa.


Rosetta tak menanggapi tawaku dan menjelaskan dengan serius. "Seperti yang kamu ketahui selama lima tahun terakhir Rachiel dan Gozet sekeluarga menekan serikat sentinel cabang Rosel agar tak mengambil menerima permintaan pembasmian monster dari warga."


"Akibatnya, para sentinel lokal angkat kaki dari kota ini." Dia menghela napas berat sesudah berkata demikian.


Rosetta mengaku tanpa sentinel maka serikat sentinel tidak berguna bagi suatu wilayah dan tentu saja sebagai ketua serikat, dia telah gagal menjalankan tugasnya.


Jika tidak ada aktivitas sentinel pada kota ini dalam setahun berikutnya maka serikat sentinel pusat akan mencabut hak operasional serikat sentinel serta anggotanya di Rosel.


Rosetta serta pegawai serikat lain akan dipindahtugaskan ke kota lain dan jika itu terjadi, Rosel akan sepenuhnya jatuh ke dalam tangan keluarga Gozet tanpa ada yang mampu menahan tangan besi mereka.


Beruntungnya sebelum semua itu terjadi aku datang dan menghancurkan keluarga Gozet.


Begitu rupanya.


Aku jadi sedikit paham alasan mengapa Rachiel atau keluarganya belum pernah membunuh atau menggunakan kekerasan nyata terhadap warga yang menolak membayar pajak selain menekan dan hanya terus menuntut pajak perlindungan seperti kejadian di panti kemarin.


Rosetta menjabarkan bahwa dirinya memiliki sihir roh dan dengan mengontrak roh angin di sekitar Rosel, dia dapat mengawasi tindakan keluarga Gozet agar tidak melakukan kekejaman terhadap warga kota.


Jika dia menemukan terdapat prajurit yang melukai warga berdasarkan perintah Rachiel atau keluarga Gozet lainnya maka Rosetta bisa menggunakan alasan tersebut untuk menyerang keluarga Gozet.


"Biarpun begini aku merupakan sentinel peringkat perunggu." Rosetta membusungkan dada—besarnya—dengan bangga.


Yah, statusmu cukup sebanding kalau bukan lebih tinggi dari Calvin jika ditotal.


Rosetta pada dasarnya cukup kuat menurut standar dunia ini hanya saja dia terlihat menyedihkan karena bertemu diriku yang menggunakan Kinesis untuk memanipulasi elemen sekitar tanpa sihir.


Aku mengangguk memahami penjelasan Rosetta dan menunjukkan koin emas pemberian resepsionis di lantai bawah. "Jadi, singkat kata koin emas ini adalah bayaranku telah menyelamatkan serikat sentinel cabang Rosel?"


"Benar." Dia mengangguk. "Meskipun sekeping koin emas masih jauh dari kata cukup sebagai bayaran menyelamatkan serikat cabang serta seluruh kota, tolong memaklumi bahwa serikat tidak bisa membayar lebih."

__ADS_1


Rosetta kembali menjelaskan singkat bahwa semenjak tekanan dari Rachiel lima tahun lalu, serikat tidak bisa menjalankan permintaan warga sehingga keuangan mereka benar-benar terpuruk.


Para pegawai serikat pun hampir tidak digaji selama setengah tahun terakhir demi membayar pajak tanah serta perlindungan.


Kehidupan kota ini lebih parah dari yang kuduga.


.... Hmm? Tunggu sebentar, ada yang janggal.


"Kalau serikat tidak bisa menerima permintaan dari mana asal permintaan pembasmian Metal Manticore kemarin?" Aku segera bertanya begitu mengingat pemicu keruntuhan keluarga Gozet.


Rosetta kembali menghela nafas berat sambil menjawab. "Soal itu .... Akulah yang membuat permintaan Metal Manticore secara pribadi agar beberapa sentinel lokal yang berdiam di kota ini keluar dari persembunyian dan menjalankan tugas mereka sebagai sentinel."


"Tapi, pada akhirnya mereka semua meringkuk tak berani menentang Rachiel." Dia mendengus kesal selesai menjelaskan.


Ah, begitu rupanya. Masuk akal mengapa lembar permintaan tersebut tidak dipampang pada papan permintaan.


Yah, kalau kau bertanya kepadaku itu sudah jelas mengapa mereka semua ketakutan.


Pertama, Rachiel amatlah kuat dan sentinel biasa tidak mungkin mampu mengalahkan pria tua berotak otot tersebut.


Kedua, selain seorang ksatria yang teramat kuat Rachiel juga merupakan seorang bangsawan. Jika menentang keluarga bangsawan maka sama saja menentang kerajaan tempat mereka tinggal.


Aku sendiri adalah kelainan jadi tak usah hiraukan diriku.


Aku mengusap dagu sejenak sebelum mengangkat suara lagi. "Ketua Rosetta, kau tadi berkata bayaran atas perbuatanku jauh dari kata cukup, bukan?"


Rosetta terdiam sesaat namun menjawab tiga detik berselang. "Benar."


"Apakah kamu mempunyai suatu permintaan yang perlu kulakukan untuk memenuhinya?" Dia berkata dengan senyuman tipis. "Kalau kau memintaku menemanimu di ranjang selama kamu tinggal di kota ini maka aku tidak keberatan."


"Sebaliknya, aku justru merasa terhormat dapat mengandung anak dari pria sekuat dan seberani dirimu," katanya sambil mengedipkan sebelah mata.


.... Aku tidak pernah menduga wanita ini menawarkan dirinya sendiri sebagai bayaran.


Yah, aku akui paras serta bentuk tubuhnya memang menarik hasrat seksualku, tapi ....


"Tawaran menarik." Aku berdeham sejenak. "Tetapi, aku punya rencana lain perihal permintaan tersebut."


Rosetta segera memasang ekspresi merajuk mendengar penolakanku.


Memangnya apa dirimu? Anak kecil?

__ADS_1


Jangan gunakan tatapan memelas seperti itu padaku saat kau berharap aneh-aneh.


__ADS_2