I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
61. Red Glutton Devil


__ADS_3

Setelah para budak terselamatkan pergerakanku menjadi lebih bebas.


Aku tidak perlu lagi bersembunyi menggunakan Presence Erasure ataupun Audiokinesis.


"Maju sini kalian!" ujarku lantang kepada para pengurus fasilitas. "Akan kuhabisi kalian semua!"


Mengerahkan Aerokinesis dan Cryokinesis, aku dengan cepat melibas habis semua yang menghadang tanpa ampun.


Ini bukan berarti aku menikmati pembunuhan.


Aku sudah memastikan menggunakan Eyes of Hidden Truth bahwa mereka hanyalah sekelompok bandit sampah yang disewa Elias untuk menjaga fasilitas ini.


Tidak ada satupun dari mereka yang patut diselamatkan.


Aku berlari menuju pusat fasilitas sambil mengamuk sepuas hati menghabisi bandit-bandit tak bermoral di tempat ini.


Tidak butuh waktu lama bagiku sampai di ruang pusat yang mana aku menemukan sesosok makhluk gemuk berkulit merah setinggi 20 meter disertai sepasang tanduk pada dahinya duduk menyadar dinding.


Itu pasti Setan Makanan yang dimaksud Elias.


Mari kita lihat seberapa kuat dia .... Appraisal!


---


Red Glutton Devil / Devil


Glutton (9) / Spirit-type


Str : 12.370, Vit : 10.800, Agi : 6.720, Dex : 4.030, Mag : 9.840, Wis : 7.680, Luk : 1.200


---


Skill : Enhanced Strength (10), Ehanced Defense (10), Martial Arts (10), Advanced Martial Arts (10), Master Martial Arts (9), Fire Magic (10), Advanced Fire Magic (10), Master Fire Magic (6), Fire Resist (10), Fire Immune (7) Dark Magic (10), Advanced Dark Magic (10), Master Dark Magic (8), Dark Resist (10), Dark Immune (9), Magic Coating (10), Magic Interrupt (10), Mana Interrupt (10), Magic Manipulation (6), Mana Manipulation (10), Gluttony (10), Omnivore (10), Soul Eater (10), Magic Eater (10), Darkness Eater (10), Power Up (8), Guard Up (9), Magic Up (10)


Special Skill : All-You-Can-Eat (10), Soul Immune (3), Physical Resist (10), Magic Resist (10), Devil Magic (8), Over Regeneration (7), Astral Regeneration (8)


---


.... Apa aku menulis bangsa setan sekuat ini, ya?


Abaikan statusnya yang terlalu di luar nalar, rata-rata skill setan satu ini berlevel maksimal dan sebagian besarnya merupakan skill tipe sihir.


Status Wis-ku—pertahanan sihir—memang paling tinggi di antara semua statusku tapi kalau lawannya berstatus Mag hampir mencapai 10.000, apa mungkin aku masih bisa menang?


Kalaupun aku harus bertarung secara langsung satu lawan satu maka peluangku amatlah kecil dan aku harus menghindari semua serangannya tanpa terkecuali.


Bagaimana ini? Apa aku harus kabur dan menyusun rencana lebih baik?


Perlukah aku berlatih selama beberapa tahun di dalam Chrono Static Field agar status dasarku meningkat sebelum menghadapi setan ini?


.... Tidak, ini justru kesempatan untuk memastikan sekuat apa sebenarnya diriku jika mengerahkan seluruh tenaga serta kemampuanku.


Sejauh ini aku belum menemukan lawan yang mampu membuatku serius sampai mengeluarkan semuanya dan bertaruh nyawa.

__ADS_1


Ditambah, pengalaman bertarungku termasuk sedikit terlepas dari semua kekuatan yang telah kuperoleh dari Authority of Author.


Ini kesempatan emas untuk memastikan kekuatan serta menambah pengalaman bertarungku.


Kalau aku tak bisa mengalahkan orang ini maka menyelamatkan Kerajaan Gilard, Gisele, keluarga Ardenheim, serta seluruh anak-anak di panti hanyalah sekedar angan-angan belaka.


Demi mengalahkan setan ini aku memerlukan beberapa persiapan terlebih dahulu.


.... Hmm? Suara teriakan seorang pria? Siapa yang berteriak sekencang ini?


"Setan Makanan!"


Oh, itu suara Elias.


Aku tak menyangka dia berada di tempat ini saat aku menyerang.


Ini terlihat menarik.


Ada baiknya aku merekam ini menggunakan superphone. Siapa tahu bisa menjadi bukti kuat atas metode serta kekejian Elias.


Ah, pikiran kedua, pikiran ketiga. Aku serahkan persiapannya kepada kalian.


Elias berseru di depan makhluk merah raksasa tersebut. "Fasilitas ini telah diserang oleh penyusup! Kita harus segera pergi dari sini!"


"Huh? Kenapa?" Setan Makanan menjawab. "Jika ada penyusup maka bahwa dia kemari dan biarkan aku memakannya."


"Aku masih belum puas dengan budak yang kau berikan hari ini." Dia bersendawa sesudah berkata demikian.


Elias menggeram peringatannya diacuhkan oleh sang setan.


"Akulah yang memanggilmu dari alam bawah! Aku yang mengontrakmu! Aku juga yang memberikan makanan di sini!" Elias berseru sekuat tenaga. "Atas dasar itu aku memerintahkanmu untuk melenyapkan penyusup ini sekarang juga!"


"Jangan sampai dia mencapai ruang pusat ini!"


Setan makanan terdiam sejenak lalu menggali emas dalam hidungnya. "Meh, biarkan saja dia datang kemari."


Amarah Elias semakin menjadi-jadi berkat sikap acuh tak acuh sang setan.


Aku tidak tahu harus tertawa atau merasa kasihan terhadap Elias menyaksikan pemandangan komedi langka ini.


"Kau berisik sekali." Setan makanan menepis semua perkataan Elias. "Lagipula, mau kau menyuruhku begitu semua sudah terlambat."


"Huh? Apa maksudmu?" Dahi Elias seketika mengerut.


Setan makanan menunjuk ke arahku. "Dia sudah tiba sejak beberapa saat lalu."


"Hah?!" Elias menjerit begitu menyadari keberadaanku. "Bagaimana bisa dia kemari secepat ini?!"


Hmm, meskipun aku sudah menggunakan Presence Erasure si setan satu ini tetap menyadariku, ya?


Kurasa tak ada gunanya lagi bersembunyi.


Aku melangkah keluar dan melambai. "Hei, Elias. Ini kedua kalinya kita bertemu secara langsung."

__ADS_1


"Huh? Kedua kali?" Dia terlihat bingung. "Apa maksudmu kedua kalinya? Kita bahkan belum pernah bertatap mata."


"Aih, tuan muda Elias sungguh menyakiti hati kecilku." Aku terkekeh menanggapi.


Senyum mengejek mulai melengkung pada bibirku. "Bagaimana mimpi burukmu dua hari lalu? Apakah itu meninggalkan kesan mendalam bagimu?"


"Mimpi buruk?" Elias perlahan tersadar. "Kau! Kau yang membuatku bermimpi mengerikan itu!"


"Tepat sekali."


Langkahku terhenti sekitar 20 meter di depan mereka.


Aku menengadahkan dagu sebelum berucap. "Apakah kamu menyukai hadiah kecilku?"


"Bajingan satu ini!" Elias berseru keras. "Kau harus menembus perbuatanmu dengan nyawamu!"


Dia mengangkat sebelah tangan mengarah padaku. "Jawablah panggilanku, apa yang kuinginkan adalah lembing api penghancur! Fire Magic ; Fire Javelin!"


Sebuah tombak api melesat dari lingkaran sihir pada tangan Elias menujuku dengan cepat.


"Hah! Status Mag-ku berada di atas 700 poin dan berkat membuat kontrak dengan Setan Makanan ini, kekuatan sihir apiku menjadi berlipat ganda!" Elias berteriak. "Sihirku adalah yang terkuat di seluruh Matildam! Kau tak punya kesempatan!"


"Hanguslah menjadi abu!"


Tujuh ratus poin, huh? Tidak buruk juga untuk seorang bangsawan serakah yang memusatkan perhatian pada bisnis keji seperti membuat gula berbahan dasar organ para budak.


Tapi sayang, kamu harus berhadapan denganku.


Aku mengibaskan tangan tanpa tenaga melenyapkan tombak api Elias.


"Huh?" Elias memasang wajah bodoh menyaksikan serangan sihirnya lenyap begitu saja.


Daripada senyum narsis nan menjijikkan, tampang seperti ini lebih cocok untukmu, tahu.


Kau terlihat lebih tampan.


Aku yakin banyak wanita akan jatuh hati padamu kalau kau memperlihatkan ekspresi ini kepada mereka—bahkan mungkin juga Elena.


"Bagaimana ...." Elias menjerit keras. "Bagaimana bisa?!"


Dia lalu menoleh ke arah sang setan. "Apa yang terjadi?! Bukankah kau membagi sebagian kekuatan sihir apimu kepadaku?! Kenapa dia tak terluka bahkan mampu menepis sihir apiku semudah itu?!"


Setan makanan mengusap dagunya menatapku penasaran.


"Aneh, tubuhmu tak memancarkan banyak aura ataupun kekuatan." Dia memiringkan kepala. "Kenapa kamu mampu menghalau serangan Elias begitu mudah padahal aku tidak merasakan sedikitpun esensi kekuatan darimu?"


Aku tersenyum sinis menanggapi perkataan sang setan. "Apa peduli setan rendahan sepertimu terhadapku?"


"Apa kamu malu karena terlalu lemah untuk ukuran Red Glutton Devil sehingga memutuskan kabur dari alam bawah dan membuat kontrak dengan sampah itu?" Aku menunjuk Elias tanpa melunturkan senyum sakras. "Menyedihkan sekali nasibmu sebagai Red Glutton Devil."


Elias beraksi keras terhadap kata 'sampah' yang kulontarkan dan si setan makanan ... dia menghilang dari pandanganku dan muncul kembali tepat berjarak dua meter dengan tangan raksasa terkepal.


Dia mendorong tinju tersebut langsung menuju arahku. "Manusia lemah rendahan sepertimu berani menghinaku?"

__ADS_1


BOOM!


__ADS_2