
Keesokan harinya Gustav membawaku ke sebuah lahan kosong seluas sekitar lima hektar tidak jauh dari kediaman Ardenheim.
"Aku berhasil memenuhi permintaanmu, tapi nampaknya kurang luas dan tanahnya juga tidak begitu bagus untuk dijadikan kebun produksi, huh." Gustav berkomentar sinis terhadap dirinya sendiri sembari memandang luas lahan kosong tersebut.
Diskusiku dengan Gustav beserta kedua istrinya kemarin pagi menyertakan banyak hal.
Mulai dari penyediaan lahan, pekerja kebun, buruh produksi hingga personel manajemen yang dapat dipercaya.
Tentu sebagai penguasa sekaligus bangsawan dengan kemampuan berbisnisnya, Gustav dapat mengatasi semua itu seorang diri, namun kami juga membutuhkan orang yang benar-benar ahli dalam hal pertanian untuk merawat kebun cokelat dan mengawasi perkembangan produk cokelat.
Gustav masihlah seorang penguasa sekaligus bangsawan, dia tak akan mampu mengurus semua ini sendirian mengingat banyak pekerjaan penguasa Rilet harus dia jalani setelah walikota dan antek-anteknya diusir karena menggelapkan pajak kota.
Bagaimana denganku, katamu? Aku sendiri hanya menjadi penyedia lapangan dan tukang konstruksi untuk membangun perkebunan serta pabrik cokelat di sini.
"Memang." Aku berkomentar selagi mencubit tanah dapat merasakan kegersangan pada sepucuk tanah bercampur pasir. "Tapi, tidak ada masalah. Aku bisa membuat lahan ini menjadi lahan paling subur sedunia."
Lahan kosong yang berhasil Gustav dapatkan hanyalah lahan tandus yang ditinggalkan karena tak bisa menghasilkan apa-apa bagi Rilet, tetapi jaraknya dengan kediaman Ardenheim tidak begitu jauh dan mudah diakses oleh warga.
Ini lokasi yang strategis kalau menurut pendapatku seorang.
Gustav tersenyum kering mendengar pernyataanku. "Aku tidak tahu bagaimana kekuatan dewamu mampu melakukan itu tapi tolong jangan terlalu berlebihan."
"Pikirkan juga keamanan Rilet dan Ardenheim yang pasti menjadi incaran banyak bangsawan di masa depan jika rencanamu berjalan lancar." Gustav mengingatkan.
Aku melebarkan senyum. "Kalau mereka memang berani maka datang saja. Aku akan membantai mereka jika mereka sungguh melakukan itu."
Baik, cukup basa-basinya.
Pertama-tama yang harus kulakukan adalah mengubah lahan ini menjadi subur dan mampu menopang nutrisi pohon cokelat serta tanaman lain tanpa kendala, lalu kurasa peningkatan kecepatan mereka berbuah seperti kebun kecil panti asuhan di Rosel.
Dengan Authority of Author aku dapat melakukan itu semudah membalikkan telapak tangan.
Aku mengangkat sebelah tangan ke langit dan sebelah lagi menunjuk tanah. "Authority of Author."
Tanah ini akan subur mencakup semua nutrisi yang diperlukan tanaman apapun ... kecepatan pertumbuhan tanaman di sini akan menjadi beberapa kali lipat kecuali tumbuhan hama ... lalu, tanaman apapun yang tumbuh di lahan seluas 5 hektar ini selalu bebas dari penyakit ....
Masalah lahan beres kemudian selanjutnya mengenai keamanan yang disebutkan Gustav.
__ADS_1
Seluruh area dalam dua hektar ini akan mempunyai kemampuan seperti panti asuhan Rosel ....
Nah, selesai.
Tanah dalam jangkauan Authority of Author memancarkan sinar redup khas sejenak meski secara sekilas tidak terlihat perubahan sama sekali.
Gustav mengerutkan dahinya memandang cahaya khas Authority of Author. "Fain, apa mungkin itu kekuatan dewamu?"
"Aku tak akan menyebutnya kekuatan dewa tapi, yah, kurang lebih." Aku mengangguk sebelum menghentakkan kaki. "Dendrokinesis."
Dalam sekejap lahan gersang yang hanya terdapat bebatuan kecil dan pasir berubah menjadi hamparan rumput sejauh mata memandang sekaligus ekspresi Gustav yang kini melongo hebat sembari mengusap mata beberapa kali.
Aku terkikik melihat reaksi ayahku tersebut
Mengejutkan, bukan? Aku tidak keberatan jika kamu bersujud dan menyembahku sekarang, Gustav.
Hmm, kalau dipikir lagi lahan penuh rumput seperti ini tak akan bagus bagi pertumbuhan pohon cokelat. Aku perlu mengurangi sebagian besar rerumputannya.
Aku kemudian menggunakan Dendrokinesis dari Kinesis yang dapat memanipulasi tumbuhan untuk melenyapkan sebagian rerumputan yang kuanggap berlebihan sebagai penyesuaian sebelum menumbuhkan jejeran pohon cokelat dalam kondisi siap berbuah.
Normalnya butuh waktu bertahun-tahun dan berbagai perawatan untuk mencapai tahapan ini tetapi berkat Dendrokinesis, semua hal merepotkan dapat dilewati secara abnormal.
Jadi, aku mengatur lahan menggunakan Authority of Author dan memanipulasi pertumbuhan pohon cokelat dengan Dendrokinesis agar mempercepat proses yang membutuhkan waktu sekitar setengah tahun tersebut menjadi tiga hari.
Aku berjalan mendekati salah satu pohon cokelat dan menepuk batang utamanya. "Ayahanda, aku sudah membuat pohon-pohon ini agar dapat dipanen tiap tiga hari sekali."
"Dan contoh buahnya adalah seperti ini." Aku mempercepat waktu menggunakan Chronokinesis pada pohon cokelat tersebut sampai pada titik mengeluarkan buah dan siap dipetik.
Aku mengambil salah satu buah itu dan menunjukkannya kepada Gustav. "Yang kita butuhkan untuk memproduksi cokelat adalah biji di dalam buah ini—Ayahanda?"
.... Uhh, oh, Gustav.exe mengalami kegalatan. Dia tidak meresponku sama sekali.
Padahal aku tadi sudah memperingati semua yang kulakukan terhadap lahan ini akan menghancurkan semua logika tetapi, dia bersikeras ikut untuk menyaksikan langsung perbuatanku.
Tapi, kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan? Aku? Enak saja.
***
__ADS_1
Selagi Gustav pingsan sambil berdiri aku menyelesaikan konstruksi pabrik dan sekitarnya seperti pagar, gerbang, gedung, pos penjaga, dan berbagai macam hal lainnya yang diperlukan menggunakan Geokinesis.
Tidak semuanya terbuat dari batu dan tanah, aku juga mendapatkan material berbahan logam untuk beberapa bagian tertentu pada gedung pabrik—meski sebagian besarnya terbuat dari beton.
Omong-omong soal logam ....
"Fain ..." Gustav yang terbaring di kasur menghela nafas berat. "Kamu berkata kamu bukan hanya dapat menumbuhkan hutan beserta tanamannya dalam sekejap, tetapi juga menciptakan logam?"
"Daripada menciptakan lebih tepatnya aku menggandakan." Aku menunjukkan dua logam batangan serupa namun sedikit berbeda.
Gustav memperhatikan sepasang logam tersebut dengan cermat. "Ini ...."
Sekilas dua batang logam ini terlihat sama tetapi kalau diperhatikan lebih jauh, maka seseorang dapat dengan mudah menemukan bahwa satu logam batangan merupakan logam baja murni bersih, sementara satunya baja batangan kotor yang bercampur dengan banyak materi lain.
Awalnya aku ingin menggunakan Authority of Author untuk menciptakan skill duplikasi atau penggandaan material mati, tetapi dua jatah Authority of Author hari ini sudah habis berkat membuat lahan kebun menjadi subur beserta sistem keamanannya.
Pada akhirnya, aku mengerahkan seluruh konsentrasiku untuk menggandakan massa logam murni yang kubeli melalui superphone tersebut menggunakan Quantakinesis dari Kinesis yang dapat memanipulasi angka.
Angka tidak terbatas hanya dalam bentuk satuan lisan, tetapi juga berat serta massa suatu benda tergolong angka, sehingga aku dapat menggandakan massa suatu material atau bahkan sel makhluk hidup.
Tapi, agar dapat memanipulasi angka aku harus mengetahui perkiraan angka targetku secara tepat.
Aku tak mampu menduplikasi air seluas samudra karena aku tak tahu pasti jumlah massa mereka namun jika aku mau, aku bisa menduplikasi seluruh planet ini dan menciptakan planet baru yang benar-benar identik.
Hal ini aku temukan ketika aku mencoba mencurangi level skill.
Meskipun aku berhasil menambah angka level skill, kenyataannya deskrispi skill tidak berubah dan membuatku menyadari bahwa aku tidak mengetahui secara pasti perkiraan jumlah 'pengalaman' pada skill tersebut, sehingga aku tak dapat menggunakan Quantakinesis secara curang.
Jika itu angka status aku masih bisa menambah ataupun menguranginya tanpa menggunakan Equivalent Exchange.
Sungguh, Kinesis memang terlalu mengerikan.
Gustav mendesah dan mengembalikan kedua logam batangan tersebut kepadaku. "Aku tidak tahu kamu mendapatkan baja batang semurni itu dari mana tetapi gunakan kekuatanmu sebijak mungkin, Fain."
"Mungkin suatu saat kamu akan menghadapi sesuatu yang tak bisa dipecahkan oleh kekuatanmu," ujar Gustav mengingatkan sebelum berbaring beristirahat di kasur.
Tentu saja aku menyadari itu, ayah.
__ADS_1
Authority of Author juga mempunyai batasan dan aku berencana melampaui batasan tersebut suatu saat nanti.
Aku tak akan berbuat sesuatu yang gegabah sebelum aku merasa yakin dapat mengatasi semua--atau setidaknya itulah yang kuinginkan.