
"Ini ...." Elena tak bisa berkata-kata menonton rekaman pada superphone-ku.
Aku menguap kecil. "Bagaimana? Apa itu bisa dijadikan bukti?"
".... Kamu menyebut ini sebagai bukti?" Elena mengangkat alis memandangku sebelum menghela nafas panjang. "Yah, memang tidak salah disebut sebagai bukti tapi jika begini bukankah dia jelas-jelas mengetahui tindakan kita?"
"Tenang saja, aku sudah menghapus semua ingatan baji-ngan itu selama siksaan tersebut." Aku terkekeh mengingat kembali jeritan tanpa Elias semalam.
Elena menggeleng pelan dan mengembalikan superphone. "Aku jadi merasa sedikit iba terhadap Elias."
Bukankah kau tak bisa memaafkan Elias? Mengapa kau merasa iba terhadap manusia sampah tak tertolong ini?
Meski kukatakan siksaan, sebenarnya yang kulakukan bukan menyiksa secara fisik melainkan menghancurkan mental Elias sampai ke tulang.
Aku mengerahkan Hallucikinesis untuk menampilkan ilusi bagaimana dia merasakan bagaimana dimakan oleh monster berulang kali.
Elias memang tidak merasakan rasa sakit yang nyata namun menurutku ini lebih ampuh daripada siksaan fisik.
Dan sebagai tambahan, aku mengubah ingatan siksaan mental tersebut menjadi mimpi sehingga Elias tak akan sadar bahwa si Hantu Tanpa Wajah—diriku—memberi sedikit hukuman atas semua perbuataannya selama ini.
Tidak buruk, bukan?
"Omong-omong, Fain." Dia berdeham memasang ekspresi serius. "Bagaimana dengan lokasi pabrik rahasia mereka? Apa kamu berhasil mendapatkannya?"
Aku mengangguk sebelum menjabarkan lokasi yang dimaksud terletak di sebelah timur dari pabrik resmi sekitar dua kilometer jauhnya.
"Mereka beroperasi di bawah tanah dan menggunakan logam khusus agar Mana ketika memproses para budak dari pabrik tidak bocor keluar." Aku menunjuk suatu tempat pada peta di atas meja kerja Elena.
Elena mengusap dagu berpikir sejenak. "Pintu masuknya berada di dekat sungai?"
"Begitulah." Aku menjawab cepat. "Kalau tak salah pintu masuk pabrik rahasia itu terbuat dari orichalcum sihir berkualitas tinggi."
"Orichalcum sihir, huh?" Dahi Elena mengerut hebat. "Ini sedikit merepotkan."
Orichalcum merupakan nama logam fantasi klasik yang terkenal teramat kuat serta memiliki daya tahan luar biasa tinggi.
Logam ini dianggap sebagai material mewah kelas atas dan seringnya dipakai menjadi bahan dasar pembuatan senjata serta pelindung tingkat tinggi, dan tak jarang juga digunakan untuk bunker atau fasilitas tertentu seperti pabrik rahasia keluarga Ruliand.
Dalam kasus ini Elias menggunakan pintu berbahan orichalcum sihir yang kekuatan serta ketangguhannya dapat diperkuat dengan sihir dan aku yakin dia tak menyia-nyiakan Mana sisa para budak yang diolahnya.
Jika itu orichalum biasa maka Elena mungkin dapat membukanya tetapi lain cerita jika orichalcum tersebut telah diperkuat dengan sihir.
Namun, tentu saja hal semacam itu tak berarti bagiku.
__ADS_1
"Apa kamu ingin aku menerobos ke sana?" tanyaku menawarkan.
Elena mengangkat alis menatapku. "Kamu yakin? Maksudku, ini orichalcum sihir."
"Pertahanan pintu yang terbuat dari orichalcum sihir bahkan mampu menahan serangan sihir tingkat tinggi." Elena mengingatkan. "Apa yang akan kamu perbuat mengenai itu?"
Aku tersenyum tipis dan mengubah bentuk meja di depan sofa yang awalnya berbentuk persegi panjang menjadi bundar menggunakan Material Shaper.
Elena mengedipkan matanya beberapa kali dan menghela nafas panjang sambil tersenyum kering. "Benar juga, aku lupa kamu merupakan sang penulis mahakuasa dunia ini."
"Kurasa tak ada yang mustahil bagimu." Dia terkekeh menertawai kebodohannya sendiri.
Aku ikut tertawa bersama Elena.
"Yah, persiapkan saja segala kebutuhan yang kamu perlukan setelahnya." Aku bangkit dari sofa sesudah mengembalikan bentuk meja seperti semula. "Kalau urusan menerobos dan menghancurkan serahkan saja kepadaku."
Elena tersenyum tipis menanggapi. "Kalau begitu aku serahkan padamu."
Aku mengangguk dan pergi meninggalkan ruang kerja Elena sekaligus gedung Perusahaan Daedalus.
Saat ini hari masih siang dan aku tidak mempunyai hal tertentu yang perlu dikerjakan.
Aku berencana pergi menghancurkan fasilitas rahasia keluarga Ruliand besok setelah merasa siap.
Sekarang pikiranku terasa agak kacau setelah menyiksa mental Elias semalaman penuh sampai matahari hampir terbit.
Mari kita pergi ke serikat sentinel dan mengambil permintaan memburu monster saja untuk mengisi waktu.
Aku kemudian melangkah menuju serikat sentinel cabang Matildam dan ... seperti biasa, begitu masuk aku langsung menjadi pusat perhatian—tapi untungnya hanya sesaat.
Sepertinya orang seusiaku tidak jarang menjadi sentinel di kota ini.
"Selamat siang, ada yang bisa dibantu?" Resepsionis menyapaku dari meja konter.
Aku mengeluarkan kartu sentinel. "Aku ingin memperbaharui informasi kelasku pada kartu dan sekalian mengambil permintaan."
Resepsionis tersebut menerima kartuku, lalu memeriksa catatan pembasmian pada kartu sentinel dan seperti yang bisa kutebak, dia melongo hebat.
"Kamu ... sentinel peringkat merah?" Resepsionis memasang wajah kacau. "Pembasmian ... 700 Goblin? Dau ratus Orc? Seratus lima puluh Ogre? Delapan puluh Troll? Empat belas Hobgoblin? Delapan Orclander? Satu Metal Manticore? Dan kelasmu ... Servant?"
"Kamu membasmi mereka sendirian?" Dia memandangku dengan tatapan tak percaya.
Aku mengangguk. "Tidak bisakah kamu melihat bahwa aku sentinel tunggal? Harusnya tertulis di bagian atas kartu."
__ADS_1
Aku tahu kau tidak percaya tapi itulah kenyataan.
Ekspresi resepsionis masih keheranan namun dia melaksanakan tugasnya sebagai resepsionis serikat.
Selagi kartuku diproses, aku berjalan menuju papan permintaan mencari misi pembasmian paling menguntungkan sesuai peringkatku.
"Hmm? Membasmi Orclander?" Aku mengelus dagu menatap salah satu kertas pembasmian yang tersedia.
Satu Orclander dihargai ... 10 koin perunggu? Itupun hanya kristal sihir? Belum termasuk material?
Menurut Elena harga pasar kristal sihir Orclander hanya 5 koin perunggu dan serikat sentinel membayar 10 koin?
Apa Elena menipuku?
Tidak, jangan langsung mengambil asumsi. Lebih baik aku bertanya.
"Permisi." Aku memanggil resepsionis serikat. "Setahuku harga kristal sihir Orclander hanya 5 koin perunggu. Kenapa serikat memasang harga 10 koin?"
Resepsionis tersenyum kecut sebelum menjelaskan bahwa baru-baru ini ditemukan empat perkampungan Orclander tak jauh dari kota dan mengingat siklus reproduksi monster berspesies Orc tidak begitu jauh berbeda dari Goblin, serikat menganggap perkampungan ini merupakan ancaman besar bagi Matildam.
Lalu, Orclander merupakan salah satu monster peringkat menengah yang kekuatannya setara dengan sekelompok sentinel berperingkat kuning.
Jika itu hanya sekelompok kecil berjumlah belasan maka tidak masalah namun Matildam menghadapi dikejutkan oleh keberadaan empat desa Orclander yang mana tentu saja tak ada sentinel yang berani mengambil misi pembasmian tersebut.
Resepsionis juga mengatakan rata-rata sentinel lokal merupakan sentinel peringkat kuning atau paling tinggi oranye sehingga meskipun ketua serikat membentuk pasukan sentinel untuk menangani hal ini, tidak ada yang ingin berpartisipasi.
Mereka tahu empat desa Orclander adalah bencana peringkat perak.
Dan demi membujuk para sentinel mengurangi jumlah Orclander di sekitar Matildam, serikat menaikkan harga kristal sihir Orclander menjadi 10 koin perunggu dari yang semula hanyalah 5 koin.
Bencana peringkat perak, huh?
Jadi, kalaupun Calvin, Rosetta, dan ketua serikat Matildam bekerja sama mereka tak bisa menangani empat desa ini, ya? Tidak heran mengapa para sentinel meringkuk ketakutan.
Resepsionis tersebut menyerahkan kartu sentinelku yang pada bagian kelasnya kini berubah menjadi Fool. "Aku tidak tahu apapun mengenai kelas baru yang kamu ambil tapi kalau kamu memang ingin berburu Orclander, aku sarankan bergabung bersama kelompok sentinel lain dan sangat ekstra berhati-hati."
"Terima kasih atas sarannya." Aku mengangguk dan menyimpan kartuku ke dalam Spatial Storage. "Kalau begitu aku pergi dulu dan melakukan yang kubisa."
Resepsionis kali ini memasang wajah bodoh. "Huh?"
"Tunggu sebentar, maksudmu kau berniat menuju desa Orclander seorang diri?!" Dia berseru keras menanggapi perkataanku.
Aku melangkah pergi dari serikat sambil melambai tanpa mempedulikan reaksi sang resepsionis ataupun sentinel lain yang sebagian mencemooh dan mengejekku—bahkan beberapa mengutukku mati menjadi santapan Orclander.
__ADS_1
Hei, aku berusaha menyelamatkan kota kalian dan begitukah cara kalian memperlakukanku?
Awas saja kalian nanti mengemis-ngemis memintaku masuk ke dalam kelompok kalian pada waktu aku kembali nanti.