
Perusahaan Daedalus adalah nama yang terpampang pada pintu masuk gedung.
Dan melihat bagaimana para pegawai menyambut Elena, sepertinya dugaanku mengenai dia merupakan pemilik perusahaan ini memang tidaklah salah.
Elena menjelaskan bahwa Perusahaan Daedalus merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang properti dan memiliki beberapa anak perusahaan untuk menjalankan bisnis berkategori selain properti.
"Ah, perusahaanku berlokasi pusat di ibukota." Elena tersenyum tipis. "Aku kemari hanya mampir untuk perjalanan bisnis dari negara tetangga."
Oh, jadi Perusahaan Daedalus adalah perusahaan berskala internasional?
Mengapa aku tak pernah mendengar ada perusahaan bernama serupa di novelku?
Aku rasa tidak pernah menulis adanya Perusahaan Daedalus dalam novelku.
Mungkin ini salah satu penyesuaian dunia nyata dan latar novel—dan mungkin juga karena kedatangan faktor luar sepertiku.
Kurasa tidak perlu diambil pusing.
Aku dan kelompok Shaun mengikuti Elena ke gudang.
"Fain, kamu bisa meletakkan semua material serta jasad Hobgoblin dan Orclander di sini." Elena menunjuk satu petak kosong dalam ruangan luas.
Aku menuruti perkataan Elena dan mengeluarkan taring Hobgoblin serta jasad utuh Orclander dari Spatial Storage.
Elena mengangguk pelan sebelum berjalan mendekat. "Ini bayaranmu, Fain."
Dia menyerahkan sejumlah koin perak dan perunggu serta besi atas material Hobgoblin serta Orclander—ditambah jasa penggunaan Spatial Storage dan pengawalanku.
Berarti total bayaranku sebesar 2 koin perak, 46 koin perunggu, dan 8 koin besi.
Lumayan juga untuk pengeluaran harian.
Dua koin emas akan tetap kusimpan sampai jumlah minimum kesepakatan Gustav tercapai.
Kelompok Shaun segera pergi setelah mendapat bayaran mereka dari Elena, sementara gadis berusia 24 tahun itu sendiri undur diri untuk mengurus beberapa hal berkaitan perusahaan ini.
Aku? Aku memilih tinggal dan berkeliling perusahaan ini dulu.
Meski Elena berkata perusahaannya beroperasi di bidang properti sebagai prioritas utama, aku melihat banyak hal yang tak asing di sini.
Maksudku, Perusahaan Daedalus menjual kebutuhan harian warga yang seharusnya hanya dibeli oleh para bangsawan dalam harga terjangkau bagi kalangan biasa.
Contohnya sabun cair di rak sebelah sana.
Harga sabun ini hanya sekitar 120 koin besi.
Lalu, bagian sampo di dekat sabun juga bekisar 150 koin besi.
Aku memang pernah menulis keberadaan sabun dan sampo dalam novelku namun harga mereka jauh lebih mahal dari yang perusahaan ini tetapkan dan biasanya hanya bangsawan atau kaum borjuis yang mampu membeli benda-benda mewah ini.
Elena juga nampaknya berasal dari keluarga pedagang kaya mengingat dia memiliki nama keluarga yang mana orang biasa tak memilikinya.
Aku memang pernah mempunyai nama Ardenheim tetapi nama tersebut dicabut oleh Gustav setelah pengusiranku dari keluarga Ardenheim.
__ADS_1
Keluarga Heindrich, huh?
Jika itu berasal dari Gilard maka aku hampir buta total mengenai kerajaan ini.
Dunia ini memang berlatar pada novel buatanku tapi terdapat banyak penyesuaian detail yang ditambahkan, salah satunya adalah Perusahaan Daedalus yang sama sekali tak kuingat ada.
.... Yah, abaikan sajalah.
Tidak ada gunanya bagiku terlalu memikirkan setiap perbedaan detail mengenai dunia ini dengan novelku.
Toh, aku hanya perlu mengingat inti sistem dan peristiwa di masa depan yang akan terjadi pada dunia ini menurut novelku.
Selain itu ....
"Lima puluh sampo dan seratus sabun cair, benar?" Pegawai kasir memastikan belanjaanku sekali. "Totalnya 1 koin perak dan 95 koin perunggu."
Aku segera membayar sebelum memasukkan semuanya ke dalam Spatial Storage.
Semua bayaran atas material monster, jasa pengawalan serta penggunaan Spatial Storage dari Elena hampir hilang sepenuhnya.
Mengapa aku membeli sebanyak itu, katamu?
Tentu saja untuk anak-anak panti, memangnya apa lagi?
Meskipun kulit mereka cukup terawat dengan baik tapi hal serupa tak berlaku bagi kondisi rambut mereka.
Sebagian besar rambut anak-anak panti terlihat kusam dan tak terawat, Risa pun tidak terkecuali.
Yah, tak perlu diherankan mengingat seluruh keuangan mereka dialokasikan pada kebutuhan pangan dan sandang agar anak-anak panti asuhan dapat bertahan dalam kondisi pajak tinggi akibat Rachiel serta keluarga Gozet.
Ah, aku bisa membayangkan wajah bahagia mereka ketika aku kembali dan memberikan semua ini kepada mereka.
"Fain." Elena datang mendekat.
Aku yang hendak melangkah keluar seketika berhenti. "Ada apa? Bukankah kamu sedang bekerja?"
"Hanya sedikit pekerjaan kecil." Elena membalas dengan senyum bangga. "Aku hanya tinggal menandatangani beberapa dokumen dan semua beres."
.... Apa tidak masalah perusahaan sebesar Daedalus ditangani oleh wanita seperti ini?
Aku jadi khawatir mereka akan hancur dalam kekuasaan Elena.
"Omong-omong, Fain, kamu punya waktu sebentar?" Elena bertanya.
"Tidak juga." Aku menggeleng. "Aku hanya perlu mencari penginapan dan jika memungkinkan mengambil permintaan pembasmian di serikat sentinel."
"Kenapa kamu bertanya?"
Elena tersenyum dan meraih tanganku. "Ikut aku sebentar ke ruanganku."
Huh?!
"Tunggu tunggu tunggu!" Aku menolak tarikan paksanya. "Apa maksudmu ikut denganmu?! Aku bukan orang yang perlu kamu pedulikan selain membasmi monster!"
__ADS_1
"Justru karena itu kamu harus ikut denganku!" Elena menarik tanganku lebih keras.
Tidak tidak, kamu pemimpin perusahaan besar 'kan?! Mengapa seorang sentinel sepertiku harus mengikutimu?!
Aku tidak ada hubungannya dengan perusahaanmu selain menjadi pelanggan!
Pada akhirnya aku diseret oleh Elena yang dibantu beberapa pegawai untuk mengangkat dan membawaku secara paksa.
Bajingan, aku jadi pusat perhatian pelanggan lain sekarang!
Kau akan membayar ini, Elena!
***
Aku akhirnya diseret paksa oleh pegawai lain menuju ruangan kerja Elena.
Memang benar aku dapat memberontak tapi menjadi tontonan pelanggan lain itu memalukan!
Apalagi aku digotong seperti gelondongan pohon oleh orang dewasa!
Aku tak keberatan jika itu pusat perhatian sesudah membasmi monster di serikat atau mengacaukan keluarga Gozet di tengah Rosel seperti sebelumnya, tapi ini ... aku tidak bisa melawan.
Harga diriku sebagai seorang pria dewasa secara mental seakan runtuh.
Aku menghela nafas berat nan panjang merebahkan diri di sofa empuk ruang kerja Elena. "Jadi, apa maumu menyeretku kemari? Apa tentang membasmi monster atau pengawalan?"
"Kalau mengenai permintaan kau bisa mengajukannya secara resmi ke serikat sentinel." Aku menggaruk kepala tidak mengerti jalan pikiran gadis satu ini.
"Tidak, aku tak memintamu melakukan seperti itu—setidaknya untuk sekarang." Elena duduk di kursi kerja dan menggantung dagu di kedua tangan. "Aku hanya ingin bicara secara empat mata denganmu."
Bicara secara pribadi? Apa yang kau mau dariku?
Aku tak punya apapun yang bisa kamu kuak dariku.
Kalaupun kau memaksa menggunakan kewenanganmu atas Perusahaan Daedalus maka aku bisa berteleportasi langsung ke Rosel menggunakan Instant Warp.
Lagipula, aku telah menghancurkan keluarga bangsawan bergelar Viscount I.
Jangan harap aku akan mengalah kepadamu hanya kamu seorang wanita dan direktur sebuah perusahaan besar!
Elena memasang senyum tipis. "Bagaimana pengalaman belanjamu di sini? Aku sempat melihat kau memborong banyak sekali sabun dan sampo buatan kami."
"Tidak buruk kalau harus jujur." Aku mengangguk menerima kekalahan. "Sabun dan sampo di sini benar-benar murah, meski aku belum tahu seberapa manjur efeknya."
Senyum Elena makin melebar. "Jadi, kamu membandingkan sabun dan sampo ini dengan produk di bumi?"
"Ya, begitu—" Aku seketika terdiam.
Ekspresiku menjadi lebih serius dan menatap mata Elena dalam-dalam. "Kamu barusan menyebut bumi?"
Dia mengangguk pelan tanpa melepas senyum.
"Jadi, dugaanku memang benar." Elena membalas tatapanku dengan senyum penuh percaya diri. "Kamu juga merupakan seorang reinkarnator dari bumi sama seperti diriku."
__ADS_1
Gadis ini ... Elena Heindrich ... seorang reinkarnator sama sepertiku?