I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
29. Pendusta Ulung


__ADS_3

"Tuan Fain!"


Wuah!


Oh, ternyata hanya si resepsionis. Kau mengejutkanku.


Aku baru saja kembali ke serikat, loh.


"Ada apa? Kau membuatku kaget." Aku menghela nafas berat memandang resepsionis.


Resepsionis tersebut menatapku dengan sorot mata kesal. "Jangan ada apa denganku! Apa yang kau lakukan tiba-tiba pergi tanpa mendengar penjelasanku?!"


"Apa? Bukankah sudah jelas aku memburu Metal Manticore sesuai permintaanmu?" Aku menjawab acuh tak acuh.


Ekspresinya seketika berantakan begitu aku menyebut Metal Manticore seolah tak percaya kalimatku barusan.


Yah, Metal Manticore memang bukan lawan yang bisa diremehkan dan sentinel peringkat merah seorang diri tidak mungkin mampu menghadapi monster sekuat itu—setidaknya menurut standar dunia ini.


Mungkin akan lebih baik jika aku memperlihatkan jasad Metal Manticore.


Aku kemudian menarik keluar potongan badan tak bernyawa tersebut dari Spatial Storage dan meletakkannya di lantai.


"Tidak mungkin ...." Resepsionis menatap jasad Metal Manticore tak percaya. "Ini sungguh Metal Manticore ...."


Dia lalu mengalihkan pandangan disertai rasa syok dan takut kepadaku. "Fain ... apa kau yang melakukan ini sendirian ...?"


".... Begitulah."


Aku tahu. Mata si resepsionis menjelaskan semuanya.


Maksudku, Metal Manticore terkenal sebagai sub spesies Manticore yang memiliki kulit sekeras logam dan pertahanan luar biasa—dilihat dari status semata memang angka Vit-nya teramat tinggi.


Aku tidak menyangkal itu.


Lalu, terlepas dari kekuatan pertahanan serta status Vit yang tinggi tersebut ... aku menghancurkan sebagian besar tubuhnya.


Sial, bahkan kristal sihirnya juga ikut lebur berkat Graviton Kinetic Railgun!


Graviton Kinetic Railgun terlalu mengerikan! Aku harus berhati dalam menggunakannya di masa depan nanti


Ah, hadiahku akan dikurangi!


Pegawai serikat lain ikut mengerubungi mayat Metal Manticore sambil berdiskusi tak percaya.


Kesampingkan reaksi mereka, aku perlu mengambil imbalanku.


"Jadi, kira-kira berapa estimasi total bayaranku?" Aku bertanya kepada resepsionis sambil menyerahkan kartu sentinelku.


Dia mengambil kartuku dan kembali memandang jasad setengah jadi tersebut sebelum berkata. "Ehm, jasad itu sudah tidak memancarkan Mana yang berarti kristal sihirnya juga ikut hancur."


"Dan dalam kondisi hampir tak bersisa seperti ini mungkin ... 30 koin perak?"


.... Tiga puluh ... koin perak ...?


Aku jatuh berlutut di lantai.

__ADS_1


Tiga puluh koin perak. Itu berarti jasad Metal Manticore ini hanya dihargai sebesar 20 koin perak terlepas dari imbalan dasar 10 koin perak membasminya—atau malah 20 koin perak ini hanyalah bayaran komisi permintaan.


Harganya anjok sebesar 80% dari bayanganku!


Semua ini salahku—tidak, ini salah Metal Manticore itu!


Koleksi skillnya sungguh merepotkan sampai aku terlalu berhati-hati dan berlebihan hingga aku perlu merancang Graviton Kinetic Railgun ditambah ledakan kompresi udara menggunakan Aerokinesis!


Baji-ngan!


Lain kali akan kukalahkan dengan cara normal saja .... Ini menyedihkan.


"Ada apa ribut-ribut di sini? Jarang sekali ada kegaduhan." Seseorang berkata. "Terakhir terjadi keributan di tempat ini sekitar lima tahun lalu sebelum si Rachiel ditunjuk menjadi penguasa Rosel."


Saat aku masih terlarut dalam pikiranku, suara wanita asing terdengar oleh telingaku.


Aku menoleh dan menemukan sesosok wanita berusia dua puluhan berjalan menuruni tangga antara lantai satu dan dua.


"Ah, ketua serikat." Resepsinois menjawab sambil melangkah menuju wanita tersebut.


Orang ini ketua serikat sentinel cabang Rosel, huh?


Sang resepsionis menjelaskan secara singkat mengenai keributan di antara pegawai serikat dan berkat itu, si ketua serikat mengalihkan perhatian kepadaku.


"Heh, jadi kamu yang mengalahkan Metal Manticore sampai tak berbentuk seperti itu?" Dia memicingkan mata. "Kamu? Sentinel peringkat merah? Statusmu tak terlihat sekuat itu."


Hmm? Kenapa dia menyinggung statusku?


Oh, mungkinkah dia mengerahkan Appraisal kepadaku?


Aku bangkit dari lantai. "Kesampingkan statusku, aku memang menghabisi Metal Manticore tersebut."


"Jangan berbohong padaku, pendusta ulung." Ketua serikat melepaskan hawa dahsyat. "Tidak mungkin sentinel selemahmu berperingkat merah apalagi menghadapi Metal Manticore."


Pendusta ulung, ya? Perkataannya tidak salah, sih


Dia menggunakan Appraisal dan False Data berhasil memperlihatkan status lemahku.


---


Alfain / Male


Servant (3) / 15 tahun


Str : 28, Vit : 20, Agi : 25, Dex : 29, Mag : 32, Wis : 25, Luk : 18


---


Skill : Cleaning (3), Cooking (4), Storage (3)


Extra Skill : Translation (3), Repair (1)


---


Seperti inilah statusku yang dia lihat melalui Appraisal. Keren, bukan?

__ADS_1


Aku sengaja menyembunyikan status tambahan dari ras naga dan vampirku agar tak membuat kegaduhan, lalu False Data juga membantu memalsukan sebagian daftar skillku—terutama Authority of Author.


Skill itu harus disembunyikan bagaimanapun caranya.


"Ketua serikat belum melihat daftar monster yang kukalahkan dalam kartuku?" Aku tersenyum tanpa gentar menghadapi hawa dahsyat sang ketua serikat.


Dia mengangkat alis sebelum menerima kartu sentinelku dari resepsionis. ".... Memang benar kartu ini asli."


"Tapi, bukan berarti semua yang kau kalahkan murni berdasarkan prestasimu sendiri." Dia berkata sambil menekanku menggunakan hawa dahsyatnya.


"Bisa saja kau menghabisi mangsa sentinel lain saat sudah melemah."


Hmm, pikiranmu cukup tajam namun sedikit meleset, ketua serikat.


Sepertinya wanita ini tidak bisa dibujuk secara halus sampai dia tahu statusku yang sebenarnya.


Baik, rasakan saja sedikit kekuatan sentinel merah palsu ini.


Dalam sekejap postur berdiri ketua serikat goyah dan dia hampir terjatuh namun berhasil menahan harga dirinya di depan para pegawai serikat.


"Kau! Apa yang kau lakukan?!" Dia menjerit sambil menunjukku. "Sihir—tidak, kekuatan macam apa yang kau gunakan padaku?!"


Oh, dia langsung bisa membedakan sihir dan Kinesis. Hebat.


Ketua serikat memang beda.


Aku mengangkat bahu. "Siapa tahu?"


"Ketua serikat sendiri mengatakan aku lemah, jadi mungkin bukan aku melainkan orang lain," lanjutku tersenyum sinis.


Dia menggeram dan tanpa peringatan melepaskan sihir es mengarah kepadaku. "Ice Magic : Ice Arrow!"


Sihir tanpa memerlukan mantra, ya? Hebat juga.


Baru kali ini aku menemukan penyihir yang tak membutuhkan mantra untuk mengaktifkan sihir—meski aku belum pernah bertemu penyihir tulen semenjak bereinkarnasi ke dunia ini.


Tapi, yah, sihir elemen tak akan mempan terhadapku.


Laju es berbentuk anak panah tersebut segera terhenti tepat beberapa senti sebelum menghujam mata kananku.


"Aih, kamu mengecewakanku, ketua serikat cabang Rosel." Aku tertawa kecil dan memainkan anak panah es menggunakan Cyrokinesis. "Padahal aku berharap banyak padamu."


Resepsionis dan seluruh pegawai serikat terbelalak menyaksikan Ice Arrow dari ketua serikat begitu mudah kuhentikan, bahkan sekarang kumainkan di tangan seperti bermain kelereng.


Dia pun tak kalah dalam kompetisi bereaksi terhadap diriku.


Ini sedikit lucu kalau dilihat langsung.


Aku mengangkat dan mengibaskan tanganku kepada para pegawai serikat termasuk sang resepsionis. "Vampire Magic : Slumber Mist."


Dalam beberapa detik mereka tumbang ke lantai satu per satu tak sadarkan diri meninggalkan ketua serikat seorang berduaan denganku yang kini bercucuran keringat dingin.


"Tenang saja, ketua serikat." Aku tersenyum tanpa melepas pengaruh Gravitokinesis dari satu-satunya orang yang masih sadar selain diriku. "Mereka hanya kubuat tidur."


Aku lalu duduk di salah satu bangku serikat sambil menyilangkan lutut. "Nah, ayo kita berbicara secara empat mata, ketua serikat."

__ADS_1


__ADS_2