
Aku bergegas berlari ke luar gedung dan menemukan begitu banyak anak panah tertancap di halaman panti.
Bagaimana bisa? Sistem keamanan panti dari Authority of Author tidak bekerja?
Tidak, menurut penjelasan Risa para pedagang dan orang-orang berniat buruk terhadap panti diteleportasikan ke luar kota, dan ini membuktikan sistem keamanan panti tak dapat dipungkiri bekerja dengan baik.
Tapi, mengapa anak panah biasa mampu menembus area pertahanan 50 meter panti?
"Heh, ada wajah baru rupanya." Suara seseorang menarik perhatianku. "Kamukah pemilik panti asuhan kurang ajar ini?"
Di sana aku melihat seorang pria berusia sebayaku, mengenakan pakaian mewah ala bangsawan—tidak, mungkin lebih bergaya dan mewah dari sebagian bangsawan yang kutemui—dikelilingi oleh ratusan prajurit.
Hmm...? Ratusan ...?
Tidak mungkin, apa dia ini idiot?!
Menggunakan seratus prajurit lebih hanya untuk mengepung panti asuhan berisikan anak-anak yatim piatu tak berdaya?!
Aku ... aku ....!
.... Tidak, tenangkan dirimu, Fain.
Lawanmu kali ini adalah keluarga Salues, sebuah keluarga bangsawan bergelar Duke I dan sangat dekat dengan pihak istana Gilard.
Salah sedikit mereka bisa mengetahui identitasku sebagai anak haram Gustav dan membuat perang saudara antar keluarga bangsawan yang mana Ardenheim jelas-jelas tidak diuntungkan.
Aku mengambil serangkaian tarikan napas untuk menenangkan diri.
"Itu benar, akulah pemilik panti asuhan." Aku maju beberapa langkah. "Mengapa tuan penguasa baru kemari sambil membawa begitu banyak pasukan?"
Dia—Salim mengangkat suara menghinaku. "Inilah mengapa aku tidak suka belatung jelata. Bukankah sudah jelas kami berniat mengambil tanahmu? Apa kamu tak mengerti hal sesederhana itu?"
Bukannya aku tidak paham. Aku hanya ingin memastikan.
"Bukankah aku diberikan tanah ini oleh walikota melalui serikat sentinel sebagai balas jasaku membebaskan kota dari cara kejam keluarga Gozet memperlakukan warga Rosel?" Aku mengangkat alis menanggapi.
Salim mendengus. "Ah, si walikota idiot itu? Dia sudah mati."
".... Apa?"
"Mati! Lenyap! Menghilang!" Salim menunjukkan ekspresi kesal. "Dia idiot memberikan tanah suci seperti ini kepada cacing jelata sepertimu!"
"Seorang jelata tidak pantas memiliki tanah yang diberkahi oleh dewa!" Dia berseru sebelum memerintah pasukan melepaskan anak panah.
Anak panah tersebut ... mengandung Mana?
Huh? Mereka menghilang sesaat dan muncul lagi? Kali ini tidak ada jejak Mana pada anak panah itu. Mereka berhasil menembus sistem pertahanan panti?!
"Aero Gust." Aku mengayunkan tangan meniup semua anak panah tersebut membuat mereka berjatuhan di halaman.
Salim mengerutkan dahi. "Heh, kamu penyihir? Tidak, aku tak merasakan Mana dalam sihir barusan."
"Yah, apapun itu kamu bukan masalah! Tembak!" Salim berseru sekali lagi
__ADS_1
Anak panah aneh itu lagi-lagi melesat dan menembus pertahanan panti yang tentunya kembali kuhalau dengan cara serupa.
Hal ini terus berulang sampai keempat kalinya dan Salim memasang wajah terganggu.
"Kamu! Berhentilah melawan dan serahkan tanah suci itu! Tidak tahukah kamu aku adalah Salim Salues, anak ketujuh puluh enam keluarga utama Salues?!" Dia berseru keras melepaskan amarah.
Anak ketujuh puluh enam ...? Itupun hanya keluarga utama ...?
Berapa banyak istri dan keturunan si kepala keluarga Salues ini?!
Aku jadi seperti orang bodoh mengkhawatirkan jumlah istriku di masa depan bertambah dua beberapa hari lalu!
Salim menginjak tanah kesal. "Kamu berani melawan keluarga Salues berarti melawan kerajaan Gilard! Tidak ada salahnya menghabisi orang sepertimu!"
"Penyihir!"
Satu kata Salim menggerakkan beberapa penyihir sekaligus.
Hmph, kalau soal sihir aku tak terkalahkan oleh siapapun.
Penyihir tersebut mengarahkan tongkat ke arahku. "Space-Time Magic ; Minor Teleport!"
.... Huh? Aku berpindah tempat? Ini ... di tengah pasukan Salim?
"Habisi dia!" Salim berseru kepada para prajuritnya yang segera mendekat dengan pedang serta tombak terhunus.
Begitu .... Mereka bukan menggunakan sihir elemen tetapi, sihir ruang dan waktu.
Berdasarkan ini aku bisa mengambil asumsi anak panah aneh tadi langsung diteleportasi kembali sesudah memasuki area pertahanan udara panti.
Sial, aku tak menyadari ada celah seperti ini pada penulisan ulang realita Authority of Author. Aku tidak menggambarkan detail keinginanku.
Aku mengerahkan Twister Coaster terhadap para prajurit dan mengaduk mereka semua di udara.
Ekspresi Salim mengeras. "Apa-apaan itu?! Itu bukan sihir juga?! Kamu mempunyai artifak tertentu?!"
Artifak, huh?
"Enak saja menyebut kekuatanku artifak!" Aku menghempaskan prajurit lain dengan hembusan angin kuat dan gaya gravitasi. "Aku bukan orang sepertimu yang sering mengandalkan artifak!"
"Pyro-Aero ; Flame Tornado!"
Aku membakar sekaligus menghempaskan semua prajurit di sekitar dalam satu gerakan.
Bagus, dengan ini jalanku menuju Salim terbuka lebar.
Bersiaplah kau, bajingan cilik.
"Hii! Penyihir!" Salim sekali lagi berseru memerintahkan para penyihirnya. "Buang dia ke tempat jauh!"
"Space-Time Magic ; Major Teleport!"
.... Hmm, aku dipindahkan lagi, ya?
__ADS_1
Di mana aku kali ini? Aku tidak mengenali pemandangan ini.
Tapi, lumayan juga aku dipindahkan kemari.
Hitung-hitung bisa menjadi titik Instant Warp-ku meski aku tak tahu pasti lokasiku sekarang.
Toh, mau seberapa banyak kamu memindahkanku .... Instant Warp!
Aku berpindah tepat di depan wajah Salim yang kini menjerit begitu keras sampai terjatuh.
"Kau pikir hanya keluarga Salues yang dapat berpindah-pindah ke berbagai tempat dalam waktu singkat?" Aku melirik ke arah para penyihir dan berpindah ke belakang mereka menggunakan Instant Warp. "Kalian mengganggu. Tidur saja."
"Hypnokinesis."
Dalam sekejap para penyihir penguasa sihir ruang dan waktu jatuh tertidur berkat Hypnokinesis.
Aku pikir kemungkinan berhasil Slumber Mist akan berkurang mengingat ciri khas penyihir mempunyai status Mag dan Wis tinggi sehingga daya serang serta daya tahan sihir mereka cukup merepotkan, jadi aku memakai Hypnokinesis saja.
Mengapa aku tidak menghabisi dan justru membuat mereka tidur, katamu?
Ada kemungkinan mereka hanya menjalankan perintah Salim dan tak bersalah, demikian pula para prajurit tadi yang kuhempaskan menggunakan Aerokinesis serta Gravitokinesis.
Oh, Flame Tornado sebelumnya juga hanya menghempaskan prajurit bukan benar-benar membakar mereka sampai mati.
Tahu sendiri, 'kan, Pyrokinesis tak mempunyai kekuatan penghancur seperti sihir api?
Itu hanya gertakan sederhana agar mereka ragu menyerangku setelah mengeluarkan sihir api palsu.
Aku kemudian mengalihkan perhatian menuju Salim dan melangkah pelan mendekatinya. "Jadi, kamu mau kuhabisi pakai cara apa? Dipanggang? Direbus? Digencet? Atau dicincang?"
"Ba-bajingan! Jangan mendekat!" Dia mengangkat tangan dan mengerahkan sihir. "Space-Time Magic ; Delay Arrow!"
Sebuah anak panah berwarna hijau semi-transparan melesat melalui lingkaran sihir, namun aku dapat menghindari serangan tersebut begitu mudah dengan Chrono Mind Accel—Chronokinesis yang meningkatkan kecepatan pikiran serta kesadaranku menjadi berlipat ganda.
Delay Arrow, huh?
Salah satu sihir ruang dan waktu yang dapat melambatkan pergerakan serta waktu bagian tubuh target tertentu saat terkena.
Sihir tingkat lanjut yang sangat berguna tetapi membutuhkan banyak sekali Mana dan sangat tidak efisien dalam pertarungan jangka lama, belum lagi memerlukan peruntungan apakah kemungkinan efek sihir tersebut aktif atau tidak.
Sihir hebat namun penuh celah jika belum dikuasai secara sempurna.
"Jadi ...." Aku mengangkat tanganku di depan wajah Salim yang kini terdapat lima cakar panjang nan tajam melepaskan Form Shifter dari wujud naga pada telapak tanganku. "Mana yang kamu pilih?"
Ekspresi Salim dipenuhi ketakutan dan saat aku hendak mendorong cakar naga tajamku, suara anak panti berseru sekuat tenaga memanggilku yang secara spontan membuatku menoleh ke arah mereka.
"Kak Fain! Mia .... Mia!"
"Mia gawat!"
"Mia .... Kondisi Mia!"
Mia ...? Ada apa dengan Mia?
__ADS_1
.... Apa yang terjadi terhadap Mia?!