Ice Princess

Ice Princess
Penyerangan


__ADS_3

Letticia memulai dansanya dengan Leo. Untung dulu dia pernah belajar dansa, jadi keterampilan dansanya tidak terlalu memalukan saat berdansa dengan Leo sekarang.


"Apa tuan putri pernah berdansa sebelumnya?" tanya Leo melihat dansa Letticia yang terlihat cukup bagus.


"Ini pertama kalinya aku berdansa sungguhan. Sebelumnya aku pernah belajar dansa walau sudah cukup lama," jawab Letticia.


Semua orang menatap ke arah mereka berdua. Perpaduan yang indah antara Letticia dan Leo. Mereka berdua tampak serasi. Yang satu cantik dan yang satu tampan.


Di sisi lain, Amara dan gadis bangsawan lain mengobrol ria. Amara memang sudah terbiasa bergosip saat masih di bumi, jadi dia betah bergosip dengan para gadis bangsawan ini. Apalagi mereka jelas mengetahui banyak informasi tentang bangsawan lainnya.


Tiba-tiba, 1 meter di dekat tempat Amara.


BOOM!


"Ada apa?!"


"Siapa yang berani mengacaukan acara penyambutan tuan putri?"


Semua orang yang sebelumnya melihat para gadis bangsawan itu berkumpul dan bergosip 1 meter di dekat tempat kejadian itu mengira mereka sudah meninggal. Dan tidak ada korban jiwa lain karena hanya para gadis-gadis itulah yang cukup dekat dengan tempat meledak.

__ADS_1


Setelah asap menghilang, semua orang tercengang. Tampak sebuah kubah transparan tapi masih bisa dilihat oleh mata. Rupanya kubah itu dibuat oleh Letticia tepat sebelum ledakan terjadi. Dialah yang menyelamatkan Amara dan pada gadis bangsawan itu.


Letticia menghilangkan kubahnya. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Lalu Letticia segera membuat sebuah tombak es dan melemparkannya.


"Arkhh!"


Terdengar suara jeritan seorang pria. Letticia mendekati mayat pria itu dan mencabut tombak esnya. Lalu dia memegang kepala orang itu, mencoba mencari informasi.


Beberapa menit kemudian, Letticia berdiri. Dia menatap orang di sekelilingnya, membuat semua orang menjadi takut dan waspada.


"Siapa itu Leomord?" tanya Letticia dingin.


"Begitu rupanya," kata Letticia, "Orang itulah yang sudah memerintahkan hal ini."


Semua orang terkejut. Pasalnya, penyerangan dari raja Kegelapan bukanlah pertanda baik. Dan bukan tidak mungkin akan ada serangan kedua.


"Perintahkan semua penjaga untuk waspada. Katakan pada mata-mata untuk mengawasi pergerakan semua orang. Perintahkan pada penyihir untuk bersiap jika ada serangan lain," perintah Letticia tegas. Kini sosoknya mirip dengan ayahnya, Raja Alexander.


"Laksanakan, tuan putri."

__ADS_1


Letticia kembali duduk di tahta dengan kesal. Dia sangat marah kalau ada orang yang mencoba menyakiti orang tak bersalah. Letticia membenci tipe orang seperti itu.


"Kau harus hati-hati dengan Leomord. Dia sangat berbahaya," kata Aldrian memperingatkan Letticia.


"Tapi kenapa dia mau menyakiti Amara?" tanya Letticia. Karena dia yakin maksud ledakan tadi adalah untuk membahayakan Amara.


"Mungkin dia ingin membunuh Amara karena tahu dia sahabatmu," jawab Aldrian.


"Mungkin.".


Letticia mengawasi berjalannya pesta. Tiba-tiba dia melihat seseorang dengan jubah hitam dan gerak gerik mencurigakan.


Letticia geram. Tanpa pikir panjang, dia langsung melayangkan tombak ke orang tersebut. Orang berjubah hitam itu langsung mati seketika. Para tamu agak ngeri dengan tindakan putri mereka. Membunuh orang tanpa kenal ampun.


"Orang jahat pantas mati," kata Letticia dingin yang bisa terdengar jelas oleh semua orang.


Kini rakyat kerajaan Morton akan berpikir dua kali untuk menyakiti putri mereka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2