Ice Princess

Ice Princess
Penyusup


__ADS_3

Amara berbaring di kasurnya. Dia masih memikirkan cara menaklukkan teknik yang diajarkan Miss Laura tadi. Teknik itu tidak terlalu sulit, hanya saja Amara belum melatihnya.


Sekarang Amara hanya sendirian di kamar. Teman-temannya pergi ke kantin. Amara tidak ikut karena dirinya memang tidak lapar dan malas berjalan ke kantin. Walau begitu, Amara menitip snack pada Letticia.


Note : Kantin di Morton Magic School buka sampai jam 8 malam.


"Hoahmm... Kurasa aku akan melatihnya besok," gumam Amara sambil menguap lebar. Dia benar-benar mengantuk.


Tiba-tiba, sebuah bayangan hitam terlihat di jendela yang terbuka. Bayangan seorang pria.


Amara tidak bodoh. Dia berteriak sekencang-kencangnya.


"TOLONG! ADA PENYUSUP!"


Penyusup itu ketakutan. Dia berniat kabur. Tapi Amara mencegahnya dengan menyentrum orang itu. Sihir yang dia gunakan tidak terlalu kuat dan hanya membuat penyusup itu pingsan, tidak sampai mati. Kalau Letticia yang menyentrumnya, mungkin bahkan jiwa penyusup itu akan dia kurung dan dia siksa sepanjang hari.


Penjaga segera mendobrak pintu kamar Amara. Mereka melihat Amara yang duduk di kasur dan seorang penyusup berpakaian serba hitam yang pingsan di dekat jendela.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Letticia yang baru muncul dari teleportasi. Dia segera berteleportasi ke kamar begitu mendengar teriakan Amara.


Letticia menatap penyusup yang sedang diperiksa oleh para penjaga. Salah satu penjaga membuka topeng penyusup itu.


"Siapa orang yang sudah berani menyusup ke kamarku?!" seru Letticia marah. Dia ingin segera membunuh orang itu.


Merasakan aura Letticia yang sangat kuat dan tidak biasa, para penjaga menjadi sedikit merinding.


"Sepertinya dia adalah salah satu dari kelompok penyusup yang memang terkadang menyusup ke sekolah ini," jawab salah satu penjaga, "Kami akan mengurusnya."


"Tidak. Tinggalkan dia di sini. Aku akan mengurusnya," perintah Letticia.

__ADS_1


"Maaf, tapi anda tidak punya wewenang itu."


"Aku Letticia Chandealer Morton. Taruh penyusup itu di sini," kata Letticia lagi.


"Tu-tuan putri? Maafkan aku. Kami akan meninggalkannya di sini."


Para penjaga segera pergi. Letticia tidak marah pada penjaga yang tadi tidak melakukan perintahnya. Karena murid memang tidak punya wewenang untuk hal ini.


Letticia berjongkok dan menempelkan telapak tangannya pada dahi penyusup tersebut. Amara hanya melihat dan menantikan apa yang dilakukan Letticia.


Beberapa menit kemudian, Letticia membuka matanya. Dia melepaskan telapak tangannya dari dahi penyusup itu.


"Siapa dia?" tanya Amara. Dengan kekuatan Letticia, kecil kemungkinan dia tidak bisa mengetahui siapa penyusup ini. Hanya beberapa orang yang bisa menggunakan sihirnya untuk mencegah orang sekuat Letticia mengetahui isi pikiran.


"Namanya George Lebarte. Dia anak sebatang kara yang kemudian bergabung dengan komunitas Terotenia," jelas Letticia serius.


"Kelompok gangster yang suka melakukan penyusupan, penyelundupan, pembunuhan, pencurian, dan hal-hal keji lainnya," jawab Letticia. Amara bergidik mendengar hal itu.


Letticia berdiri. Dia mulai berkeliling kamar dan memasang sihir pelindung pada kamar itu.


"Kau memasang sihir pelindung?" tanya Amara melihat apa yang Letticia lakukan.


"Ya. Tapi kau harus tetap berhati-hati dan sebisa mungkin jangan bepergian sendirian. Apalagi keluar kamar sendirian," kata Letticia memperingatkan.


"Tenang. Aku punya sihirku," Amara menenangkan Letticia.


"Tapi mereka bisa menggunakan batu Ametys."


"Batu Ametys?"

__ADS_1


"Batu Ametys adalah batu yang bisa menyegel sihir di bawah level 6. Karena sihirmu masih level 3, jadi kau tidak akan bisa mengeluarkan kekuatanmu saat diberi batu Ametys," jelas Letticia.


"Hhhh... Sepertinya aku harus meningkatkan levelku," keluh Amara.


"Tenang saja. Tidak perlu terburu-buru," kata Letticia, "Baiklah, aku sudah selesai memasang sihir pelindung. Sekarang aku akan kembali ke kantin."


"Oke, hati-hati," jawab Amara menghempaskan dirinya ke kasur.


"Jaga penyusup ini baik-baik. Kalau dia bangun, setrum dia sekali lagi."


"Iya, iya."


Letticia berteleportasi kembali ke kantin. Di sana, Flo, Emily, Lucia, Charlotte, dan Ashley menatapnya dengan tatapan bertanya.


"Ada apa?" tanya Emily.


"Ada penyusup yang masuk ke kamar kita," jawab Letticia.


"Apa?!" seru Ashley kaget.


"Hanya ada Amara di kamar. Apa dia baik-baik saja?" tanya Lucia khawatir.


"Dia baik-baik saja. Penyusupnya sekarang sedang pingsan berkat serangan petir Amara. Sekarang dia ada di kamar. Aku akan mengidentifikasinya lebih lanjut nanti."


"Bagaimana kalau penyusup itu sadar?" tanya Charlotte.


"Amara akan menyetrumnya lagi," jawab Letticia santai.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2