Ice Princess

Ice Princess
Magic Pet


__ADS_3

Kabarnya, seminggu lagi akan diadakan pencarian magic pet. Setiap anak akan masuk ke Magical Forest dan mencari magic petnya sendiri.


"Magic pet dibagi menjadi enam kelas. Biasa, perunggu, perak, emas, berlian, dan legendaris. Biasanya, kebanyakan murid akan mendapatkan antara biasa sampai perak," jelas Miss Saver.


Selesai sekolah, Letticia dan yang lain langsung kembali ke kamar. Mereka sangat lelah dan sudah makan banyak saat istirahat tadi sehingga sekarang masih kenyang dan tidak perlu ke kantin.


"Apa magic pet ini sangat penting?" tanya Amara.


"Tentu saja. Magic pet adalah partner. Sama halnya seperti senjata," jawab Lucia.


"Aku pasti bisa mendapatkan Golden Phoenix," kata Charlotte berkhayal.


"Hey, itu tidak mungkin. Bahkan raja sebelumnya sudah mencoba dan tidak berhasil mendapatkan satupun magic pet legendaris," bantah Lucia.


"Memangnya ada apa?" tanya Letticia.


"Konon, magic pet legendaris hanya bisa dimiliki oleh satu orang yang sudah ditakdirkan. Mereka tidak akan mau dengan orang lain," jawab Ashley.


Letticia tertegun. Magic pet legendaris ini pasti sangat kuat dan luar biasa sampai-sampai hanya ada satu orang yang bisa memilikinya. Letticia berharap itu adalah dirinya.


Letticia cepat-cepat menghapus khayalan itu. Bagaimana mungkin di antara ratusan bahkan mungkin ribuan keturunan kerajaan Morton, dia yang mendapatkan magic pet legendaris. Itu namanya keberuntungan yang luar biasa.


...****************...


Di hari pencarian magic pet, semua murid sangat bersemangat. Mereka tidak sabar untuk mencari magic pet mereka dan penasaran kelas apa yang akan mereka dapatkan.


Pencarian magic pet dimulai. Semua murid berhamburan memasuki Enchanted Forest.


Letticia dan teman sekamarnya mencari bersama. Sementara Maria mencari bersama teman sekamarnya.


"Aww kelinci ini sangat lucu," ujar Amara pada sebuah kelinci putih.


"Kelinci ini adalah White Rabbit, magic pet kelas biasa," kata Ashley.


Letticia mendekat pada kelinci itu. Tidak ada yang bisa membohongi penglihatannya.


Letticia melakukan suatu sihir untuk mematahkan mantra pengubah tubuh yang digunakan kelinci tersebut.


Seketika, kelinci itu berubah menjadi besar dengan beberapa bulu emas di tubuhnya.


"Wow Semi-Golden Rabbit," kata Lucia takjub, "Ini adalah magic pet kelas perak."


"Ini sudah lumayan untukku. Aku akan mengambilnya," kata Amara percaya diri.


Namun saat Amara ingin menangkapnya, kelinci itu menghindar seakan tidak ingin menjadi magic petnya. Kelinci itu berlari ke arah Letticia dan melompat ke pangkuannya.


"Oh aku lupa mengingatkan. Sama halnya dengan senjata, jika magic pet tidak menyukai atau tidak merasa cocok denganmu, maka dia tidak akan mau denganmu," kata Charlotte menahan tawa melihat Amara yang cemberut.


"Hoho maafkan aku kawan. Sepertinya dia memilihku," tawa Letticia.


Amara hanya bisa memasrahkan kelinci itu. Padahal dia menginginkan kelinci itu karena dia imut. Terlebih lagi kelinci ini adalah level perak yang sudah lumayan untuk seorang murid.


Letticia dan Semi-Golden Rabbit segera membuat ikatan darah. Letticia meneteskan tiga tetes darahnya ke kepala Semi-Golden Rabbit tersebut. Seketika, terbentuklah lambang kerajaan Morton di kepala kelinci dan lambang kelinci muncul di punggung tangan Letticia.


"Wow ternyata majikanku adalah tuan putri?!" seru Semi-Golden Rabbit saat melihat pantulan dirinya di danau.


"Aku akan memberimu nama Bunny," kata Letticia. Bunny mengangguk tanda setuju.


Mereka lanjut mencari magic pet. Mereka menemukan Purple Owl dan Ashley mengambilnya. Pink Pigeon diambil Flo, Pink Owl diambil Emily, Gold Fish diambil Lucia, dan Black-Armored Komodo diambil Charlotte. Jadi hanya tinggal Amara yang belum mendapatkan magic pet.


Amara berjalan dengan loyo. Dia sudah menyerah dengan magic pet. Sepertinya tidak satupun dari magic pet itu menginginkannya. Entah kenapa mereka semua menolak Amara.


"Letticiaaaaa tidak bisakah kau mencarikanku magic pet," rengek Amara menyandarkan dirinya ke pundak Letticia.


"Aku bisa mencarikanmu magic pet. Tapi mau atau tidaknya mereka denganmu itu tergantung dirimu sendiri," jawab Letticia menyingkirkan kepala Amara dari pundaknya.


Amara cemberut. Bahkan Letticia tidak bisa membantunya.


Karena kesal, Amara mengangkat sebuah batu besar dengan sihirnya dan melempar batu itu ke danau. Ternyata, di balik batu itu ada seekor Gold Porcupine, landak berduri emas.


"Wow aku menyukainya," ujar Amara yang langsung berlari ke arah landak tersebut.


Tidak seperti magic pet lain yang sudah menolak Amara sebelumnya, landak ini menurut saja saat dielus oleh Amara. Bahkan dia tampak menyukai Amara.


"Apa kau mau jadi magic petku?"


Landak itu mengangguk tanda setuju. Amara sangat senang. Akhirnya dia mendapatkan magic petnya.


Amara dan landak tersebut segera membuat perjanjian darah. Muncul kata 'Chehade' di dahi landak dan lambang landak muncul di punggung tangan Amara.

__ADS_1


"Keluarga Chehade yang legendaris itu?" tanya landak tersebut.


"Aku tidak tahu keluarga legendaris mana yang kau maksud. Tapi itu sudah jelas bukan aku, karena aku tidak berasal dari dunia ini," jawab Amara.


"Keluarga Chehade adalah keluarga yang memiliki peran besar dalam sejarah kerajaan Morton," kata Ashley.


"Aku akan menamaimu Porcy," kata Amara tak mempedulikan perkataan Ashley.


Amara membopong Porcy. Porcy terlihat sangat imut dan lucu. Tentu Amara sudah menghilangkan durinya untuk sementara sebelum menggendongnya. Jika tidak, tangan Amara bisa terluka.


Mereka meneruskan perjalanan. Tiap murid memang boleh memiliki lebih dari satu magic pet. Dan jumlah maksimalnya adalah 7. Bagaimanapun, belum pernah ada orang yang memiliki 7 magic pet dalam sejarah.


Tiba-tiba, Letticia berhenti. Dia merasakan aura yang kuat di sini. Yang lain tidak memperhatikan Letticia yang berhenti dan tidak mengikuti mereka. Jadi mereka terus berjalan tanpa tahu bahwa Letticia tertinggal.


"Keluarlah. Aku tahu kalian di sana," kata Letticia.


Tiba-tiba, muncul sebuah gua. Seekor beruang cokelat besar dan seekor singa menghampiri Letticia. Dugaan Letticia benar, gua itu sengaja disembunyikan dan dibuat tidak terlihat dengan sihir.


"Kau tahu?" tanya beruang itu.


"Tentu saja. Kalian meremehkan instingku," jawab Letticia.


Beruang dan singa itu mengamati Letticia. Mereka merasakan sebuah kekuatan khusus pada dirinya. Dan ya, mereka tertarik pada anak ini.


Note : Beruang dan singa adalah magic pet kelas berlian.


"Apa kalian mau jadi magic petku?" tanya Letticia.


"Boleh saja. Tapi sebelum itu kau harus melewati beberap uji-"


"Oh baiklah tidak jadi."


Letticia berlalu. Kedua magic pet itu bengong. Biasanya orang akan memohon pada mereka agar menjadi magic petnya. Tapi anak ini malah menolak mentah-mentah.


"Hey, apa maksudmu? Kau merendahkan harga diri kami!" seru singa.


Singa dan beruang menyerang Letticia. Tapi Letticia, tanpa menoleh, dia membekukan tubuh kedua magic pet itu kecuali kepalanya.


Kedua magic pet itu terkejut. Orang yang bisa menggunakan sihir es hanya keturunan murni kerajaan Morton.


"Pantas dia menolak kami. Ternyata kami sudah lancang pada seorang putri dan bahkan menyuruhnya mengikuti ujian terlebih dahulu. Seharusnya kami yang bersyukur mendapatkannya sebagai tuan kami," sesal beruang dan singa dalam hati.


"Esnya akan meleleh setelah semua murid keluar dari hutan," kata Letticia. Lalu dia pergi begitu saja.


Di sisi lain, teman-teman Letticia baru menyadari bahwa Letticia tertinggal. Sekarang mereka dalam masalah. Letticia tahu arah, sedangkan mereka tidak. Itu artinya mereka hanya bisa menunggu Letticia menemukan mereka.


"Sial. Kita tersesat," umpat Amara.


"Yah, kita tidak punya pilihan selain menunggu Letticia," kata Ashley yang juga pasrah.


"Apa kita tidak bisa minta bantuan magic pet?" tanya Flo.


"Magic pet biasanya hanya berada di satu tempat sampai ada yang menjadikannya magic pet mereka. Jadi bagaimana mungkin mereka tahu arah," jawab Lucia.


Mereka menunggu dan menunggu. Letticia tak kunjung datang. Mereka mulai pasrah.


"Di mana Letticiaaaaa," seru Amara kesal.


Tiba-tiba, semak di belakang mereka bergerak. Mereka ketakutan. Jika itu magic pet kelas atas, mereka perlu bekerja keras mengalahkannya.


Dari dalam semak, keluar seekor rubah putih besar yang diikuti satu rubah putih lain. Yang di depan berekor sembilan, dan yang di belakangnya berekor tujuh.


"Rubah ekor sembilan?!" seru Charlotte.


Note : Rubah ekor sembilan adalah magic pet kelas legendaris. Begitu juga dengan rubah ekor tujuh. Bedanya, rubah ekor tujuh adalah kelas legendaris dasar, sedangkan rubah ekor sembilan kelas legendaris menengah.


Kedua rubah itu nampak tak terlalu senang dengan kehadiran mereka. Salah satu rubah mengeluarkab api dari mulutnya.


Amara menutup mata. Mungkin ini akhir hayat dari mereka semua.


Anehnya, Amara tak merasakan panas sedikitpun. Dia membuka mata dan melihat sebuah kubah tembus pandang yang melindungi mereka.


"Bodoh! Aku sudah menyuruh kalian melatih kubah sihir!" seru Letticia yang berada di depan Amara. Dia sangat kesal. Jika dia tidak datang tepat waktu, maka mungkin sahabat-sahabatnya tidak akan ada lagi di dunia ini.


Kedua rubah itu menatap Letticia penuh arti. Mereka tertarik.


Letticia menghilangkan kubah itu. Dia mendekati kedua rubah dengan mata menyala marah.


"Kenapa kalian menyerang mereka?!" serunya.

__ADS_1


Kedua rubah itu ketakutan. Letticia mengeluarkan aura mengerikan yang tidak biasa.


"Ma-maafkan aku. Kami hanya tidak suka dengan kehadiran mereka," jawab rubah ekor sembilan.


"Mereka kan tidak mengganggu kalian!" seru Letticia. Dia berbalik menatap teman-temannya yang membeku ketakutan, "Sudahlah, ayo pergi."


Saat Letticia hendak pergi, rubah ekor tujuh memegang tangannya, menahan Letticia agar tidak pergi. Letticia menepis kaki rubah itu. Teman-teman Letticia berhenti karena tidak ingin Letticia tertinggal lagi.


"Apa?" tanya Letticia, masih dalam suasana hati yang buruk.


"Bolehkah kami menjadi magic petmu?" tawar rubah itu.


Letticia berpikir sejenak. Dua magic pet kelas legendaris pasti akan sangat menguntungkan.


"Baiklah," jawab Letticia yang membuat kedua rubah itu senang.


Mereka membuat ikatan darah. Lambang kerajaan Morton muncul di dahi kedua rubah dan lambang rubah kembar muncul di pipi kiri Letticia.


"Wow, tuan putri!" seru rubah ekor tujuh saat melihat lambang di dahi kakaknya, rubah ekor sembilan.


Letticia memunculkan Bunny. Awalnya, Bunny takut dengan kedua rubah itu. Tapi akhirnya mereka bisa akur.


"Aku memberi kalian nama Nine dan Seven," kata Letticia pada mereka berdua. Nine untuk rubah ekor sembilan dan Seven untuk rubah ekor tujuh. Nine dan Seven mengibaskan ekor tanda suka dengan nama baru mereka.


Mereka melanjutkan perjalanan. Letticia sudah cukup senang mendapat satu magic pet kelas perak dan dua magic pet kelas legendaris.


Note : Biasanya murid mendapat maksimal 3 magic pet. Jarang ada murid yang mampu mendapat lebih dari itu.


Letticia mengedarkan pandangan ke langit. Seekor Phoenix emas atau Golden Phoenix terbang di langit. Banyak anak panah dan sihir yang menyerangnya, berusaha mendapatkan Phoenix itu. Begitu juga dengan Amara dan Ashley.


Note : Golden Phoenix adalah magic pet kelas legendaris atas.


Letticia tak mau membuang waktu. Dia terbang kr arah Phoenix itu. Tentu Phoenix tersebut terkejut.


"Kau bisa terbang?" tanya Golden Phoenix.


"Tentu aku bisa. Yang bisa terbang kan bukan hanya dirimu," jawab Letticia.


Golden Phoenix mengamati Letticia. Dia akan memutuskan, apa anak ini cocok menjadi partnernya atau tidak.


"Maukah kau menjadi magic petku?" tanya Letticia.


"Hm... Baiklah, aku merasakan aura spesial darimu. Aku akan menjadi partnermu jika kau bisa mengalahkanku," kata Golden Phoenix itu.


Letticia mengangguk setuju. Dia membekukan kedua sayap Phoenix.


"Apa yang kau lakukaaaaann?!!" seru Golden Phoenix. Dia jatuh dengan kecepatan tinggi.


Letticia menggunakan sihirnya dan membuat Golden Phoenix tidak jatuh. Lalu dia membawanya kembali ke hadapannya.


"Jadi bagaimana?" tanya Letticia.


"Ba-baiklah, tuan putri menang," Golden Phoenix yang terkenal perkasa itu kini menggigil ketakutan.


Mereka membuat ikatan darah. Lambang kerajaan Mortok muncul di dahi Golden Phoenix dan lambang Phoenix muncul di pipi kanan Letticia.


"Aku menamaimu Gonix."


Letticia dan Gonix turun menghampiri teman-teman Letticia yang sudah menunggunya. Mereka takjub dengan Golden Phoenix tersebut.


Waktu pencarian magic pet masih tersisa satu jam. Letticia merasa empat magic pet tentu sudah lebih dari cukup.


Tiba-tiba, tiga magic pet kelas legendaris yaitu komodo sisik emas, buaya putih, dan minotaurus menghampiri Letticia dan langsung membungkuk di hadapannya.


"Biarkan kami menjadi magic pet tuan putri."


Semua orang tertegun. Fenomena apa ini? Kini Letticia akan memiliki tujuh magic pet seperti dalam legenda.


"Baiklah," jawab Letticia.


Mereka membuat perjanjian darah. Amara melongo melihat sahabatnya yang sangat hebat. Dia bertekad untuk terus berlatih dan menjadikan dirinya setara dengan Letticia.


Satu jam kemudian, pencarian magic pet berakhir. Semua murid serentak menghilang dari Magical Forest dan muncul di luar hutan dengan magic pet mereka masing-masing.


Semua mata tertuju pada Letticia. Bagaimana tidak, dia memiliki tujuh magic pet! Dan enam diantaranya adalah kelas legendaris. Sepertinya legenda itu tidak berbohong.


Irene naik ke atas podium,


"Kalian sudah bekerja keras mendapatkan magic pet masing-masing. Magic pet itu akan menjadi partner kalian mulai sekarang. Rawat dengan baik dan berlatihlah dengan mereka."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2