
"Ughh... Di mana aku?" batin George merintih.
Zzzt!
George kembali pingsan. Amara langsung menyetrumnya tanpa basa basi lagi.
Beberapa menit kemudian, Letticia dan yang lain kembali. Letticia memberi titipan Amara padanya.
"Makasih~" ucap Amara senang karena mendapatkan snack favoritnya.
"Ya. Apa kabar penyusup ini? Apa dia bangun?" tanya Letticia mengamati George.
"Dia bangun beberapa menit yang lalu dan aku menyetrumnya," jawab Amara.
Letticia menggunakan sihirnya dan membangunkan George. George bangun dengan linglung dan merasa tidak asing dengan wajah Letticia.
"Tu-tuan putri!" seru George langsung bangkit dan duduk.
Tak disangka, Letticia menghunuskan pedang ke leher George.
"Aku sudah menyegel sihirmu. Dan kau tidak akan bisa menyegel sihirku karena sihirku sudah di atas level 6. Katakan, apa yang kau lakukan di sini?" kata Letticia dengan aura menyeramkan.
"Ampuni aku, aku hanya disuruh," ujar George ketakutan dan reflek bersujud pada Letticia.
"Bangunlah. Siapa yang menyuruhmu?" Letticia memasukkan pedangnya ke ruang penyimpanan.
__ADS_1
"Bos Terotenia, Willy Tareki Azmith," jawab George. Dia jelas tahu harus berpihak pada siapa sekarang.
"Kenapa kau menuruti perintahnya?" tanya Letticia.
"Aku hanya anak sebatang kara, tuan putri. Dan aku tidak punya pekerjaan. Willy menjanjikan uang yang besar untukku sebagai imbalan mencuri dari kamar ini," jawab George takut-takut.
Letticia menghela napas. Kini dia tahu situasi George. Sebenarnya Letticia merasa kasihan pada George sekarang. George terlihat masih muda. Mungkin umurnya baru 18 tahun. Dan dia tak punya orangtua, kerabat, atau pekerjaan apapun untuk bertahan hidup.
"Aku kasihan padamu. Kali ini aku akan mengampunimu. Tapi berjanjilah untuk tidak melakukan hal ini lagi," kata Letticia.
"A-aku janji."
"Aku akan memberimu sebuah rumah sederhana dan mengirimimu makanan setiap minggu. Aku juga akan memberi sihir pelindung yang akan membunuh siapapun dan apapun yang akan membahayakanmu," kata Letticia.
"Sungguh?! Terima kasih, tuan putri!" seru George bahagia.
"Tuan putri adalah penyelamat hidup saya," George berkata seraya menangis.
"Bukan masalah besar. Sebagai imbalannya, kau harus memberitahuku rahasia Terotenia."
"Tentu. Saya akan memberitahu semua yang saya ketahui," jawab George tanpa ragu. Bagaimanapun, dia punya Letticia yang melindunginya. Dan dia juga sudah punya jaminan tempat tinggal dan makanan setiap hari. Jadi untuk apa lagi dia bekerja pada Willy?
Letticia menyihir semangkuk sup ayam. Dia memberikannya pada George.
"Makanlah dulu. Setelah itu, ceritakan pelan-pelan," kata Letticia, "Kau terlihat lapar."
__ADS_1
George menerima sup pemberian Letticia dengan senang hati. Dia memang sudah tidak makan selama beberapa hari. Karena itulah dia berani melaksanakan perintah Willy untuk merampok kamar Letticia.
George makan dengan lahap. Letticia memperhatikan anak itu. Dia yakin, pasti George sebenarnya adalah orang baik. Tapi keadaan dan tuntutan untuk bertahan hidup membuatnya melakukan ini. Jika dia tidak melakukan ini, maka dia pasti sudah mati.
Selesai makan, George minum dan mulai bercerita.
"Seperti yang kalian tahu, Terotenia adalah kelompok gangster yang melakukan kegiatan seperti penyelundupan, pencurian, perampokan, bahkan pembunuhan. Bos kami bernama Willy.
"Tidak banyak yang tahu tentang kekuatan Willy. Tapi aku pernah mendengarnya berbicara dengan saudaranya secara tidak sengaja. Dan aku mendengar bahwa kekuatannya adalah elemen petir level 6 dan elemen api level 6."
"Dia cukup kuat," gumam Letticia yang bisa didengar oleh George.
"Tentu saja. Jika dia tidak kuat, tidak mungkin dia menjadi bos," kata George, "Tapi dengar-dengar, dia punya satu kekuatan lagi."
"Apa?" tanya Letticia.
"Aku juga tidak tahu."
Letticia tak terlalu khawatir dengan kekuatan Willy. Sekuat apapun dia, akan kalah melawan Letticia. Tapi untuk jaga-jaga, Letticia akan membawa teman-temannya.
"Kalian mau ikut?" tanya Letticia.
"Ke mana?" tanya Ashley.
"Memusnahkan Terotenia."
__ADS_1
...****************...