
Letticia melamun, memutar otak. Dia harus memikirkan cara membuktikan kebusukan Count Smith dan Irene. Dia tidak bisa membunuh orang tanpa bukti yang jelas.
"Sepertinya satu-satunya cara adalah melakukan tes DNA antaa Count Smith, Miss Irene, dan Tiffany sekaligus," batin Letticia.
Croco menghampiri tuannya,
"Apa tuan sedang ada masalah?"
Letticia melompat kaget. Dia mengelus dada lega setelah mengetahui bahwa itu adalah Croco.
"Kau mengagetkanku, Croco. Kau mengingatkanku pada buaya darat itu," kata Letticia.
"Umm... Aku tidak tahu apa itu buaya darat, tuan?"
"Lupakan."
Letticia mengambil sebuah buku hitam dan mulai membacanya. Croco mengikuti. Ternyata isi buku itu adalah beberapa catatan penting yang berkaitan dengan kasus Lora.
Croco tak terlalu peduli dengan hal seperti itu. Dia tak suka dengan hal yang berbau kriminal. Karena menurutnya hal itu merepotkan dan ada terlalu banyak kekerasan. Terkadang benda yang paling dibenci Croco muncul dalam kasus kriminal. Darah.
"Ugh aku benci ini," umpat Letticia, "Aku sudah memutuskan, aku akan membunuh mereka langsung."
__ADS_1
Croco tertegun. Dia takut sekaligus bangga pada tuannya yang begitu berani membunuh orang. Tapi sepertinya orang yang akan. Letticia bunuh adalah orang jahat, jadi Croco tidak keberatan dengan hal itu. Sebenarnya Croco ingin cara yang lebih efisien untuk menghukum orang, yaitu menyiksanya. Tapi langsung mati juga tidak buruk.
Bunny berlari ke arah Letticia dan langsung melompat ke pangkuannya. Dia memasang wajah imut.
Letticia memeluk Bunny. Bunny sangat manja pada Letticia. Letticia juga menyayangi Bunny karena rupanya yang imut.
Croco memandang iri dari sudut ruangan. Dia ingin dipeluk seperti itu juga. Tapi sepertinya Letticia membenci buaya darat. Menurut pemikiran Croco, buaya darat adalah buaya yang hidup di darat. Bukankah itu berarti dirinya sudah menjadi buaya darat sekarang?
"Mungkin aku harus menjadi buaya air," gumam Croco, "Tapi aku tidak bisa membawa air ke mana-mana."
Croco berpikir keras. Akhirnya dia memutuskan untuk belajar terbang.
Croco keluar kamar dan menghampiri Miss Laurelline yang hampir jantungan karena kehadirannya. Dia menatap Croco dalam-dalam, sekadar memastikan penglihatannya tidak salah.
"Iya. Apa kau bisa mengajariku terbang?" tanya Croco tak peduli dengan keterkejutan Laurelline.
"Kebetulan elemenku adalah angin. Sepertinya aku bisa mengajarimu. Hanya saja, karena tubuhmu berat, kau harus mencapai setidaknya level 4 untuk terbang dengan sempurna," kata Laurelline. Dia tak ingin melewatkan kesempatan mengajari buaya putih. Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan seumur hidupnya.
Croco langsung setuju. Dia ingin cepat-cepat bisa terbang. Mungkin Letticia akan menyukai Croco dan memeluknya setiap hari seperti Bunny jika Croco menjadi buaya udara.
"Baiklah, ayo pergi ke arena latihan," kata Laurelline.
__ADS_1
Laurelline mengantar Croco ke arena latihan. Semua murid yang sedang berlatih dan guru yang melatih mereka terkejut saat Laurelline membawa buaya putih.
"Apa ini magic pet tersembunyimu? Apa kau adalah seorang putri?" tanya Miss Yanyan saat melihat Laurelline membawa Croco dan Croco memiliki lambang kerajaan Morton di dahinya.
"Bukan, ini magic pet milik tuan putri Letticia," jawab Laurelline menyebut nama Letticia sesopan-sopannya. Jika tidak, mungkin Croco akan merobeknya saat ini.
"Anak itu tuan putri?" tanya Yanyan. Yanyan adalah guru baru, jadi tidak tahu tentang kabar yang simpang siur di sekolah ini.
"Begitulah kabarnya. Aku belum pernah melihat sihir esnya secara langsung," jawab Laurelline.
Laurelline segera mengajari Croco terbang. Awalnya Croco kesulitan. Dia tak pernah mencoba sihir lain sebelumnya.
Note : Croco adalah satu-satunya magic pet yang memiliki sihir es dan khusus untuk keturunan kerajaan Morton. Namun Letticia adalah satu-satunya orang yang memiliki Croco. Bahkan raja-raja dan ratu-ratu sebelumnya gagal memiliki Croco.
Setelah fokus dan tekun berlatih, Croco berhasil mencapai level 1 atas. Kenaikan level ini sudah sangat cepat karena biasanya murid biasa membutuhkan waktu minimal 1 minggu untuk mencapai level ini.
"Itu saja untuk hari ini. Pulang dan istirahatlah, kita akan berlatih lagi besok," kata Laurelline. Croco mengangguk.
Croco kembali ke kamar. Di sana ada Letticia yang sedang tidur dengan Bunny dan Porcy, landak berduri emas milik Amara.
Croco lelah. Dia meregangkan tubuh dan tidur nyenyak di samping kasur...
__ADS_1
...****************...