Ice Princess

Ice Princess
Rencana


__ADS_3

Letticia sudah merencanakan semuanya. Dia akan membawa Count Smith dan Miss Irene berteleportasi di saat yang sama ke penjara. Untuk itu, dia butuh bantuan Amara.


"Aku tidak ingin ikut campur dalam rencana gilamu, Letticia," tolak Amara. Sebenarnya dia ingin membantu, namun Amara lebih menyayangi nyawanya.


Letticia mengangguk paham. Dia memutuskan mencari orang lain. Tapi siapa yang mau dan cukup berani untuk melakukannya?


Letticia berjalan menyusuri koridor lantai 3. Kamar lantai 3 adalah kamar biasa yang tak semewah kamar VIP dan VVIP. Tidak biasanya dia di sini. Letticia hanya ke sini karena bosan.


Tiba-tiba, seorang gadis menghampiri Letticia. Letticia jelas mengetahui keberadaan gadis itu. Tapi dia hanya menunggu apa yang akan gadis aneh itu lakukan.


"Aku akan membantumu."


Letticia berbalik. Aku akan membantumu, itu kalimat pertama yang Letticia dengar dari gadis tersebut. Gadis itu berpenampilan biasa, namun Letticia bisa merasa kekuatannya cukup kuat dan cocok untuk membantunya menjalankan misi kali ini.


"Kau tahu?" tanya Letticia.


"Tentu. Aku mendengarnya dari Lucia," jawab gadis tersebut.


"Kukira Lucia adalah orang yang hanya berteman dengan orang kaya saja," batin Letticia. Dia sudah berprasangka buruk pada Lucia.


"Jadi, ayo kita diskusikan masalah ini."


Gadis itu membawa Letticia ke sebuah bangku yang cukup panjang. Mereka berdua duduk. Gadis tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Angelie Ravon Callista dan dipanggil dengan nama Angel.


"Jadi, bagaimana rencana kita?" tanya Angel.


Letticia tak menjawab. Dia membuka sebuah portal menuju ke dimensi tempat Aldrian pernah membawanya. Lalu membawa Angel masuk.

__ADS_1


*baca eps 5


Angel tercengang. Orang biasa tak akan pernah bisa masuk ke sini. Ternyata rumor bahwa tempat ini terlihat seperti surga itu benar adanya.


Letticia dan Angel duduk di bawah pohon sakura yang bunganya sedang mekar. Bunga-bunga itu berjatuhan satu persatu dengan indah. Setiap bunga memiliki keindahannya sendiri. Bahkan bunga yang terlambat mekar pun berusaha agar mekar dengan indah.


Ayah Mulan : Bunga yang mekar dalam kesulitan akan menjadi bunga paling indah.


Angel tak bosan-bosannya memandang dimensi ini. Dimensi ini hanya bisa dibuka dengan kekuatan keturunan murni kerajaan Morton. Tentu isinya sangat indah melebihi ekspektasi.


"Kita harus mulai membuat rencana," kata Letticia membuyarkan lamunan Angel.


"Hm kurasa tidak perlu. Rencananya sederhana. Cari cara apapun untuk membuat Count Smith dan Miss Irene berteleportasi ke penjara dan beri penjara itu ramuan penangkal sihir," jelas Angel.


"Baiklah. Aku dengar Count Smith dan Miss Irene ada kencan dua hari lagi. Aku akan mendekat sebagai pelayan dan membuat portal," kata Letticia.


Letticia segera mempraktekkan hal itu. Dia mengubah rambut putih dengan untaian emasnya menjadi hitam. Kulit seputih saljunya diubah menjadi sedikit lebih gelap. Dan mata biru dan ungunya diubah menjadi cokelat tua. Dan wajahnya juga diubah sedikit.


"Wow!" seru Angel melihat perubahan drastis itu.


Letticia mengubah dirinya menjadi seperti semula. Begitulah kira-kira penampilannya di hari melakukan rencana nanti. Hanya saja, dia akan mengubah wajahnya sedikit lebih jauh untuk berjaga-jaga. Letticia bukan orang yang ceroboh.


"Oh iya. Kenapa kau mau membantuku?" tanya Letticia.


"Mmm... Sebenarnya aku butuh uang. Bisakah kau membayarku setelah rencanamu berhasil?"


Letticia tertegun. Orang benar-benar akan melakukan apapun demi uang. Bahkan memberi resiko pada nyawanya seperti ini.

__ADS_1


"Tentu saja. Uang bukan masalah. Aku akan memberimu cukup banyak," jawab Letticia.


"Terima kasih!" Angel menghambur memeluk Letticia. Lalu dia melepaskannya, "Ah, maaf, aku terlalu senang."


Mereka mengobrol selama beberapa waktu di dimensi tersebut. Ternyata dulunya Angel adalah orang kaya dan tinggal di kamar VIP. Namun semua itu berubah saat ayahnya ditangkap karena melakukan penggelapan uang. Untungnya, ibu Angel bangkit dan menghidupi Angel dan kakaknya dengan berjualan kue. Sekarang toko kue ibunya sudah cukup besar dan mereka hidup berkecukupan walau belum bisa dibilang kaya.


"Ngomong-ngomong, untuk apa kau membutuhkan uang? Ini pasti sangat penting hingga kau mengorbankan nyawamu sendiri," kata Letticia.


Angel menunduk, "Karena jika aku tidak melakukannya, maka nyawa orang lainlah yang akan hilang."


Letticia terdiam. Sepertinya dia ada masalah.


"Kakakku menderita demam merah. Kata tabib, obat untuk penyakit ini sangat langka dan kalau harus dibuat pun susah dan bahannya tidak begitu mudah didapatkan. Tabib itu mempunyai satu obat demam merah, tapi tentu harganya sangat mahal," jawab Angel. Dia kembali mengingat kakaknya yang terbaring kesakitan di rumah.


"Ya ampun. Kau bodoh."


Angel menoleh ke Letticia. Apa Letticia marah padanya?


"Kau tidak memerlukan obat dari tabib itu. Aku bisa membuatkannya untukmu," kata Letticia.


Kata-kata itu membuat mata Angel berbinar, "Benarkah?"


"Ya, tapi aku butuh waktu 3 hari untuk membuatnya. Apa waktunya masih cukup?"


"Kata tabib, masa hidup kakakku tinggal sekitar 1 bulan. Jadi masih ada waktu," jawab Angel.


"Baiklah. Aku akan membuatkannya untukmu."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2