Ice Princess

Ice Princess
Peta


__ADS_3

Letticia mengambil gulungan kertas yang ia temukan di gudang harta berharga lama istana. Kertas ini jelas tidak mungkin ditaruh di sana tanpa alasan.


Setelah membolak-balik kertas itu, Letticia yakin kertas ini memang kosong. Apa mungkin seseorang tidak sengaja meletakkannya di gudang harta?


"Sepertinya aku punya kasus lagi," Letticia tersenyum. Dia menyukai misteri dan teka-teki, walau tidak terlalu berbakat memecahkannya.


Flo keluar dari kamar mandi dengan handuk di rambutnya. Dia lupa mandi tadi sore dan malas mandi malam, jadi hanya mencuci rambut.


Melihat Letticia yang sedang serius, Flo menghampirinya. Dia memperhatikan kertas itu dan heran kenapa Letticia terlihat begitu serius melihatnya. Apa tulisan di kertas itu hanya bisa dilihat etticia sehingga tidak bisa dia lihat?


"Kertas apa itu?" tanya Flo, tidak bisa membendung rasa penasarannya lagi.


"Aku menemukannya di gudang harta berharga lama istana. Menurutku, tidak mungkin kertas ini ditaruh di sana tanpa alasan," jawab Letticia.


Tiba-tiba, Flo mengambil kertas tersebut dan menatap dalam-dalam. Akhirnya, dia tersenyum karena sudah menemukan sebuah kemungkinan.


"Sepertinya ini ditulis dengan air lemon," ujar Flo bangga dengan kesimpulannya.


"Air lemon? Kalau begitu bagaimana cara melihat tulisannya?" tanya Letticia penasaran dan semakin bersemangat memecahkan misteri kertas ini.


"Dekatkan dengan sumber panas seperti api. Tapi jangan sampai membakar kertasnya," jawab Flo.


Letticia segera mengambil kertas itu dari tangan Flo. Dia mengeluarkan kekuatan apinya. Seketika, perlahan isi kertas itu muncul. Bukan tulisan, melainkan gambar yang terlihat seperti sebuah peta.


"Peta harta karun?" gumam Letticia. Dia membaca peta itu dan berusaha memahaminya. Flo duduk di sebelah Letticia dan juga memperhatikan peta itu.


Peta ini menunjukkan kerajaan Morton. Ada satu tempat yang diberi tanda silang yang merupakan tempat harta karun yang menjadi tujuan dibuatnya peta ini. Dan dari nama pembuatnya, harta karun ini pasti sesuatu yang berharga.


Menurut Flo, Kaisar Daise adalah raja kegelapan yang ke-6. Dia memimpin pasukan besar menyerang kerajaan Morton. Pasukannya kalah dan Kaisar Daise kembali ke Kerajaan Kegelapan. Dia meninggal tak lama kemudian karena seseorang memasukkan racun yang sangat kuat ke minumannya. Bahkan Kaisar Daise tidak mampu menahan racun itu.

__ADS_1


Anehnya, Letticia tidak pernah mendengar atau mengunjungi Hoven, tempat yang diberi tanda silang dalam peta. Anehnya lagi, Hoven seperti menimpa Alistisi, tempat sebenarnya di tempat Hoven ditandai. Letticia pernah mengunjungi Alistisi, tapi tidak ada yang namanya Hoven.


"Di sini jelas Alistisi. Kenapa ada Hoven?" tanya Letticia.


"Aku juga tidak tahu," jawab Flo yang sama bingungnya. Tidak ada tempat bernama Hoven di buku maupun peta kerajaan Morton.


"Oke, kita harus memecahkan masalah ini," Letticia menggulung peta dan berdiri.


"Kita?" Flo menunjuk dirinya.


"Iya," jawab Letticia, "Kita akan menemukan Hoven."


...****************...


Perjalanan ke Alistisi memakan waktu 15 menit terbang dengan kecepatan penuh. Kini Letticia dan Flo sampai di Alistisi yang dua pertiga wilayahnya merupakan hutan belantara yang sangat lebat. Kabarnya ada beberapa binatang langka di hutan tersebut. Pemerintah melindungi hutan ini agar tidak ada perburuan hewan yang berlebihan.


Letticia mendaratkan dirinya dan Flo di pinggir hutan. Menurut cerita yang sering Letticia baca, petunjuk dan harta karun sering berada di dalam hutan.


"Sini kau, burung nakal!" Letticia menggunakan sihirnya. Burung itu terbang kembali ke arahnya. Burung itu sendiri bingung kenapa dia terbang ke Letticia.


Letticia mengurung burung itu di dalam sangkar sihir. Lalu ia menatap dalam-dalam burung tersebut, yang membuat burung itu berkeringat dingin.


Dengan beberapa gerakan, bulatan cahaya keluar dari telapak tangan Letticia dan masuk ke mulut burung tersebut.


"Katakan. Apa ada daerah bernama Hoven?" tanya Letticia.


Burung itu membuka mulutnya, dan ternyata ia jadi bisa bicara bahasa manusia, "Aku pernah mendengarnya. Kau harus bertanya pada Raja Hutan."


"Raja Hutan?" batin Letticia. Apa itu singa seperti dalam cerita?

__ADS_1


"Raja Hutan adalah seekor singa bermata biru yang bisa membuat rupanya menjadi singa atau manusia. Dia tinggal di suatu tempat rahasia di hutan ini," jelas burung itu.


"Di mana tempatnya?"


"Aku juga tidak tahu."


Letticia menghela napas. Dia melepaskan burung yang dia kurung dan membiarkannya terbang entah ke mana.


"Sepertinya aku harus mencari Raja Hutan sendiri," batin Letticia kesal.


Setelah berjalan selama satu jam, mereka tidak menemukan apapun. Letticia sudah bertanya pada semua hewan yang dia temui, tapi tidak ada yang tahu pasti tempat sang Raja Hutan berada. Hanya ada seekor monyet tua yang memberitahu bahwa Raja Hutan tinggal di tempat yang disinari Matahari. Jadi tempat itu seharusnya tidak tertutup dan tidak pula ada di bawah tanah.


Karena petunjuk dari sang monyet tua, Letticia menerbangkan dirinya dan Flo, lalu terbang di atas hutan. Hutan ini sangat luas. Mereka butuh waktu tiga jam mengelilinginya. Tapi hasil pencarian tetap nihil.


"Apa monyet tua itu berbohong?" ujar Letticia marah.


"Aku tidak merasa dia berbohong," kata Flo, "Lebih baik kita turun dan pikirkan."


Mereka berdua mendarat di sebuah tanah kosong di tengah hutan yang tidak tertutup pepohonan. Letticia duduk dengan kaki terlipat ke atas dan wajah di atas lutut. Dia memeluk kakinya dan berusaha berpikir jernih.


Tempat yang disinari Matahari di hutan ini sangat sedikit. Sebagian besar tertutup pepohonan lebat dan beberapa tidak ada cahaya sama sekali. Tapi Letticia sudah melihat setiap tempat yang disinari cahaya Matahari dan tidak ada Raja Hutan di sana.


Menyebalkan. Perjalanan ini seperti tidak berarti sekarang. Apa serunya misteri kalau tidak mampu memecahkannya?


"Kita pulang saja," saran Flo yang juga sudah lelah dengan semua ini.


"Ya sudah, ayo pulang. Kita cari lain kali," balas Letticia.


Letticia menerbangkan dirinya dan Flo, lalu terbang pulang. Tanpa menyadari sesosok bayangan yang mengamati mereka sedari tadi. Bayangan itu terpantul di batu. Pemilik bayangan tersebut mengeluarkan smirk, memandang Letticia dan Flo di langit.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2