Ice Princess

Ice Princess
Menginap di Istana


__ADS_3

"Yeyy besok libur!" sorak Amara begitu sampai di kamar.


Tadi, Miss Jane mengumumkan libur selama 2 minggu. Tentu pengumuman ini membuat semua murid senang. Terlebih lagi, mereka diizinkan keluar sekolah dan pergi ke manapun mereka mau.


"Kita liburan ke mana?" tanya Flo,"Jangan ke tempat angker atau berbahaya."


"Hm..."


...****************...


Letticia, Amara, Flo, Emily, Lucia, Charlotte, Ashley, Halley, Angel, dan Olivia berjalan menuju gerbang istana. Ya, Angel dan Olivia juga ikut bersama mereka.


"Silahkan masuk, tuan putri," ujar para penjaga begitu melihat Letticia dan teman-temannya.


Letticia dkk segera masuk. Di dalam, nampak Nalie dan Robins minum teh sambil mengobrol.


"Ah, kalian sudah datang," sambut Nalie melihat Letticia dan yang lain.


Letticia duduk di sofa, begitu juga dengan teman-temannya. Pelayan membawakan teh dan kue kering.


Tiba-tiba, Aldrian datang. Lucia, Charlotte, Ashley, Halley, Angel, dan Olivia reflek berdiri dan sedikit membungkuk.


"Salam, pangeran."


"Duduklah," kata Aldrian mempersilahkan mereka.


Mereka berenam langsung kembali duduk. Keenamnya gugup karena bertemu dengan Aldrian. Apalagi Aldrian sangat tampan dan berwibawa yang semakin memperkuat daya tariknya.


"Kalian tidak pernah seperti ini padaku," protes Letticia.


"Haha tuan putri benar. Seharusnya kalian lebih hormat padanya. Aku hanya pangeran sementara," kata Aldrian.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda. Kami teman, jadi tidak perlu sesungkan itu," kata Letticia sambil menyeruput teh.


Mereka mengobrol seru. Walau keenam orang tadi agak gugup bicara dengan Aldrian. Mereka juga tidak lama-lama menatap Aldrian, karena ada risiko pingsan kalau menatap wajah setampan itu terlalu lama.


"Ayo ke kamarku," kata Letticia.


Letticia dan teman-temannya pergi ke kamar Letticia. Mereka akan tidur di sana selama berada di istana. Sebenarnya teman-teman Letticia ingin tidur di kamar tamu karena tidak enak kalau harus tidur di kamar seorang putri, tapi Letticia bersikeras sehingga teman-temannya hanya bisa setuju.


"Wow kamarmu besar," komentar Halley melihat kamar Letticia yang jauh lebih besar daripada kamarnya. Padahal kamar Halley sendiri sudah sangat besar.


"Justru akan aneh kalau kamar seorang putri kecil," kata Amara.


Di kamar ini ada tiga kasur. Sebenarnya hanya ada satu kasur, tapi Letticia meminta dua kasur tambahan. Tentu permintaannya langsung dipenuhi.


Setelah mengemasi barang, Letticia membuka portal. Dia akan menjemput Ansley sekaligus mengambil beberapa barang.


Sebelum teman-temannya sempat bertanya, Letticia sudah masuk ke dalam portal. Kini ia berada di rumahnya. Tepatnya di ruang tamu. Letticia berjalan ke kamar kakaknya dan membuka pintu.


Krekk


Ansley hampir menendang Letticia. Dia sangat kaget. Bagaimana kau tidak kaget saat seseorang tiba-tiba membuka pintu saat kau sedang memakai baju? Untung akal Ansley bergerak lebih cepat daripada kakinya. Yah, walau Ansley menendangnya pun, ada kemungkinan reflek Letticia lebih cepat dan akan menahan kaki kakaknya sebelum mengenai dirinya.


"Letticia!" seru Ansley saat melihat wajah yang sangat dikenalnya itu sedang tertawa lepas.


"Hahaha seharusnya kakak lihat diri kakak tadi," tawa Letticia. Tadi wajah Ansley sangat lucu.


"Ugh itu tidak lucu. Cepat keluar dan biarkan kakak memakai baju."


Letticia menurut. Dia keluar dan menunggu di ruang tamu. Letticia mengedarkan pandangan ke sekitar. Ruang tamu ini tidak banyak berubah. Hanya sedikit berantakan. Biasanya, ibu yang merapikan rumah. Ansley harus sekolah dan banyak tugas, dia juga agak malas, jadi jarang membersihkan rumah.


Beberapa menit kemudian, Ansley turun. Dia menghampiri Letticia dan duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Ada apa tiba-tiba kemari?" tanya Ansley. Letticia sudah lama tidak mengunjunginya.


"Aku mengajak kakak liburan bersama kami. Kakak sedang libur semester kan?" kata Letticia to the point tanpa basa-basi lagi.


"Kakak ikut," jawab Ansley tanpa ragu. Lagipula, dia tidak punya kegiatan lain selama liburan. Ansley juga butuh istirahat sejenak dari sekolah dan tugas lainnya.


"Ambil barang-barang yang mau kakak bawa."


Ansley dan Letticia kemudian sibuk mengemas barang masing-masing. Letticia mengambil baju santai untuk teman-temannya juga.


"Hm ini kurang," gumam Letticia. Dia pergi ke toko. Beberapa menit kemudian, Letticia kembali dengan membawa beberapa pakaian santai dan baju tidur. "Oh iya, aku kan bisa buat dengan sihir," ujar Letticia menepuk jidat. Bisa-bisanya dia lupa hal seperti itu.


Note : Uang bukan masalah. Letticia membawa beberapa emas untuk dijadikan uang.


"HP... Charger..." gumam Letticia melihat barang bawaannya. Dia hanya membawa barang pribadi dan yang penting. Sisanya bisa dia buat dengan sihir. Ini tidak sulit bagi Letticia.


Tak lama, Letticia dan Ansley membawa tas masing-masing. Letticia membuka portal, lalu mereka memasukinya bersama dan langsung tiba di kamar Letticia, tempat teman-teman Letticia menunggu kedatangannya.


"Kau membawa kak Ansley?" tanya Amara.


"Iya. Tidak apa-apa, kan? Kakakku ini jomblo dan introvert, jadi dia tidak punya kegiatan selama liburan."


"Hey, kau ini mengejek kakak ya?" tanya Ansley dengan tatapan menusuk.


"Eh ti-tidak kok," kata Letticia, "Ehm aku harus pergi."


Letticia pergi membawa tasnya entah ke mana.


"Itu tong sampah!" seru Ashley tepat sebelum Letticia tak sengaja menaruh tasnya ke tong sampah.


"Ah i-iya," kata Letticia nyengir sambil garuk-garuk kepala.

__ADS_1


"Hahaha."


...****************...


__ADS_2