Ice Princess

Ice Princess
Tanggal Satu Bulan Mort


__ADS_3

Sekitar satu jam lagi adalah tanggal satu bulan Mort. Letticia begadang untuk menyaksikan hal ini. Yah, dia begadang hanya karena ini, walau tidak ada manfaatnya.


"Tidur saja," saran Amara. Tapi Letticia tetap tidak mau tidur. Amara memutuskan menemaninya, karena Amara sendiri kebetulan tidak bisa tidur.


"Bulan Mort itu bulan spesial kan?" tanya Amara.


"Bisa dibilang begitu. Ada beberapa peristiwa aneh dan penting di bulan ini," jawab Letticia.


Letticia memandang ke luar jendela. Langit malam nampak gelap dengan Bulan dan bintang-bintang. Letticia bisa melihat konstelasi Scorpion yang berbentuk seperti kalajengking.


Sejak kecil, Letticia sangat menyukai langit malam. Dia sering melamun di jendela kamarnya, hanya untuk memandang langit. Letticia pernah mencoba menghitung jumlah bintang, tapi tidak pernah terhitung olehnya. Dia juga mempelajari berbagai fakta luar angkasa dan nama-nama konstelasi.


"Indah..." gumam Amara yang terdengar oleh Letticia.


Ashley menghampiri mereka. Dia malas tidur dan memilih begadang malam ini. Lagipula, besok mereka masuk siang. Jadi paginya bisa tidur.


"Gak tidur?" tanya Letticia melihat Ashley.


"Gak," jawab Ashley singkat.


Letticia, Amara, dan Ashley menunggu hingga jam berdentang 12 kali. Ketika jam berdentang 12 kali, itu artinya sudah jam 12 malam dan pergantian hari serta bulan akan terjadi.

__ADS_1


...****************...


Kamar George.


"Akhh! Sakit!"


BAM!


"Ada apa, George?" tanya nenek Mei khawatir.


George mengerang kesakitan. Dia merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya. George mengalami ini setiap tahun di tanggal satu bulan Mort. Dia tidak pernah tahu penyebabnya.


Nenek Mei juga sudah tahu, George mengalami hal ini setiap tahun. Jadi dia hanya mengambil kompres dan mengompres George. Nenek Mei mengikat kompresnya di kepala George supaya tidak jatuh saat George bergerak karena kesakitan.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai seperti ini?" tanya nenek Mei cemas.


"Aku juga tidak tahu. Tapi aku akan mencari penyebab semua ini."


...****************...


"Wow tanggal satu bulan Mort..." gumam Georgia.

__ADS_1


Georgia berdiri dan memandang ke luar jendela. Biasanya, dia tidak bisa berjalan dan tidak bisa memandang ke luar jendela secara langsung, kecuali dengan bantuan George. Tapi berkat tabib handal yang didatangkan George secara rutin sejak beberapa hari lalu, keadaan Georgia mulai membaik. Kini dia bisa berjalan sendiri tanpa bantuan tongkat atau siapapun.


Georgia sangat menyukai bulan Mort. Waktu kecil, dia membuat cerita tentang Matahari dan Bulan yang bertemu dan bermain sekali setahun setiap bulan Mort. Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang hanya bisa bertemu sekali setahun. Matahari adalah laki-laki dan dia sangat mencintai Bulan. Karena itu, Matahari memberi cahaya pada Bulan.


"Kak George selalu tertawa setiap aku menceritakan cerita itu," pikir Georgia.


Kalian pikir Georgia tidak mendengar erangan dan suara kesakitan George? Ya, dia mendengarnya. Tapi Georgia tahu, George mengalami ini setiap tahun. Bukan dia tidak khawatir dengan kakaknya, namun jika dia menunjukkan sisi khawatir dan sedihnya, George akan sedih juga dan Georgia tidak suka melihat kakaknya sedih. Itu menyakitkan baginya.


"Aku hanya bisa mendoakanmu, kak..."


...****************...


"1 menit lagi," gumam Letticia.


TENG!


Jam mulai berbunyi. Letticia dan kedua sahabatnya segera melihat ke luar jendela. Matahari sudah keluar. Kini Matahari dan Bulan berdampingan di langit. Suasana jadi terang seperti siang hari.


"Wow ini bulan Mort pertama bagiku," ujar Letticia. Ya, dia baru datang ke kerajaan ini beberapa waktu lalu. Letticia sudah pernah mendengar tentang bulan Mort, tapi belum pernah merasakannya.


"Aku selalu menunggu bulan Mort setiap tahun. Aku menyukainya," kata Ashley.

__ADS_1


"Aku juga," tambah Amara.


...****************...


__ADS_2