Ice Princess

Ice Princess
Ini Senjataku


__ADS_3

"Tu-tuan putri?" tanya Charissa gugup.


"Ya, dan jangan bocorkan identitasku sekarang," Letticia mengedipkan sebelah mata.


"Baik, saya akan menyimpan rahasia ini dan hanya mengatakannya pada orang dan waktu yang tepat."


"Jangan terlalu formal padaku, Miss. Bagaimanapun, Miss adalah guruku."


Charissa mengantar Letticia keluar ruang senjata. Letticia mengelus busurnya dan mengamati. Busur itu memang bagus dan cantik. Dan karena busur ini dibuat khusus untuk keluarga kerajaan, maka sudah pasti sangat kuat.


Letticia menyimpan busur itu ke ruang penyimpanan tanpa batas miliknya. Ruang ini seperti dimensi lain yang tak memiliki batas. Letticia sengaja menyimpan busurnya agar tidak ada yang curiga bahwa dia adalah seorang putri.


Sesampainya di kamar, semua orang sudah ada di sana, termasuk Maria. Mereka melihat Letticia dan heran karena dia tidak membawa senjata apapun.


"Apa tidak ada senjata yang menginginkanmu?" tanya Amara.


"Hoho, tentu saja tidak," senyum Letticia misterius.


Letticia menutup pintu kamar dan mengeluarkan busur miliknya. Lucia, Charlotte, dan Ashley cukup kaget melihat busur ini. Tapi mereka kembali tenang mengingat Letticia adalah putri kerajaan.


"Apa ada yang istimewa dengan busur ini?" tanya Flo melihat reaksi ketiga temannya yang nampak terkejut.


"Busur ini bernama Mortonoise, busur yang hanya ingin disentuh dan digunakan oleg keturunan murni kerajaan Morton," jelas Ashley.

__ADS_1


"Kami diajari tentang busur ini, tapi sama sekali tidak bisa menyentuh, apalagi menggunakannya," kata Lucia. Dia menatap busur di tangan Letticia.


"Busur, apa mereka boleh menyentuhmu?" tanya Letticia.


"Boleh, tapi hanya sebentar. Aku akan mengizinkannya karena mereka adalah sahabatmu," jawab busur itu.


"Benarkah?!" seru Charlotte senang.


Mereka berenam bergantian menyentuh busur itu. Mereka juga menggunakannya, dan satu orang menembak 1 panah.


Note : Panah busur terbuat dari sihir penggunanya.


"Aku tidak menyangka suatu hari aku akan memegang, apalagi menggunakan busur ini," ujar Maria bahagia. Dia menembakkan satu panah dengan Mortonoise.


"Wow kau hebat bisa menggunakan ruang penyimpanan tak terbatas," kata Maria kagum.


"Sihir ini adalah sihir tingkat tinggi dan tidak sembarang orang bisa menggunakannya," kata Lucia.


Mereka berbincang dan menjelaskan pada Letticia tentang busur itu. Mereka juga tidak tahu banyak tentang Mortonoise, karena hal Mortonoise yang diajarkan pada murid terbatas. Jadi mereka menyarankan Letticia untuk pergi menemui Miss Irene di kantornya. Miss Irene adalah kepala sekolah Morton Magic School.


...****************...


"Permisi."

__ADS_1


Irene langsung berdiri dari tempat duduknya begitu melihat Letticia masuk.


"Ah, tuan putri. Silahkan duduk," kata Irene sopan.


Letticia duduk. Dia meminum teh yang memang sudah disiapkan oleh Miss Irene.


"Miss, bisakah Miss mengajari aku cara menggunakan Mortonoise?" pinta Letticia.


"Tanpa tuan putri minta pun saya akan mengajarkannya," jawab Irene tanpa ragu.


Letticia membuka portal dimensi seperti yang dulu Aldrian lakukan. Dia memegang tangan Irene masuk.


Irene memandang sekitar. Dia sudah pernah ke tempat ini saat mengajari ayah dan ibu kandung Letticia dahulu.


Tanpa basa basi lagi, Irene mengajari Letticia cara dan jurus menggunakan Mortonoise. Dia juga mengajari cara untuk memaksimalkan kekuatan Mortonoise.


"Tuan putri juga bisa membuat panah es," kata Irene. Dia mengajari Letticia cara membuat panah es.


"Panah esnya cantik," ucap Letticia sempat-sempatnya.


"Hey, fokus dengan latihanmu," tegur Irene.


"Iya Miss."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2