
Letticia mengeluarkan jiwa Lora. Cahaya terang keluar. Tapi cahaya ini hanya bisa dilihat oleh Letticia seorang. Jiwa Lora keluar dan menghampiri Letticia.
Letticia membawa Lora ke dimensi khusus. Tidak aman kalau bicara di sini. Bisa-bisa ada yang menguping dan menghancurkan keseluruhan rencana. Dimensi ini tidak bisa dimasuki oleh orang lain, jadi ini adalah tempat yang paling aman.
Setelah memastikan portal benar-benar tertutup, Letticia membawa Lora ke bawah pohon sakura. Kemarin, Letticia sengaja membuat pohon sakura kesukaannya sekadar untuk memperindah tempat ini. Pohon sakura adalah pohon kesukaannya sewaktu di Bumi. Letticia bahkan menanam sebuah pohon sakura di halaman rumah. Ya, walau pohon itu tidak pernah tumbuh berkat perawatan dari Letticia.
'Pohonnya gak boleh jadi tinggi. Cuma Letti yang boleh tinggi.' Begitu kata Letticia kecil.
"Kita jalankan rencananya besok," kata Letticia tanpa basa-basi.
"Kenapa?" tanya Lora. Letticia pernah mengatakan padanya untuk menunggu waktu yang tepat.
"Besok adalah waktu yang tepat," jawab Letticia, "Karena besok adalah tanggal satu bulan Mort."
Tanggal satu bulan Mort adalah hari dimana Matahari dan Bulan terbit bersama, baik siang mau pun malam. Sehingga Bulan akan terlihat seperti benda bulat di samping Matahari.
__ADS_1
"Apa hubungannya?" tanya Lora bingung.
"Aku meneliti Miss Irene dan menemukan bahwa dia adalah salah satu keturunan klan minowolf."
Lora terkejut. Klan minowolf adalah salah satu klan yang dianggap sudah musnah 100 tahun yang lalu akibat Perang Rotten. Klan ini merupakan gabungan dari minotaurus dan werewolf.
Konon, klan minowolf menjadi lemah di tanggal satu bulan Mort. Kekuatan dan kepintaran mereka akan turun drastis.
"Kalau diingat-ingat, Miss Irene selalu tidak muncul di tanggal satu bulan Mort," kata Lora. Dia ingat, Irene tidak pernah muncul di mana pun setiap tanggal satu bulan Mort, walau ada acara sangat penting sekali pun. Selain itu, Irene selalu memasang perisai super kuat di ruangannya sehingga tidak ada yang bisa masuk.
"Maka dari itu, besok kita akan menjalankan rencana," kata Letticia serius, "Dan rencana ini harus berhasil."
"Kalau begitu, aku akan jelaskan rencananya padamu."
...****************...
__ADS_1
Irene berjalan memasuki rumah keluarga Smith. Dia mendatangi Count Smith di kamarnya.
"Kembalikan anakku! Bagaimana dengan kesepakatan kita?!" seru Irene marah. Sementara, Count Smith santai sambil memasang tampang tidak peduli.
Count Smith berdiri. Dia mendekati Irene dan menciumnya. Irene mendorong tubuh pria itu. Dia sudah kesal dengan kelakuan Count yang semena-mena.
"Jangan begitu, sayang. Aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya," Count Smith berusaha menenangkan kekasihnya yang marah ini.
"Kalau kau tidak menepati janjimu, kau akan habis!" ancam Irene berapi-api. Kemarahannya memuncak. Tapi sedikit reda karena hiburan Count Smith.
"Jangan marah. Nanti cantiknya hilang loh," goda Count Smith.
Ya, dia masih berani menggoda. Kenyataannya, pria ini terlihat tidak lebih dari pria dengan keriput dan wajah yang jauh dari kata tampan. Tapi dia berhasil mendapatkan Irene dengan sebuah cara licik.
"Kapan kau memberi hal yang kau janjikan dalam kesepakatan kita?" tanya Irene. Setetes air mata jatuh dari mata indahnya, membasahi wajah cantik yang agak memerah karena menangis.
__ADS_1
"Aku akan memberikannya nanti," jawab Count Smith dengan smirknya, "Semoga."
...****************...