Ice Princess

Ice Princess
Memasak


__ADS_3

Setelah mandi dan memakai piyama, Letticia langsung menghempaskan diri ke kasur. Dan di atas kasur itu ada Amara. Di atas Amara ada Letticia.


"Hey sakit!" tegur Amara, "Nanti kalau dadaku kempes gimana?"


"Lah kan memang kempes dari dulu," jawab Letticia dengan wajah tanpa dosa. Dia bangkit dari tubuh Amara dan pergi begitu saja tanpa berbalik untuk melihat wajah Amara yang sudah seperti mau memakan Letticia.


Letticia pergi ke dapur. Dia iseng melihat para koki yang memasak makanan.


Sejak dulu, Letticia suka memasak. Dia bisa memasak berbagai makanan lezat seperti makanan restoran bintang lima. Mungkin bakat memasaknya diturunkan dari almarhumah Ratu alias ibu kandung Letticia, yang katanya sangat berbakat dan suka memasak.


"Tuan putri," ucap semua orang di dapur hampir bersamaan sambil sedikit membungkuk.


"Tidak perlu seperti itu. Lanjutkan pekerjaan kalian," kata Letticia. Dia masih agak tidak nyaman dengan perlakuan khusus yang diberikan padanya. Setelah mendengar kata-kata Letticia, para koki melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


Letticia pergi menemui kepala koki. Dia ingin meminta sesuatu.


"Permisi, pak," ujar Letticia sopan.


"Tuan putri? Ada apa menemui saya?" tanya Kori, sang kepala koki. Dia agak kaget dan tidak enak karena Letticia bersikap begitu sopan padanya.


"Apa aku boleh ikut memasak?" tanya Letticia penuh harap.

__ADS_1


"Tentu saja. Ikuti aku," jawab Kori tanpa ragu.


Kori membawa Letticia ke salah satu bagian dapur yang kosong. Lalu ia mengajari Letticia memasak spaghetti bolognese, hidangan yang cukup dasar. Mereka akan memasak spaghetti dari nol.


"Pertama, buat bumbunya terlebih dahulu," kata Kori.


Kori membimbing Letticia membuat bumbu bolognese. Letticia berusaha mengikuti dan melakukan langkah-langkah yang diajarkan. Lalu dia mencoba rasanya dan ternyata cukup enak.


"Sekarang, buat spaghettinya," kata Kori.


Letticia membuat spaghetti dengan baik. Dia pernah membantu Nalie membuat spaghetti dan masih ingat caranya, walau kejadian itu sudah berlalu cukup lama. Sekitar 3 tahun yang lalu.


"Selanjutnya, rebus spaghetti sampai matang. Pastikan tingkat kelembutannya pas," pesan Kori. Letticia melakukan apa yang diinstruksikan. Dia merebus spaghetti dengan hati-hati dan memeriksanya setiap saat, takut terjadi kesalahan. Satu kesalahan bisa merusak rasa dan citra makanan yang dibuat.


Setelah spaghettinya matang, Letticia mengeluarkan spaghetti dari panci dengan saringan, lalu menyaring air yang tersisa. Letticia menaruh spaghetti di piring. Dia berusaha menatanya dengan rapi dan berhati-hati agar tidak tumpah.


Letticia menuangkan bumbu *bolognes*e di atas spaghetti. Spaghetti buatan Letticia nampak lezat, walau spaghetti ini bisa dibilang masih kelas pemula.


Kori membantu menata hiasan. Ada udang dan kerang. Dia juga menambahkan jeruk nipis, tomat, dan selada. Semua ditata rapi di atas piring, menciptakan hidangan yang indah.


"Keindahan juga penting," ujar Kori. Keindahan dalam makanan adalah salah satu elemen yang membuat orang tertarik dengan makanan yang kita buat.

__ADS_1


Letticia memandang spaghetti bolognese buatannya. Dia senang. Letticia merasakan perasaan yang sama sewaktu dia memasak dulu. Perasaan senang dan puas


Letticia berterima kasih pada Kori. Lalu ia bergegas kembali ke kamar dan bertemu teman-temannya.


"Tadaaa! Spaghetti bolognese buatanku!" kata Letticia.


"Wow kau memasak? Bukankah Letticia ku tidak bisa memasak?" tanya Amara sambil mencubit gemas pipi Letticia.


"Hoho tentu saja aku bisa. Cobalah, ini sangat enak," ujar Letticia bangga.


Mereka semua, termasuk para dayang, mencoba spaghetti buatan Letticia. Rasanya memang sangat enak.


"Udangnya buatku, ya," kata Halley yang merupakan penggemar berat makanan laut alias seafood.


"Sebaiknya kau sering-sering memasak, jadi kami bisa makan makanan enak seperti ini setiap hari," kata Ashley, yang langsung disambut dengan jitakan dari Letticia.


"Tuan putri berbakat memasak. Persis seperti almarhumah Yang Mulia Ratu," komentar Froze.


"Haha tentu saja," kata Letticia, "Aku kan anaknya."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2