
Angel cemberut sambil melipat tangan di dada. Lagi-lagi Letticia menariknya ke dimensi ini tanpa persetujuan.
"Walau dia tuan putri, seharusnya dia bilang dulu sebelum sembarangan menarik orang," ujar Angel kesal.
"Sepertinya aku mendengar sesuatu?" kata Letticia yang tiba-tiba keluar dari portal.
"Ehm tidak ada," jawab Angel. "Kalau aku ketahuan, ini pasti akhir hayatku," batinnya.
Letticia tertawa kecil. Sepertinya akan sulit mencari sahabat sejati dengan identitasnya saat ini. Karena itu Lettici tidak berniat menyebarluaskan identitasnya di sekolah.
Letticia duduk di samping Angel, di bawah pohon beringin. Dia bisa merasakan rumput halus dan angin sepoi-sepoi yang menerpa. Terdengar daun pohon beringin yang tertiup angin. Ini dimensinya, jadi apa yang terjadi di sini juga tergantung keinginannya.
"Jadi, bagaimana rencana kita?" tanya Angel. Kemarin dia sudah membulatkan tekad dan bersedia mengorbankan nyawanya demi Letticia yang sudah menyelamatkan nyawa Olivia. Sebenarnya, Letticia sudah menyelamatkan nyawa Angel dan ibu Angel juga saat menyelamatkan Olivia. Karena jika Olivia tidak selamat, Angel dan ibunya pun tidak punya keinginan untuk hidup lagi.
"Aku menundanya," jawab Letticia.
"Kenapa?" tanya Angel, penasaran kenapa Letticia bisa menunda rencana sepenting ini.
"Kita tunggu waktu yang tepat," jawab Letticia tersenyum licik, seakan-akan sudah membayangkan apa yang akan dia lakukan pada Count Smith dan Irene. Lettici juga sudah membicarakan pengunduran rencana ini pada Lora, dan dia setuju karena menunggu waktu yang tepat memang lebih baik.
__ADS_1
"Oh aku mau bertanya. Kenapa kemarin kau rela susah-susah mencari bahan untuk membuat obat demam merah? Padahal uangmu banyak dan tinggal beli di tabib," tanya Angel penasaran.
"Obat itu palsu."
"Apa?!"
"Aku bicara dengan ketujuh peri, dan aku adalah orang pertama yang berhasil mengambil bagian pohon putih," jawab Letticia.
"Jadi dari mana obat demam merah selama ini berasal?" tanya Angel.
"Mereka menggunakan daun pohon abu-abu. Sebenarnya daun pohon ini bisa digunakan untuk menggantikan pohon putih. Tapi resikonya besar. Ada resiko sekitar 90% untuk mati," jawab Letticia, merasa sedikit geram pada tabib itu.
Angel terharu. Letticia rela menempuh perjalanan sangat jauh yang tak pasti hanya demi memperkecil resiko. Sepertinya Letticia sudah terlalu baik padanya.
"Maaf aku tidak bisa memberi balasan apapun," ucap Angel merasa sedikit bersalah.
Letticia merangkul pundak Angel, "Aku melakukan ini dengan ikhlas. Kau hanya perlu membantuku menjalankan rencana nanti."
Angel menatap Letticia. Air matanya keluar, lalu ia menghambur memeluk Letticia yang membuat Letticia hampir terjungkal ke belakang.
__ADS_1
Menyadari apa yang baru saja ia lakukan, Angel segera melepaskan Letticia dan berdiri. Dia merasa tidak enak.
"Ah, maafkan aku," ucapnya takut-takut.
"Tidak apa. Aku bisa memakluminya," jawab Lettici tersenyum.
Letticia dan Angel membicarakan beberapa hal. Ternyata kakak Angel diduga mengalami demam merah karena teh pemberian pacarnya. Angel sempat melihat teh itu dan melihat serbuk merah mengambang. Dia pernah melihat serbuk itu di pasar gelap ketika ia mengunjunginya secara diam-diam dulu. Dan menurut Angel, itu memang racun demam merah.
"Sepertinya kita tidak boleh hanya membunuh penyakitnya. Kita harus membunuh dalangnya juga," kata Letticia geram dengan cerita Angel. Bagaimana seorang pacar bisa begitu jahat?
"Tenang, kakakku sudah memutuskannya," kata Angel. Dia masih ingat bagaimana kemarahan Olivia memuncak ketika Angel memberitahu hal ini. Dia bahkan melempar sendok yang ia pegang dan memecahkan jendela, membuatnya harus mengganti rugi. Setelah itu Olivia langsung menyuruh Angel untuk memberitahu pacarnya bahwa mereka putus.
"Itu tidak cukup kejam," kata Letticia. Dia tak bisa terima kalau ada orang yang menyakiti orang tak bersalah. Orang jahat pantas dihukum, tapi orang baik dan tidak tahu apa-apa tidak seharusnya dihukum juga.
Angel menatap Letticia takut. Aura menyeramkan itu muncul lagi. Aura yang ia rasa agak familiar, namun tak bisa mengingatnya.
Di dalam pikirannya, Letticia sudah memikirkan beberapa rencana yang sudah ia susun untuk Count Smith dan Irene, serta mantan Olivia yang kurang ajar itu.
"Tenang. Aku akan memangkas sampai akar," kata Letticia, "Itu salah mereka karena sudah berani mencari masalah denganku."
__ADS_1
...****************...