Ice Princess

Ice Princess
Kiriman Alvaro


__ADS_3

"Tuan putri, ada kiriman bunga," ujar Sarah. Di tangannya, nampak buket dengan berbagai jenis bunga di dalamnya. Bahkan ada beberapa bunga cokelat.


"Dari siapa?" tanya Letticia. Dia mengambil buket itu dari tangan Sarah, lalu membuka dan memakan bunga cokelat tampa mempedulikan bunga lainnya. Bunga kan tidak bisa dimakan.


"Dari... Alvaro Jin Wilcox," jawab Sarah membaca nama pengirim. Nama itu membuat Letticia langsung ingin memuntahkan cokelat di mulutnya sekarang juga kalau saja mereka tidak enak.


"Ugh sepertinya pangeran itu jatuh hati padaku."


...****************...


Letticia berjalan-jalan di taman istana dengan Amara. Bunga-bunga yang mekar dan Matahri yang bersinar terang membuat suasana yang bagus. Bahkan Letticia membuat beberapa bunga es yang dia taruh di setiap sudut taman yang ia lewati.


"Tuan putri, ada kiriman cokelat dan surat," ujar Brianna.


"Siapa lagi kali ini?" tanya Letticia.


Letticia menerima cokelat dan membuka surat.


Kau menyukai bunga cokelat yang aku hadiahkan kemarin, bukan? Ini aku kirimkan lebih banyak cokelat. Semoga kau menyukainya.

__ADS_1


~Alvaro tampan


Letticia ingin segera mencampakkan surat itu. Tapi dia menghela napas dan mencoba menghormati Alvaro, sehingga Letticia tidak jadi membuang kertas itu.


"Cieeee yang punya fans," goda Amara sambil diam-diam mengambil salah satu bola cokelat. Tentu Letticia melihatnya. Tapi dia tidak mengagakan apa-apa dan menyodorkan cokelat pemberian Alvaro. Lagipula Letticia tidak akan sanggup makan cokelat sebanyak ini.


"Sepertinya pangeran ini terlalu optimis," kata Letticia tidak senang, "Akan lebih bagus kalau dia memberiku cokelat tanpa surat."


Keesokan harinya.


"Tuan putri, ada kiriman," kata Froze.


"Alvaro lagi?" tanya Letticia.


Letticia mengambil hadiah cokelat tersebut. Sepertinya Alvaro benar-benar mendengar permintaannya kemarin dan mengirim cokelat tanpa surat. Ini tidak buruk. Letticia jadi bisa makan cokelat.


...****************...


Alvaro bermalaa-malasan di sofa. Dia tidak ingin melakukan apapun sekarang dan lebih memilih memikirkan sang pujaan hati.

__ADS_1


"Pangeran, anda tidak boleh seperti ini," protes Lucas, asisten pribadi Alvaro. Alvaro tidak mendengarkan. Dia malah bangun dari sofa dan menghempaskan diri ke kasur.


Lucas menghela napas. Dia harus sabar bertahun-tahun bersama pangeran ini. Alvaro selalu melakukan apapun sesuai keinginannya. Dia juga hampir tidak pernah mendengarkan Lucas.


Tiba-tiba, pintu kamar terbuka. Nampak Jake, dayang Alvaro, berdiri di depan pintu. Orang ini lah yang Alvaro tunggu kemunculannya sedari tadi. Akan bagus kalau dia membawa berita baik.


"Pangeran, kali ini tuan putri menerima hadiah anda," lapor Jake. Dia ikut senang untuk Alvaro.


"Benarkah?" tanya Alvaro.


"Iya."


Alvaro sangat senang Letticia menerima hadiahnya. Berarti dia akan mengirim cokelat saja kedepannya sebagai hadiah untuk Letticia.


"Hehe mungkin aku akan memenuhi pernikahan kami dengan cokelat nanti," gumam Alvaro.


Lucas dan Jake hanya tersenyum mendengar khayalan Alvaro. Padahal dalam hati, mereka ingin memberitahu Alvaro bahwa itu tidak mungkin.


Senang Letticia menerima hadiahnya, Alvaro bangkit dari kasur. Dia berjalan ke meja kerja dan duduk di sana, lalu mulai mengerjakan dokumen-dokumen yang ada.

__ADS_1


Hal ini membuat Lucas senang. Setidaknya khayalan Alvaro membuat pangeran pemalas itu berhasil mendapat moodnya. Kalau sudah dalam mood, biasanya Alvaro akan bekerja tanpa henti selama sekitar 3-4 jam. Entah kekuatan dari mana yang membuatnya bisa bekerja selama itu.


...****************...


__ADS_2