Ice Princess

Ice Princess
Peri Danau Eryale


__ADS_3

Besok, semua murid dan guru MMS akan berwisata. Mereka akan mengelilingi beberapa tempat. Wisata ini diadakan setahun sekali setiap tahun.


Semua orang sibuk bersiap. Letticia melirik Lucia yang membawa begitu banyak barang. Mayoritas barang yang dibawa Lucia adalah pakaian dan perhiasan. Entahlah apa semua benda itu akan digunakan selama perjalanan.


Benda yang dibawa Letticia tidak banyak. Pakaian secukupnya, sedikit perhiasan, dan beberapa barang penting. Dia terbiasa berpetualang di Bumi dan tahu barang yang harus dibawa. Bedanya, dengan kekuatannya saat ini, dia tidak perlu lagi mengkhawatirkan binatang buas, malam yang gelap, nyamuk, dan lain-lain.


Di sisi lain ruangan, Amara bingung memilih apa yang harus dia bawa. Semua barang tampak penting baginya.


"Apa aku harus bawa gaun? Bagaimana kalau tiba-tiba kita harus ke pesta?" tanya Amara.


"Tidak. Aku akan membelikanmu gaun atau membuatkannya kalau itu terjadi," jawab Letticia.


"Bagaimana dengan cincin berlian ini? Mungkin ada pangeran yang akan melamarku di tengah jalan," tanya Amara lagi, dengan wajah dibuat centil, yang membuat Letticia mual.


"Tidak akan ada pangeran yang melamarmu. Berkemas dengan benar dan berhenti berkhayal," jawab Letticia sambil bergidik ngeri membayangkan Amara dilamar pangeran. Tidak, dia akan mencegah Amara menikah dengan orang yang tidak tepat.


Bagi Letticia kecil, pangeran itu tampan dan baik. Tapi bagi Letticia yang sekarang, pangeran tidak lebih dari manusia kayu tampan yang suka menggoda perempuan dan sangat menjijikkan. Letticia sudah membuang jauh semua ingatan tentang pangeran yang dia tonton semasa kecil. Mungkin Letticia mengalami pangeranphobia.


Amara adalah kebalikan Letticia. Di umur segini, dia masih berkhayal dan membuat fantasi tentang kerajaan, terutama pangeran dan putri. Bagi Amara, pangeran adalah laki-laki tampan dan perkasa yang akan menikahi seorang putri cantik dan membuatnya bahagia, mereka akan saling mencintai selamanya. Karena itulah Amara bertekad menjadi seorang putri yang akan menikah dengan seorang pangeran.


Bletak!


Itu adalah suara buku yang melayang dan mengenai kepala Amara, membuat Amara mengelus kepalanya. Dia berbalik untuk melihat siapa yang melempar buku itu. Tampak Letticia melipat tangan di depan dada dengan tatapan menusuk.


"Berhenti melamun dan cepat berkemas!"


"I-iya, nona Letti."


...****************...


Hari ini, seluruh murid MMS akan berwisata. Sebelum pergi, mereka memasang perisai berlapis untuk melindungi sekolah. Bukan guru yang membuatnya, melainkan Letticia.


"Kenapa harus aku?" tanya Letticia cemberut saat Miss Miranda, kepala sekolah setelah Miss Irene terbunuh, memintanya membuat perisai terkuat dan berlapis-lapis untuk melindungi sekolah.

__ADS_1


"Kita tidak boleh membiarkan sekolah ini diserang dan hancur selama kepergian. Sihirmu paling kuat di sini," jawab Miss Miranda.


Dengan sedikit jengkel, Letticia memasang perisai terkuat yang bisa ia buat. Dan dia juga akan mengetahui seandainya ada yang menyerang perisai tersebut.


Setelah perisai dipasang, rombongan berangkat. Mereka tidak berjalan di tanah, melainkan terbang di udara. Yang bisa terbang membawa yang tidak bisa terbang. Letticia membawa Amara, Ashley, Halley, Maria, dan beberapa anak lain. Bahkan dia juga membawa Miss Thery dan Miss Loydy. Karena mereka kekurangan orang yang bisa terbang sementara banyak yang tidak bisa terbang, sisa orang dibawa oleh Letticia. Karena itulah Letticia terpaksa membawa orang sebanyak ini.


"Aku ada cara yang lebih baik," ujar Letticia yang kesal.


Letticia mengangkat tangan ke langit. Tiba-tiba, muncul sebuah lubang dan dari sana, muncul sebuah kapal pesiar besar. Kapal pesiar ini bisa terbang dan Letticia memberinya nama 'Persailes'. Semua hanya melongo melihat Persailes.


"Jangan bengong. Ayo masuk," kata Letticia yang sudah masuk terlebih dahulu.


Persailes mulai berlayar di udara. Ada banyak kamar dan mereka bisa beristirahat selama perjalanan. Ada juga kolam renang, tempat makanan, arena permainan, dan lain-lain.


"Kau membuat kapal pesiar ini?" tanya Amara tak percaya. Dia tahu seorang Letticia Chandealer Morton memang kuat dan hebat, tapi tidak disangka bisa membuat kapal pesiar ini.


"Iya. Kalau bukan aku yang membuatnya, apa aku mencuri?" canda Letticia sambil menjilat es krim.


Berkat Persailes, perjalanan jadi lebih santai dan nyaman. Mereka tidak perlu membuang energi untuk terbang dan merasa seperti di rumah Bumi karena teknologi Persailes memang canggih.


Beberapa orang turun dari Persailes, dan yang lain memilih bersantai dan bermain di dalam. Letticia dan teman-temannya memutuskan turun. Lagipula mereka bisa meminta pada Letticia dan memakai Persailes kapan saja.


Letticia berpisah dari rombongan. Beberapa guru menyadari hal itu, tapi mereka sama sekali tidak khawatir dan berpikir Letticia punya tujuan sendiri yang tidak perlu mereka mengetahui. Dan tidak ada yang bisa membahayakan Letticia di danau sedamai ini. Tersesat? Letticia bisa menggunakan penglihatannya dan menemukan jalan pulang dengan mudah.


Hutan di dekat Danau Lan yang disebut Hutan Diark sangat menarik perhatian Letticia. Karena dia merasakan energi kuat di sana. Makin dalam, hutan ini makin lebat dan gelap. Pohon-pohon menjulang tinggi dan banyak binatang buas. Sepertinya tidak banyak orang yang pernah ke sini karena reputasi Hutan Diark yang menyeramkan.


Di tengah hutan, Letticia berhenti. Dia melihat danau yang besar, walau tak sebesar Danau Lan. Letticia tidak pernah mendengar tentang danau ini sebelumnya. Airnya jernih dan seperti belum terjamah manusia.


Di salah satu batu besar di pinggir danau, tampak seorang wanita cantik duduk santai. Ketika melihat Letticia, dia terlihat senang dan melompat turun dari batu, lalu menghampiri Letticia.


"Kau berada di Danau Eryale. Aku Archa, peri danau ini," Peri Archa memperkenalkan diri, lalu mengamati wajah cantik Letticia yang unik, "Siapa namamu?"


"Namaku Letticia Chandealer Morton, putri kerajaan Morton," jawab Letticia.

__ADS_1


"Ah, kalau begitu kau adalah anak sahabatku yang sering dia ceritakan," kata Archa.


Archa membawa Letticia ke pinggir danau. Mereka berdua duduk di sana dan saling mengobrol.


Ternyata, Archa adalah sahabat Cordelia, ibu Letticia. Cordelia sering datang ke danau ini untuk bertemu Archa, sahabatnya.


"Aku mendengar ledakan hari itu. Dia tidak datang selama berhari-hari, dan sampai sekarang," kata Archa sedih, "Di mana dia?"


Letticia ragu memberitahu peri itu. Apa dia harus mengatakan ibunya sudah meninggal? Tapi kebenaran harus dikatakan secepatnya, agar peri itu tidak berharap pada sesuatu yang sudah tidak ada.


"Ibu sudah meninggal," jawab Letticia hati-hati.


Archa terkejut. Dia sangat terpukul. Hari itu, Cordelia pergi dengan wajah yang terlihat sangat cemas. Sayangnya Archa tidak menyadari, bahwa itu adalah pertemuan terakhir mereka. Dia bahkan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal.


Archa menangis tertunduk. Letticia hanya diam dan tidak berusaha menghibur. Dia ingin membiarkan Archa meluapkan kesedihannya dan membuatnya lebih lega.


"Maukah kau jadi sahabatku, menggantikan ibumu?" tanya Archa tiba-tiba.


"Eh?"


"Aku sangat kesepian di sini."


Letticia tertegun. Memang, sepertinya tidak ada manusia yang pernah ke sini dan tidak ada kabar tentangnya. Tentu Archa kesepian. Dan lagi, teman satu-satunya pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


Letticia berbalik menatap Archa dan memegang tangannya, "Aku bersedia."


Archa sangat senang. Dia segera memeluk Letticia tanpa basa basi, yang menyebabkan mereka berdua jatuh ke danau. Tapi itu sama sekali bukan masalah. Archa adalah peri danau dan tentu bisa bertahan di air, sementara Letticia menggunakan sihirnya untuk tidak tenggelam. Dia juga bisa berenang.


Keduanya tertawa dan kembali duduk di pinggir danau. Letticia mengeringkan pakaiannya dengan sihir. Lalu mereka berdua mengobrol seru layaknya seorang sahabat.


Satu hal yang tidak Letticia sadari, Archa sangat bahagia dengan keberadaan Letticia di sisinya. Dia merasa Letticia sama dengan Cordelia, sahabat lamanya. Penampilan yang sama, kata-kata yang sama, aura yang sama. Membuat Archa merasa seperti kembali bertemu dengan Cordelia.


"Aku tidak akan kehilangan seorang sahabat lagi."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2