
Charlotte membawa Letticia ke ruang bawah tanah. Ruang ini terletak 100 meter di bawah Morton Magic School. Sementara, Lucia, Ashley, Amara, Flo, dan Emily kembali ke kamar.
"Apa Ice Queen Crystal ini sangat istimewa?" tanya Letticia.
"Tentu. Bahkan ada 20 lebih penjaga dengan sihir level 5 yang menjaganya," jawab Charlotte.
"Apa sejarah kristal ini?" tanya Letticia kaget dan penasaran setekah mendengar banyaknya penjaga berlevel tinggi menjaga kristal ini.
"Dahulu, ada sepasang raja dan ratu kerajaan Morton. Sang raja bernama Erwin Mithe Morton, dan sang ratu bernama Alicia Anis Morton. Mereka berdua memiliki seorang anak bernama Penelope Xavier Morton. Pada suatu hari, raja dan ratu sudah dekat dengan ajal. Karena itu, mereka memanggil Penelope. Raja dan ratu menggunakan seluruh sisa kekuatan mereka dan menciptakan Ice Queen Crystal. Penelope juga memberi sebagian kekuatannya pada kristal ini. Raja dan ratu juga memberi darah mereka sebagai segel dan tanpa kepemilikan. Setelah itu, raja dan ratu meninggal," cerita Charlotte panjang lebar.
"Tak disangka ceritanya sangat tragis..." gumam Letticia.
"Begitulah ceritanya," jata Charlotte, "Apa kau mau ke perpustakaan?"
Letticia dan Charlotte pergi ke perpustakaan sekolah. Mereka berdua sama-sama sudah lama tidak ke perpustakaan. Letticia cukup sibuk, jadi tidak sempat pergi bahkan memikirkan ke perpustakaan. Sementara Charlotte memang orang yang tidak terlalu suka membaca. Dia lebih suka praktek.
__ADS_1
"Ketemu!" seru Letticia. Dia mengambil sebuah buku yang berjudul 'Ice Queen Crystal'.
"Kenapa buku ini sangat tebal?" tanya Letticia, melihat buku yang cukup tebal itu. Padahal yang Charlotte ceritakan tadi tidak sepanjang ini.
"Di sana tidak hanya ada sejarah Ice Queen Crystal. Tapi juga ada cara penggunaan dan mantra serta jurusnya," kata Charlotte, "Tapi lebih baik kau mengembalikan buku itu, karena kau tidak akan bisa menggunakan Ice Queen Crystal."
"Kenapa?" tanya Letticia.
"Karena hanya keturunan murni kerajaan Morton yang bisa menyentuh dan menggunakannya. Aku pun tidak bisa," jawab Charlotte.
Setelah membaca sebentar, mereka pergi ke ruang bawah tanah.
"Kami hanya ingin melihat Ice Queen Crystal. Temanku adalah murid baru, dan aku ingin memperlihatkan Ice Queen Crystal padanya," jelas Charlotte.
"Masuk."
__ADS_1
Letticia dan Charlotte mengikuti penjaga tersebut. Sang penjaga membuka sebuah pintu besi yang sangat kokoh dengan kekuatannya.
Setelah pintu itu terbuka, tampak sebuah batu kristal biru yang melayang di tengah-tengah ruangan kecil tersebut. Kristal biru itu sangat indah.
"Kalian tidak akan bisa menyentuhnya. Karena hanya keturunan murni kerajaan Morton yang bisa," kata penjaga tersebut. Dia membuktikan hal itu dengan mencoba menyentuh kristal. Dan benar saja, seperti ada perisai tak terlihat yang melindungi kristal tersebut.
"Biar aku coba," kata Letticia dengan smirknya.
Letticia maju dengan percaya diri. Dia mencoba menyentuh Ice Queen Crystal. Dan benar saja, dia berhasil menyentuh Ice Queen Crystal!
"Ka-kau bagaimana bisa?" tanya penjaga itu gugup.
Charlotte juga tercengang. Yang bisa menyentuh kristal itu hanya keturunan murni kerajaan Morton. Atau dengan kata lain, hanya anak kandung raja Morton yang bisa. Raja Morton juga tidak diperbolehkan memiliki selir, atau dia akan mati seketika. Jadi anak raja hanya bisa berasal dari ratu. Apa itu berarti Letticia adalah keturunan kerajaan?
"Nak, siapa kau sebenarnya?" tanya penjaga itu penasaran.
__ADS_1
"Aku?" Letticia tersenyum, "Sudah berapa lama kalian tidak meninggalkan sekolah ini? Aku Letticia, calon ratu kerajaan Morton."
...****************...