Ice Princess

Ice Princess
Pertarungan di Arena : Final 2


__ADS_3

"Halleeeeyyyy kau tidak boleh bermalas-malasan hari ini!" tegur Letticia tegas saat melihat Halley makan keripik dan minum milkshake cokelat sambil membaca buku.


Besok adalah Pertarungan di Arena Final 2 dan Halley sebagai salah satu finalis malah bermalas-malasan. Tentu Letticia sebagai gurunya merasa kesal.


Halley memakan keripik terakhirnya dan meminum milkshake sampai habis. Lalu dia mengganti pakaian dengan baju training.


"Ayo."


...****************...


"Pertarungan di Arena! Final 2! Hari ini adalah hari dimana pemenang akan ditentukan!" seru MC bersemangat. Sepertinya dia juga tidak sabar melihat siapa pemenangnya.


Lucia memakan puding yang disediakan untuk acara pembukaan. Lumayan makan gratis. Walau sebenarnya Lucia bahkan bisa membeli 1000 kotak puding dengan uangnya.


"Halley Jung Hae melawan Violet Katie Ann!"


"TELINGAKU!" seru Lucia. Ternyata dia berdiri di dekat MC yang menggunakan kekuatan pengeras suara. Puding Lucia jatuh. Dia pergi mengambil puding lagi. Namun puding terakhir sudah dimakan Charlotte.


"Ada apa?" tanya Charlotte.


"LOTTIEEEEEEEE!!!"


Halley dan Violet memasuki arena. Entah kenapa, aura mereka berdua terasa aneh. Seolah mereka berdua adalah monster.


"Auramu tidak biasa, kawan," kata Violet yang menyadari aura Halley.


"Auramu juga," balas Halley.


"Mulai!"


Halley menyerang tanpa basa basi lagi. Ini hanya serangan eksperimen untuk menganalisa Violet. Halley ingin mengetahui tipe bertarung Violet terlebih dahulu sebelum pertarungan yang sebenarnya dimulai.


Violet cepat tanggap dengan serangan Halley. Dia bertahan dengan perisai batu tingkat rendah, karena dia tahu itu hanya serangan eksperimen.


"Dia cerdas," pikir Halley. Dia mulai waspada. Terkadang lwan yang cerdas lebih berbahaya daripada yang kuat. Karena otak bisa mengalahkan fisik. Apalagi kekuatan Violet kira-kira setara dengan Halley.


Tiba-tiba, Violet meninju perut Halley dengan tangan batu. Beruntung Halley sempat menghindar saat jarak tangan batu itu hanya 0.2 cm dari perutnya. Kalau tidak, dia akan jatuh bahkan sebelum pertarungan yang sebenarnya mulai.

__ADS_1


"Huh kau cepat juga," kata Violet.


Violet melaju kencang dengan kekuatan cahayanya. Halley terkejut. Sangat sedikit orang yang memiliki kekuatan cahaya. Violet hanya menunjukkan kekuatan alam di semifinal kemarin, jadi Halley tidak tahu dia punya kekuatan cahaya.


"Akh!" rintih Halley saat merasakan sayatan di tangan kanannya. Violet menyayat tangan Halley dengan tombak batu berduri mawar selagi melaju kencang mengitari Halley.


Halley kebingungan. Bagaimana dia bisa melawan Violet saat dia bahkan tak bisa melihatnya? Violet terlalu cepat dan hampir terlihat seperti seberkas cahaya.


"Bodoh! Kau bisa sedikit menyamai Violet dengan angin!" umpat Letticia dalam hati. Dia merasa Halley terlalu berpatok pada teori dan tidak bisa memberi kreativitas pada sihirnya.


...****************...


Kalian tebak hasil pertandingannya? Ya, Halley kalah. Laser cahaya Violet berhasil mengenai perutnya. Sekarang perutnya bisa dibilang bolong dan sedang dioperasi. Letticia juga ikut membantu.


"Kau bodoh," kata Letticia. Dia kesal sendiri sewaktu pertandingan Halley.


"Sudahlah. Dia melakukan yang terbaik," kata Amara menenangkan amarah Letticia.


"Ya sudahlah. Semua sudah berakhir."


...****************...


"George Alberto melawan Hansel Kara Olv!"


George dan Hans memasuki arena. Mereka menatap satu sama lain. Keduanya tampak berapi-api dan seperti tidak sabar merobek daging lawannya.


"Mulai!"


George langsung mengurung Hans dalam gelembung air. Dia ingin menyelesaikan ini dengan cepat. Lalu George membakar gelembung air itu dengan api.


Tentu Hans tidak diam saja. Dia membalas serangan dengan sambaran petir dan memecahkan gelembung air tersebut. Hans segera menghilang ke belakang George dan mencoba membakar George sampai jadi abu.


Untung George cepat tanggap. Dia berbalik dan meninju Hans yang menyebabkan Hans mundur 2 meter. Wajahnya sedikit memar karena ditinju George. Tapi dalam hal pertarungan, memar sekecil ini tak lebih dari gigitan semut.


Tiba-tiba, Hans melompat. Dia mendarat di kepala George. Namun sebelum Hans melakukan apapun, George menjatuhkan Hans dari kepalanya. Hans sedikit kesal. Barusan dia ingin menyambar George dan membuat seluruh tubuhnya tersetrum petir.


George tidak ingin mengulur waktu. Kini dia berfokus pada titik vital Hans.

__ADS_1


George menghilang. Hans mencoba mencarinya. Saat dia menyadari, George sudah memukul Hans dengan tinju api dari belakang.


Kepala Hans pusing. Namun dia mencoba menstabilkan diri dan menyerang balik. Hans menggunakan tendangan petirnya untuk menendang tepat di 'burung' George. Serangannya dipatahkan oleh George yang langsung memegang kakinya dan melemparkannya


"Fiuhh... Untung tepat waktu," gumam George lega. Entah apa yang akan terjadi seandainya tendangan Hans berhasil.


George dan Hans sama-sama tidak mau kalah. Keduanya saling menyerang, sesekali bertahan, dan terkadang mengeluarkan teknik khusus masing-masing.


Pertarungan sudah berjalan selama 20 menit. Beberapa bagian tubuh mereka memar dengan beberapa luka kecil. Tenaga mereka berdua juga mulai habis dan minuman pemulih energi tidak diperbolehkan dalam pertarungan. Kini yang menang adalah yang energinya bertahan sampai akhir.


Tiba-tiba, Hans berlari secepat kilat ke arah George dan berhasil meninju perut George dengan tinju api. Sama seperti Halley, perut George sedikit bolong. Darah mengucur dari luka tersebut. George jatuh dan sekarang ia sekarat.


"Georgia..."


Entah kekuatan dari mana, George berhasil berdiri. Dia menatap Hans dengan mata menyala-nyala.


Cakar George keluar dan matanya memerah. Kini ia berubah lagi. Energi George serasa dipulihkan dan penuh. Hatinya dipenuhi keinginan untuk menang apapun caranya.


George meloncat ke arah Hans. Hans menghindar, namun cakar George berhasil mencakar lengannya.


Hans merintih. Lukanya seperti terbakar. Rupanya George sudah memberi sihir api pada cakarnya.


Hans mencoba menyerang. Namun George seperti sudah berubah menjadi orang lain. Tekniknya jauh diatas dari yang teratas. Kekuatannya meningkat. Apalagi dibantu cakar yang sangat tajam.


Hans jatuh. Tubuhnya mengeluarkan darah di sana sini. Tim medis bergegas menggotong Hans ke UKS atau anak itu akan mati.


"Pemenangnya adalah George Alberto!"


Setelah MC mengumumkan, cakar George menghilang dan matanya kembali normal dengan sendirinya. George agak linglung dan mencoba mencerna kejadian barusan. Tadi, George merasa seperti tubuhnya dikendalikan oleh dirinya, namun bukan dirinya sendiri. Seperti dikendalikan oleh dendam dan bukan pikiran yang jernih. Hanya ada satu tujuan di hatinya. Menang.


Namun George tidak lagi memikirkan hal itu. Dia menangis haru. Semua orang bertepuk tangan untuknya. George sangat bahagia. Kini hidupnya dan Georgia akan menjadi lebih baik tanpa kekurangan uang, karena salah satu hadiah Pertarungan di Arena adalah uang dalam jumlah yang sangat besar.


"Terima kasih semuanya," ucap George pelan. Dia tak mampu berkata-kata.


"Kau pantas mendapatkannya," kata Letticia puas, tanpa bisa didengar oleh siapapun, "George Alberto Wofen."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2