
Seperti yang sudah direncanakan, Letticia kembali menggunakan sihir tidak terlihat. Dia mencari posisi Georgia dan mengikutinya sampai bisa dipastikan Georgia tidak akan berpindah tempat selama minimal 15 menit. Akan merepotkan kalau harus terus mengikuti target yang bergerak sambil fokus pada penyelidikan tubuh.
Note : Penyelidikan tubuh adalah meneliti tubuh seseorang dan mengetahui 'komposisi' tubuh tersebut.
Setelah memastikan Georgia sudah tidur, Letticia memulai sihirnya. Dia harus berkonsentrasi penuh, atau sihir ini akan gagal sepenuhnya.
Beberapa menit kemudian, Letticia berhasil mendapat data semua tentang tubuh Georgia. Dia membacanya satu persatu dan ternyata pencariannya tidak sia-sia.
"Cairan hitam di pembuluh darah tangan kanan?" gumam Letticia.
Letticia mendekati Georgia dan menyentuh tangannya. Kemudian dia mengangkat suatu cairan hitam keluar dari tangan Georgia. Georgia sedikit mengerang, lalu tenang kembali.
Letticia kembali mencari data cairan hitam tersebut. Dia sangat terkejut mengetahui hasilnya.
"Sudah kuduga ini perbuatan baj*ngan itu!"
...****************...
Amara bergidik ngeri melihat pemandangan yang dilihatnya saat bangun tidur. Tampaknya Letticia tidak sedang dalam suasana hati yang baik. Dia membekukan separuh sekolah.
Pintu kamar mereka terbuka. Miss Locka dan Miss Pine menghampiri Letticia, karena mereka yakin pasti dia penyebab semua kekacauan ini.
"Ada apa?" tanya Locka hati-hati. Akan berbahaya kalau dia sampai memancing kemarahan Letticia.
"Miss, aku sarankan Miss pergi kalau masih mau hidup," kata Ashley, "Sepertinya Letticia sedang marah sekarang."
Locka dan Pine mengangguk mengerti. Mereka tidak ingin kehilangan nyawa hari ini.
"Kalian tidak pergi?" tanya Pine.
__ADS_1
"Dia akan marah kalau kami meninggalkannya," jawab Halley seolah tidak punya pilihan lain.
Setelah Locka dan Pine pergi, Amara pelan-pelan mendekati Letticia. Dia tidak ingin mengusik Letticia saat ini,tapi masalahnya harus diperjelas. Akan sulit memecahkan masalah kalau Letticia hanya diam dan marah seperti ini.
"Katakan ada apa," pinta Amara.
"Tidak ada. Ayo ke kelas atau kita akan terlambat," jawab Letticia dingin.
Amara terdiam. Sudah lama Letticia tidak sedingin ini padanya. Ternyata Letticia yang seperti ini sangat mengerikan.
Sepanjang perjalanan ke kelas, hampir semua murid tidak berusaha menghindari Letticia, walau sebenarnya mereka ingin. Tapi mereka tidak ingin terkesan menjauhi Letticia dan membuatnya semakin marah.
Saat Letticia duduk, bahkan kursi yang ia duduki dan mejanya membeku. Ini menunjukkan bahwa suasana hatinya benar-benar buruk saat ini.
...****************...
Amara membuka mata. Dia segera bangun dan berlari kecil ke kamar mandi karena sudah kebelet.
"Mungkin dia cuma mimpi buruk," pikir Amara mencoba positive thinking.
Amara kembali tidur. Tapi beberapa menit kemudian, Letticia bangkit dan berjalan menuju kasur Amara yang berada tepat di sebelah kasurnya dan tidur di samping Amara. Amara sempat terbangun karena itu, tapi dia melanjutkan tidur tanpa mengatakan apapun karena takut membangunkan Letticia.
Paginya, ternyata Letticia sudah berada di lantai. Mungkin dia jatuh tadi malam. Tapi dia baik-baik saja.
Amara mendekati Letticia. Dia muak dengan wajah datar itu. Amara tidak tahan melihat Letticia yang seperti ini. Terasa seperti ada yang salah dan Letticia yang saat ini tidak enak dilihat.
"Letticia, sebaiknya kau beritahu aku ada apa," tuntut Amara.
"Sudah aku bilang, tidak ada apa-apa," jawab Letticia dengan wajah datar dan mata sayu.
__ADS_1
Amara menggenggam lengan Letticia, "Kau bohong. Jelas-jelas ada sesuatu."
Letticia hanya diam. Dia sedang pusing memikirkan apa dia harus memberitahu Amara atau tidak.
"Percayalah, kau tidak akan mau tahu," Letticia melepas genggaman Amara pada lengannya.
Amara menatap kepergian Letticia tak percaya. Ada apa dengan sahabatnya? Apa dia salah minum obat?
...****************...
Letticia mengeluarkan botol yang ia simpan di ruang penyimpanan. Botol itu berisi cairan hitam pekat dan bergelembung. Sebenarnya cairan ini tidak terlalu berbahaya, tapi kalau tidak dikeluarkan dalam waktu lama maka akan menyebabkan penyakit seperti yang dialami Georgia.
Sepertinya Georgia tidak tahu ada cairan hitam di tubuhnya. Dokter yang dibawa George hanya bisa mengeluarkan cairan tersebut sedikit demi sedikit, sedangkan Letticia bisa mengeluarkan semuanya sekaligus.
"Apa dia tidak cukup puas menghabisi orangtua dan menghancurkan negeriku?"
...****************...
Georgia terbangun dari tidurnya dengan perasaan aneh. Perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan saking lamanya. Tubuhnya terasa ringan dan kepalanya tidak pusing sama sekali. Penglihatannya sangat jelas dan tubuhnya bisa digerakkan dengan leluasa tanpa usaha.
"Kak!"
Pintu terbuka. George menghampiri Georgia dengan terburu-buru, takut terjadi sesuatu pada Georgia. Tapi kekhawatirannya tidak diperlukan sekarang.
"Kak, aku sembuh total!" seru Georgia senang dan memeluk kakaknya.
George kaget, tapi sangat bahagia, "Bagaimana bisa? Bahkan dokter mengatakan minimal butuh waktu enam bulan untuk sembuh total dan kemungkinannya kecil."
"Aku tidak tahu. Tapi aku sangat bersyukur," kata Georgia.
__ADS_1
...****************...