Ice Princess

Ice Princess
Tes DNA


__ADS_3

Letticia menunggu hasil tes DNA. Rumah sakit berusaha melakukan tes secepatnya karena Letticia membayar dengan harga yang sangat tinggi.


"Nona, hasil tes DNAnya sudah keluar," ucap seorang perawat sambil memberi beberapa dokumen.


"Terima kasih," Letticia menerima dokumen itu.


Letticia membuka dokumen tersebut. Isinya tepat sesuai dugaan Letticia.


'Hubungan kedua orang ini adalah ibu dan anak'


...****************...


Letticia kembali ke kamar dengan portal. Ashley dan Emily yang sedang berada di sana terkejut melihat Letticia yang tiba-tiba muncul.


"Kau membuatku hampir jantungan," omel Ashley.


Letticia tidak merespon. Dia menghempaskan dirinya ke kasur. Ashley hanya diam melihat kelakuan sahabatnya itu. Dia berpikir mungkin Letticia sedang bad mood.


"Hey, kau tidak bertanya kenapa aku seperti ini?" Letticia menatap Ashley tajam.


"Kenapa aku harus bertanya," Ashley memeletkan lidahnya, mengejek Letticia.


Letticia makin cemberut melihat respon Ashley. Dia mengeluarkan beberapa dokumen dan menunjukkannya pada Ashley dan Emily.

__ADS_1


"Apa ini?" tanya Ashley bingung. Dia tak tahu apa itu tes DNA.


"Tes DNA adalah proses mengetes DNA seseorang. Kau memiliki DNA orangtuamu," jawab Emily, "Aku tidak tahu cara menjelaskan lebih lanjut."


"DNA siapa yang kau tes?" tanya Ashley.


"Miss Irene dan Tiffany Arthur Smith," jawab Letticia.


"Apa?! Hubungan mereka berdua adalah ibu dan anak?!" seru Ashley. Letticia menutup mulut Ashley yang teriakannya tidak terkontrol.


"Begitulah," kata Letticia.


Dengan adanya tes DNA ini, Letticia menemukan beberapa teori tentang kematian Lora. Tapi dia masih perlu menyelidiknya. Letticia tidak ingin terburu-buru, karena hal itu tidak baik dan bisa menyebabkan kegagalan.


...****************...


"Aku punya beberapa teori," kata Letticia tanpa basa basi, "Dan aku akan mencoba membuktikan mana dari mereka yang benar."


"Aku tak menyangka kau benar-benar menyelidiknya sampai seperti ini," kata Lora terharu. Mungkin dia salah bahwa tidak ada orang yang menyayanginya.


"Tentu. Kita teman sekarang," kata Letticia.


Letticia mengeluarkan dokumen hasil DNA dan menjelaskannya pada Lora. Lora sangat terkejut.

__ADS_1


"A-ayah berselingkuh?"


Bulir bening mengalir dari kedua mata Lora. Dia tak menyangka ayahnya akan mengkhianati ibunya. Lora kira ayahnya adalah seorang ayah yang baik dan sangat mencintai keluarganya. Ternyata hal itu hanya sepengetahuannya saja. Dia baru mengetahui apa yang ayahnya lakukan di luar sana.


"Apa aku harus membunuh pria itu?" gumam Lora penuh dendam.


"Aku tidak akan ikut campur dalam urusan ini. Tapi sebenarnya aku juga tidak menentang jika kau ingin membunuh ayahmu. Dia sudah sangat menyakitimu. Bahkan mungkin ayahmu adalah salah satu dalang dari kematianmu," kata Letticia.


Lora menaikkan wajahnya. Dia menatap Letticia penuh arti. Mungkin Letticia adalah segalanya bagi Lora saat ini. Seseorang yang menemani dan bersedia membantunya disaat orang lain mengkhianati dan menjauhinya.


"Aku akan membalas kebaikanmu suatu saat nanti," janji Lora sungguh-sungguh.


"Tidak perlu. Aku ikhlas membantumu," Letticia tersenyum.


Lora membuka ruang penyimpanannya dan mengambil sesuatu. Nampak seuntai kalung yang sangat indah dengan sebuah berlian di tengahnya.


"Ini adalah kalung yang ayah wariskan padaku. Aku harap kau bisa memberikannya pada Tiffany," kata Lora.


"Apa kau yakin?" tanya Letticia.


"Ya," jawab Lora, "Sebenarnya aku lebih ingin memberikannya padaku. Tapi bagaimanapun kau bukan bagian dari keluarga Smith. Dan kalung ini adalah warisan keluarga kami secara turun temurun yang harus diberikan pada anggota keluarga."


Letticia mengangguk paham. Dia mengambil kalung itu dari tangan Lora dan memasukkan ke dalam ruang penyimpanannya.

__ADS_1


"Terima kasih untuk segalanya," ucap Lora menghilang di langit malam, seiring dengan matahari terbit yang menyinari wajah Letticia.


...****************...


__ADS_2