Ice Princess

Ice Princess
Teman baru.


__ADS_3

Alexa duduk dibarisan kedua yang bangkunya kosong karena Alexa tak melihat ada tas atau apapun benda di bangku tersebut.itu pun bangku nomor dua dari belakang.meski terlalu jauh dari meja guru.Alexa tidak punya pilihan lain.Dia melangkah dan menaruh tas ranselnya di atas meja.lalu dia pun duduk.sangat tidak nyaman karena penghuni Ips 2 terus menatapnya.


Sasa : " Alexa,lo pindah sekolah nggak ngomong sama gue?"


Alexa : "Maaf gue nggak bilang,tapi gimana lagi yang gue punya hanya tante dan paman doang!"


Sasa : "Yaudah deh,cemomot ya..."


Ya begitulah tukar chat dengan teman di sekolah yang dulu.


Tiba-tiba saja datang seorang cewek yang berdiri di hadapan Alexa,tatapan rasa ingin membully gadis itu.


"Woy murid baru!!"suara cempreng dari cewek yang baru saja datang kedalam kelas diikuti Dua temannya di belakang.mengalihkan Alexa dari ponselnya.


"Keluar lo dari kelas ini"ujar Bianra yang ingin membully Alexa.


Saat Alexa mendongkakan wajahnya menatap ketiga wanita itu dengan tatapan yang sinis.

__ADS_1


"Ya ampun tuh cewek bibir menor,rok pendek ngetat lagi dan pake di cat juga tuh rambut emangnya tembok!!kaya cabe jalanan,pokoknya gue harus jauhi cewek ini!!"batin Alexa mengidik melihat ketiga gadis didepannya.


"Ets...nggak terima kayanya dia"ujar Adel.


kata-kata Bianra memang sangat kasar dan mendapat perhatian dari seisi kelas.Alexa yang jadi korban terkejut.namun secepat mungkin ia kembali tenang memainkan ponselnya.


"..."terdiam tak bersuara sedikitpun tatapannya pokus melihat handphone-nya.


"Lo bisu apa tuli hah!!"bentak Bianra lagi lagi.


Semua orang terdiam tak mau terlibat sedangkan pria yang sibuk dengan ponselnya begitu pula tak mau ikut terlibat.


Gadis itu tak bisa diam terus menerus hari pertama saja sudah dibully tapi dia pesan dari bundanya'jangan nakal di sekolah',ya...memang betul kelas ini sangat terkenal akan pembully-an bagi siswa baru.


"Bisa nggak cabe-cabean nggak bikin rusuh kelas!!"ketus Pria yang pokus menatap ponselnya.dia adalah Devani Martien.


Ketiga cewek itu tak mau lagi urusan panjang,mereka bungkam dan langsung kembali duduk di bangkunya.

__ADS_1


Suara bising yang terdengar kemudian sejenak langsung tenang mendengar keluh kesal Devan.perhatian setiap anak tertuju pada Alexa.


"Sudah-sudah kalian jangan berantem mulu,sebentar lagi bu Nina akan sampai"lerai Faris yang membuyarkan keheningan kelas.


Gadis di samping kanan Alexa langsung menjulurkan tangannya,"Hai..kenalin nama gue Nayla panggil aja Nay"ujar Nayla.


"Alexa"balas gadis itu dingkat.


Alexa memilih diam tak mendengarkan omongan semua siswa dikelas,mengalihkan matanya kelayar ponsel miliknya.Nasib hari pertamanya di sekolah sangat buruk.


Bukannya Alexa menerima perlakuan seperti tadi,hanya saja dia sendiri.perasaan di kucilkan di dalam kelas menghantuinya lagi.membuat dia hanya bisa menahan dan mencoba menguasai diri.


Selang beberapa waktu Bu Nina datang kedalam kelas,ia sumbringah melihat anak didiknya.ini tahun kedua.Dia menjadi wali kelas Ips 2.Jadi dia sudah cukup memgenal watak dari masing-masing siswa/i.


"Juho,rupanya kamu masih ingat nasihat ibu rupanya.Kalau gini kan ibu nggak payah pindahin tempat duduk kamu."Joho yang jadi topik pembicaraan hanya merengut saja.


Pasalnya karena keseringan ngobrol dengan Nanda disaat jam pelajaran nilai rapot kelas duanya turun.banyak nilai yang pas-pasan hampir saja dia dipindahkan kekelas lain.Karena nilai yang tertinggal jauh dari anak-anak yang lainnya.Bu Nina memberi isyarat kepadanya jika masih mau berada di kelas Ips 2.

__ADS_1


__ADS_2