
Kedua orang tua itu langsung memberikan pelukan hangat kepada lexa,agar lexa merasa ayah dan bundanya masih berada disisinya.
"Lexa,kamu jangan bersedih terus-menerus kasihan ayah dan bunda mu bersedih melihat putri cantiknya terus menangis.Tugas seorang anak itu mendoakan orang tuannya,kamu harus sabar menjalani cobaan yang diberikan Allah Swt."nasihat Maya.
"Iya benar yang dikatakan tante Maya,kamu harus semangatt..."sahut Dedy sebari mengelus lembut rambut Lexa.
Gadis itu menatap paman dan tantenya yang tak putus asa memberikan semangat untuknya,diiringi senyuman nan lembut terlihat dari wajah sang gadis.
"Terima kasih paman,tante.kalian sudah mengisi hidup Lexa yang hampir kosong.dan mungkin kehadiran Lexa hanya membawa beban saja"
"Jangan bicara begitu,tante dan paman nggak merasa kamu itu sebagai beban,malahan tante senang bisa merasakan mengurus seorang anak apalagi anaknya cantik kaya Lexa"ujar Maya tak terasa ternyata air matanya mudah menetes.
"Aih...lihat Lexa,tante kamu cengeng sekarang kaya anak kecil..."lerai Dedy meramaikan suasana.
Gadis itu tersenyum melihat kelakuan dari tantenya Maya.
__ADS_1
"Hh...maafin tante,tante jadi baper.yaudah kamu berangkat gih sama paman Dedy,nanti telat lho?!"ujar Maya.
Sebelum pergi Lexa seperti biasanya memeluk tubuh bundanya dan tak lupa juga ciuman pagi untuk bunda.Hanya saja hari ini berbeda tidak ada lagi pelukan dan ciuman pagi yang ia berikan.
Maya melihat ekpresi wajah Lexa yang langsung berubah bahkan disertai lamunan,dia sangat paham apa yang diinginkan oleh Lexa.Maya tak tinggal diam langsung memeluk dan memberikan ciuman pagi sebelum berangkat sekolah.
Gadis itu terkejut melihat apa yang baru saja dilakukan oleh tantenya Maya yang langsung memeluk bahkan memberikan ciuman pagi.
"Yaudah kamu berangkat"ujar Maya sebari melepaskan pelukan hangat dari Lexa.
Gadis itu berpamitan sebari mencium punggung tangan milik Maya,"Tante Lexa jalan dulu ya.dahh...."ujar Lexa mengikuti pamannya naik kedalam mobil.
Beberapa waktu kemudian Dedy telah sampai mengantar Lexa di SMAN MERDEKA yang tak lain sekolah baru untuk Lexa.gadis itu turun dan tak lupa juga Dedy mengantar Lexa sampai depan gerbang sekolah.
"Lexa,jika paman telat menjemput kamu pulang,kamu jangan kemana-mana ya...nanti tante Maya yang akan jemput kamu."ujar Dedy.
__ADS_1
Saat pamannya hendak naik kedalam mobil,gadis mungil itu memanggilnya kembali,"Paman."teriak Lexa.
"Ada apa?"
"Paman,Lexa kan belum berfamitan dengan paman"ujar Lexa sambil mencium punggung tangan milik Dedy.
Dedy membelai lembut rambut Lexa.setelah itu langsung pergi.
Gadis itu masuk kedalam lingkungan sekolah.Lexa menyusuri koridor sekolah untuk melihat-lihat,banyak pasang mata yang menatap dirinya.
Agak susah bagi Lexa menyesuaikan lingkungan sekolah yang baru,walaupun banyak yang menatapnya.Lexa hanya pokus menatap kedepan menuju ruang kepsek.
Di tengah perjalanan menuju ruang kepsek,dia bertemu pria tampan,pakaiannya sangat rapi dan intinya keren banget.
"Kamu pasti Juliya Alexa murid pindahan itu?"tanya cowok tampan yang menghampiri Lexa.
__ADS_1
"Kenalkan nama gue Angga Fariski ketua kelas X1 Ips 2,semua orang panggil gue Faris jadi lo bisa panggil gue Faris aja"ucap pria itu memperkenalkan diri.
Belum sempat Faris berbicara lanjut, Lexa sudah pergi mencari Ruang kepsek meninggalkan Faris.