Ice Princess

Ice Princess
Pertarungan di Arena : Awal


__ADS_3

Letticia bangun cukup pagi. Yah, dia sering dibangunkan oleh kakaknya sewaktu di bumi dan terkadang disiram air jika dia tidak mau bangun. Mungkin tubuh Letticia beradaptasi dan jadi *phobia dengan siraman air sehingga dia jadi terbiasa bangun pagi.


*Phobia : Rasa takut yang berlebihan akan sesuatu.


"Amara, bangun."


Amara menggeliat. Ada apa gerangan anak ini membangunkannya? Ini masih pagi dan sekolah diliburkan untuk persiapan Pertarungan di Arena. Jadi kenapa Letticia membangunkannya sepagi ini?


"Apa?" tanya Amara agak kesal karena mimpi indahnya diganggu.


"Bangun."


"Ini masih terlalu pagi." Amara menutup dirinya dengan selimut.


"Kau masih sama bahkan di sini," Letticia geleng-geleng kepala. Ternyata tak ada harapan bagi Amara untuk berubah menjadi rajin. Yah, seluruh dunia akan kaget dan terguncang kalau Amara melakukannya.


Letticia mandi dan memakai pakaian latihan. Jam segini sudah ada beberapa murid yang mulai berlatih. Sebenarnya Letticia tidak perlu latihan, tapi dia hanya ingin saja.


Di Arena Parlet, beberapa murid nampak berlatih giat. Letticia cukup kagum dengan kerajinan dan tekad mereka. Kalau dibandingkan dengan dirinya, dalam hal tekad dan ketekunan, Letticia bukan apa-apa.


Letticia mulai melakukan beberapa pemanasan sederhana. Mulai dari pemanasan fisik, lalu dilanjutkan dengan pemanasan sihir. Tentu dia memakai sihir yang dua tingkat di atas sihir sederhana yang biasa digunakan murid untuk latihan. Karena kalau pakai sihir biasa, Letticia bahkan tidak bisa merasakannya dan terasa seperti menjentikkan jari.


"Hai. Maaf mengganggu, bisa jadi partnerku sebentar?"


Letticia menoleh. Tampak seorang gadis dengan rambut diikat dua sederhana yang tersenyum manis ke arahnya.


"Baiklah," jawab Letticia.


Letticia menjadi partner gadis itu untuk melakukan sihir ganda. Sihir ini memang butuh dua orang dan tidak bisa dilakukan sendiri.


"Terima kasih," ucap gadis itu begitu selesai, "Namaku Prilly Ollie Licon dari kamar 16."

__ADS_1


"Kau teman sekamar Maria?" tanya Letticia.


"Iya," jawab Prilly manis. Sepertinya dia memang terlahir dengan wajah imut. Dan mungkin keimutan itu tidak dibuat-buat.


Bosan dan lelah berlatih, Letticia dan Prilly pergi ke kantin. Mereka ingin beristirahat sebentar dan memulihkan tenaga untuk berlatih lagi. Lagipula berlatih terlalu keras juga tidak baik dan berbahaya untuk kesehatan tubuh.


"Minuman pemulih energi level 2 dan spaghetti bolognese," kata Prilly.


"Minuman pemulih energi level 7 dan makaroni keju," kata Letticia yang membuat semua orang terkejut. Tapi pegawai itu hanya mencatat pesanan Letticia dan langsung pergi.


"Apa kau yakin?" tanya Prilly.


Note : Minuman pemulih energi harus diminum dengan level sesuai kebutuhan atau hanya akan membahayakan tubuh.


"Aku yakin," jawab Letticia. Dia sengaja memesan level 7, karena pemulih energi level rendah tidak akan berefek padanya.


...****************...


"Ayah, ibu...!"


Letticia memeluk Nalie dan Robins. Mereka jarang bertemu sejak Letticia masuk sekolah, tentu sudah saling rindu satu sama lain.


Letticia sudah menganggap Nalie dan Robins sebagai orangtua kandungnya. Bagaimanapun, orangtua kandung Letticia bahkan tak berkesempatan melihat Letticia tumbuh besar dan mereka hanya punya sedikit waktu bersama. Letticia menyesal karena saat itu dia masih kecil dan tidak bisa mengingat momen-momen indah walau hanya berlangsung sebentar.


Acara akan segera dimulai segera setelah Letticia duduk. Miss Zara sebagai pembawa acara, langsung mengumumkan mulainya Pertarungan di Arena.


Siapa melawan siapa dipilih berdasarkan undian. Murid yang lolos dari setiap pertarungan akan menghadapi murid lain yang menang dari pertarungan lainnya. Begitu terus sampai nanti akan tersisa 200 murid.


"Pertama. Lola Olivie Trings melawan Ying Lu Han!"


Lola dan Ying memasuki Arena Parlet. Lola berkekuatan air dan petir, sementara Ying berkekuatan alam dan api. Kekuatan mereka kurang lebih setara.

__ADS_1


"Mulai!"


Lola mengamati Ying beberapa saat, mencoba menganalisa Ying. Ying juga melakukan hal yang sama.


Ying mengambil kesempatan menyerang terlebih dahulu. Dia mengeluarkan tanaman rambat yang segera mengikat Lola.


"Bodoh. Dia menggunakan tanaman rambat level tinggi di awal pertandingan. Sama saja dengan buang-buang energi," komentar Letticia dalam hati.


Lola berusaha melepaskan diri. Dia menggunakan petir untuk menyetrum dan membakar tanaman itu menjadi abu, lalu memurnikan petir dalam tubuhnya dengan air sehingga petir dalam tubuhnya seperti magnet. Lola bisa menarik kembali petir yang barusan ia gunakan.


"Dia bisa menciptakan magnet," puji Letticia kagum.


Lola menyerang Ying tanpa ampun. Ying yang sudah menggunakan kekuatan cukup banyak untuk membuat tanaman rambat tadi pun tak berdaya saat diserang bertubi-tubi oleh Lola.


"Pemenangnya adalah Lola Olivie Trings!"


Lola tersenyum puas. Dia membantu Ying berdiri. Tim medis datang dan membawa Ying ke UKS.


Letticia ikut bertepuk tangan. Dia sudah tahu sejak awal bahwa Lola akan memenangkan pertarungan. Perbedaan teknik mereka berdua jelas berbeda.


...****************...


"Huaaahhh aku kalaaahhhh..." keluh Amara.


"Kemarin kau bahkan tidak berlatih. Sudah jelas kalah," kata Flo. Kemarin dia sempat kesal karena Amara malas bermalas-malasan dan tidak ikut berlatih.


"Tapi kemarin itu sejuk dan aku tidak rela meninggalkan kasur," kata Amara mencoba membela diri. Padahal dia sudah jelas salah.


"Yah, kau kalah sekarang," kata Emily, "Berlatihlah lebih keras lagi."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2