Ice Princess

Ice Princess
Belanja


__ADS_3

Letticia membuka mata, menunjukkan bola mata berwarna ungu dan biru. Dia bangun paling pagi. Bahkan Ansley masih tidur. Mungkin lelah karena tugas yang menumpuk. Belum lagi belajar untuk ujian. Syukurlah penyiksaan berupa soal-soal penguras otak itu sudah berakhir.


"Tuan putri mau mandi?" tanya Froze.


"Iya," jawab Letticia. Dia selalu merasa gerah setiap bangun tidur. Itu sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu.


Froze dan Sarah segera memandikan Letticia. Letticia nampak seperti anak kecil. Dia bermain-main dengan busa yang membuat Froze dan Sarah tertawa.


"Pakaikan pakaian yang aku bawa saja," kata Letticia. Dia kurang suka memakai gaun yang mewah dan ribet.


"Baiklah, tuan putri," jawab Sarah.


...****************...


"Kita mau ke mana?" tanya Ansley saat Letticia mengatakan akan membawa mereka ke suatu tempat.


"Aku ingin menguji sikap warga kerajaan ini pada rakyat biasa," jawab Letticia. Ya, itulah tujuan Letticia hari ini. Dia dan teman-temannya akan berpakaian layaknya orang biasa lalu pergi berkeliling pasar. Letticia juga sudah mengubah penampilannya 180° derajat.


Letticia dan teman-temannya pergi ke pasar. Ada beberapa pengawal yang mengawasi dari jauh demi keamanan Letticia.


"Beliin," kata Amara dengan puppy eyesnya pada Letticia. Letticia menoleh ke arah yang ditunjuk Amara. Ternyata Amara menginginkan permen kapas yang dijual di sana.


Letticia membelikan Amara permen kapas itu. Amara tampak seperti seorang anak kecil yang menikmati permen kapasnya.


Letticia memberi uang pada setiap orang dan mengizinkan mereka membeli apapun yang mereka inginkan. Tapi dengan syarat tidak boleh berpencar. Bagaimanapun, mereka semua adalah anggota bangsawan dan pasti banyak yang ingin menculik dan merampok kalau identitas mereka ketahuan. Bisa juga dijadikan sandera.


Puas belanja, Letticia membawa teman-temannya ke bagian pertokoan yang agak jauh dari pasar. Tentu dengan berjalan kaki. Selain agar identitas mereka tidak ketahuan, juga sekalian berolahraga.


Kenapa tadi mereka belanja di pasar dan bukan di toko? Karena kebanyakan makanan pasar lebih enak daripada makanan di toko.


Letticia dkk memasuki sebuah toko emas. Di sinilah ujian akan dimulai.


Penjaga toko menatap tidak suka pada Letticia dan teman-temannya. Bagaimana tidak, mereka mengenakan pakaian lusuh dan terlihat bahkan tidak mampu membeli makan sehari-hari.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya pegawai toko dengan nada tidak suka. Dia sedikit menjaga jarak, seolah jijik dengan Letticia dan teman-temannya.


"Aku mau membeli emas," kata Letticia.


"Hahaha anak muda, lebih baik kalian gunakan uang yang tidak seberapa itu untuk membeli makanan atau pakaian. Lagipula, kalian pasti tidak tahu berapa harga perhiasan sehingga berani datang ke sini," ejek penjaga toko tersebut.

__ADS_1


Para pengawal yang mengawasi nampak geram. Tapi Letticia memberi isyarat agar mereka tetap tenang dan biarkan dirinya sendiri yang memberi pelajaran pada penjaga sombong ini.


"Bukan urusanmu. Tugasmu adalah menunjukkan padaku emasnya dan aku akan bayar," kata Letticia.


"Haha baiklah, aku akan tunjukkan emasnya. Jangan terpukau seperti orang miskin ya," kata penjaga toko itu masih tertawa mengejek. Sungguh tidak tahu diri.


Penjaga toko menunjukkan Letticia emas di toko itu. Letticia melihat-lihat. Dia memutuskan tidak membeli satupun dari emas itu.


"Aku tidak jadi beli emas," kata Letticia.


"Tuh kan tidak jadi. Aku sudah mengingatkan, kalian tidak akan mampu membeli emas ini walau bekerja seumur hidup pun."


"Tapi aku ingin beli berlian," ujar Letticia yang membuat penjaga toko itu melongo. Tapi dia tetap berpikir Letticia hanya pura-pura saja.


Penjaga toko membawa Letticia ke etalase berisi berlian dengan berbagai bentuk. Letticia tertarik pada sepasang kalung berlian dengan bentuk hati berwarna biru dan merah.


Tiba-tiba, pintu toko didobrak secara paksa. Tampak beberapa orang berpakaian hitam dan membawa senjata memasuki toko. Jelas-jelas mereka adalah perampok.


"Angkat tangan!" seru salah satu perampok sambil menodongkan senjata. Penjaga toko dan semua orang di toko tersebut langsung mengangkat tangan tanpa membantah, termasuk Letticia dan teman-temannya. Tentu ini bagian dari drama.


Pengawal yang sedari tadi mengawasi Letticia dan teman-temannya sudah bersiap bergerak dan menyelamatkan mereka. Namun, ternyata Letticia lebih cepat.


Para perampok dibekukan oleh Letticia dalam satu gerakan tangan. Hanya kepalanya yang tidak ia bekukan. Letticia maju mendekati perampok.


"Kalian mau mati atau bagaimana?" tanya Letticia dengan nada mengintimidasi.


"Sihir es?!" seru semua orang di toko hampir bersamaan.


Pengawal yang mengawasi Letticia memasuki toko. Letticia mencairkan es dan para pengawal membawa perampok-perampok itu pergi.


Penjaga toko terjatuh di atas lututnya. Orang yang sedari tadi ia remehkan ternyata adalah seoranh putri? Apa ini karma?


"Cepat beri aku sepasang berlian bentuk hati berwarna biru dan merah itu!" perintah Letticia. Sekarang dia tidak segan-segan lagi. Bahkan Letticia sempat berpikir mengakhiri toko ini selamanya.


"Ba-baik," jawab pegawai toko itu terbata-bata. Dia segera mengurus sepasang berlian yang diminta Letticia. Mana berani dia membantah apalagi mengejek. Dengan identitas Letticia yang sudah terungkap, tidak ada lagi yang akan berani membantahnya.


Pegawai toko tersebut segera menyerahkan berlian yang dibeli Letticia. Letticia mengambilnya dan sedikit menjaga jarak seolah jijik dengan pegawai tersebut, sama seperti yang pegawai itu tadi lakukan padanya.


"Ini uangnya," Letticia memberi uang yang sangat banyak sesuai harga berlian.

__ADS_1


"Ah, tidak perlu," kata pegawai toko itu. Pemilik toko pun pasti tidak apa-apa kalau dia memberi berlian ini secara gratis pada Letticia.


"Tidak apa," jawab Letticia. Dia tidak bisa mengambil sesuatu tanpa membayar walau dia seorang putri. Itu tidak ada bedanya dengan mencuri.


"Terima kasih sudah berbelanja di toko kami. Datanglah lagi" kata pegawai toko tersebut sambil membungkuk hormat.


"Berdoalah toko kalian masih ada saat aku datang lagi nanti," kata Letticia dengan nada mengancam.


Pegawai toko tersebut gemetar mendengar apa yang Letticia katakan. Dia jelas tahu apa yang Letticia maksud. Pemilik toko akan memintanya ganti rugi dan membunuhnya kalau Letticia benar-benar melakukan apa yang ia maksud barusan.


"Kau sangat menakutkan," komentar Amara. Sisi Letticia yang biasa ia lihat adalah Letticia yang baik dan ceria, bukan Letticia yang seperti ini.


"Dia pantas mendapatkannya. Pegawai itu pasti akan dihukum dan dipecat. Aku tidak akan melakukan apapun pada tokonya, karena pemilik toko tidak bersalah," jawab Letticia.


Letticia dkk keluar toko. Mereka pergi ke sebuah toko pakaian yang berada tepat di sebelah toko emas barusan. Letticia sudah mengubah wajahnya kembali normal dan mereka mengenakan pakaian bagus sekarang.


"Selamat datang," ucap pegawai toko ramah. Mereka semua sudah melihat kejadian barusan dan tidak berani tidak hormat orang di hadapannya saat ini.


"Tolong bawakan pakaian terbaik di toko ini," pinta Letticia.


Para pegawai segera melakukan apa yang Letticia suruh. Bahkan mereka mengesampingkan para bangsawan yang juga sedang berbelanja di sana. Tentu para bangsawan itu pun tidak masalah. Mereka juga tidak berani membantah Letticia.


"Hey, urus pakaianku dulu!"


Suara gadis itu membuat semua orang menoleh padanya. Siapa yang berani mengatakan ini keras-keras saat putri ada di sini?


"Maafkan saya, nona. Saya akan mengurus gaun nona," kata pegawai wanita yang melayani Jane Hye Effendy, gadis yang marah-marah barusan.


Letticia tidak bereaksi. Jane tidak sepenuhnya bersalah. Pegawai itu memang seharusnya mengurus gaunnya terlebih dahulu. Tentu Jane marah karena ditinggal begitu saja.


Beberapa saat kemudian, beberapa pegawai datang membawa pakaian terbaik di toko mereka. Letticia dan teman-temannya mencoba pakaian-pakaian itu satu persatu.


"Aku beli semuanya," kata Letticia.


"Baik, tuan putri. Saya akan segera memprosesnya," kata pegawai toko senang. Tentu ini adalah untung besar bagi toko mereka.


Setelah mendapat semua pesanannya, Letticia dkk pergi meninggalkan toko dan pulang ke istana.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2