Ice Princess

Ice Princess
Pertarungan dengan Chelsea


__ADS_3

"Apa anda adalah putri yang dikabarkan hilang bertahun-tahun yang lalu?!" tanya penjaga tersebut terkejut.


"Sepertinya begitu," jawab Letticia.


"Yang Mulia!" Charlotte dan penjaga menunduk bersamaan.


"Hey, berdirilah. Jangan beritahu siapapun soal ini, oke?" Letticia mengedipkan sebelah mata.


"Tentu."


Puas melihat Ice Queen Crystal, Letticia dan Charlotte memutuskan untuk kembali ke kamar. Mereka sudah lelah dan ingin mandi serta istirahat.


Saat mereka keluar dari ruang bawah tanah, ternyata sudah waktu pulang dan semua murid berhamburan keluar dari kelas. Beberapa kembali ke kamar, beberapa pergi ke kantin, dan sisanya melakukan kegiatan lain.


Bruk!


"Maafkan aku."


Seorang gadis berambut cokelat tua dan bermata biru tak sengaja menabrak Letticia. Dia berdiri dan membantu Letticia berdiri juga.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya perempuan itu merasa bersalah.


"Aku tidak apa-apa," jawab Letticia. Sihir dalam tubuhnya mampu melindungi tubuh Letticia, sehingga dia tidak akan mudah terluka.


"Ngomong-ngomong, apa kau murid baru di sini? Aku belum pernah melihatmu," tanya gadis yang terlihat polos itu.


"Ya, aku baru datang hari ini," jawab Letticia, "Kamarku nomor 17."


"Wow kamar kita bersebelahan!" seru gadis itu senang, "Aku di nomor 16."

__ADS_1


Mereka memperkenalkan diri masing-masing. Ternyata gadis itu bernama Maria Himekawa Pallet, anak Duke Pallet dari Seha, kerajaan tetangga kerajaan Morton.


"Jadi namamu Letticia Chandealer? Tidak ada marga?" tanya Maria.


"Ya," jawab Letticia pendek.


Tak lama, Maria pamit pergi ke kantin. Perutnya sudah keroncongan sejak tadi. Terutama saat guru menyuruhnya praktek yang tentu saja banyak menguras tenaga dan energi sihir atau mananya. Sementara, Letticia dan Charlotte kembali ke kamar.


Baru saja mau naik tangga, Letticia ditabrak oleh seorang anak perempuan. Perempuan itu jelas-jelas sengaja menabrak Letticia. Orang bodoh pun akan mengetahui hal itu.


"Hey jalan yang benar!" seru Letticia marah. Dia berdiri menatap tajam gadis itu.


"Dia berani membentak Chelsea?"


"Apa dia sudah gila?"


"Sepertinya dia murid baru, jadi tidak tahu siapa Chelsea itu."


Chelsea tak takut pada tatapan tajam Letticia. Dia hanya tertawa angkuh.


"Lihatlah gadis kecil ini, berani membentakku," kata Chelsea sombong, "Vira, Lilian, bereskan anak ini."


Vira dan Lilian yang dimaksud segera maju. Mereka melihat Letticia yang tidak takut sama sekali.


Langsung saja, sihir pelindung pertarungan terbentuk. Sihir ini akan melindungi barang dan orang di sekitar pertarungan agar tidak terkena efeknya.


Vira melancarkan serangan apinya ke arah Letticia. Elemen api Vira sudah mencapai level 3 puncak dan sebentar lagi akan mencapai level 4. Biasanya murid biasa apalagi murid baru akan langsung tumbang begitu terkena serangannya.


Letticia tidak tinggal diam. Dia mengeluarkan ombak besar dengan elemen air yang langsung melahap api Vira. Vira terkejut. Elemen air di bawah level 3 tidak akan bisa mengalahkan apinya.

__ADS_1


"S*alan!" seru Vira marah.


Melihat api Vira dilahap habis oleh ombak Letticia, Lilian langsung maju. Dia mengguncang tanah tempat mereka bertarung dan membuat mereka mengurung Letticia. Lilian juga menggunakan elemen alamnya untuk membuat tanaman rambat yang mengikat Letticia di dalam kubah tempat dia terkurung.


"Kita lihat bagaimana kau akan melarikan diri," kata Lilian. Elemen tanah Lilian sudah mencapai level 3 puncak dan elemen alamnya level 3 menengah. Tentu tidak akan mudah menghancurkan kubah tanah dan memutuskan tanaman rambatnya.


Tanpa diduga, kubah tanah itu hancur dengan mudah. Letticia menggunakan elemen anginnya untuk menghancurkan kubah itu dan tanaman rambat itu juga putus dengan mudah.


"Ka-kau... Bagaimana bisa?!" seru Lilian kaget.


"Dasar sampah! Mengalahkan murid baru saja tidak bisa!" seru Chelsea marah.


Kini giliran Chelsea maju. Dia menggunakan elemen petir miliknya. Serangan Chelsea begitu dahsyat. Elemen petirnya sudah mencapai level 4 menengah, salah satu murid dengan level tertinggi di Morton Magic School.


"Mudah," Letticia tersenyum sinis.


Letticia mengarahkan tangannya ke langit. Seketika, sambaran petir berhenti seakan menuruti perintah Letticia.


"Kau bisa mengatur langit?!" seru semua orang hampir bersamaan.


Kini giliran Letticia menyerang. Dia mengeluarkan tanaman rambat yang langsung mengikat Chelsea, Vira, dan Lilian. Letticia menjentikkan jarinya dan mereka bertiga pingsan.


Sekarang pertarungan berakhir. Chelsea, Vira, dan Lillian akan pingsan selama seminggu. Untung Letticia masih berbaik hati tidak menggunakan sihir itu terlalu kuat. Jika Letticia menguatkan lagi, mereka bisa mati dalam sekejap.


Semua orang melongo melihat kekuatan Letticia yang menghadapi salah satu murid terkuat dan kedua kaki tangannya dengan mudah. Padahal murid lain akan langsung tumbang setelah melawan mereka. Terlebih lagi, Letticia memiliki elemen yang sangat banyak dan kekuatan lainnya.


Charlotte tak terkejut. Dia tahu, ini bahkan belum sampai seperempat kekuatan Letticia. Bahkan Letticia juga belum mengeluarkan kekuatan esnya.


Letticia tak peduli dan langsung mengajak Charlotte kembali ke kamar. Charlotte mengiyakan dan mereka berdua kembali.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2