
Gonix mendekati Letticia. Tuannya itu nampak bingung dan Gonix ingin membantu.
"Ada masalah?" tanya Gonix. Letticia menoleh dan menghela napas.
"Aku sudah berjanji untuk membantu Lora menyelidiki kematiannya. Tapi sekarang aku tidak punya petunjuk selain hubungan Miss Irene dan Tiffany yang ternyata ibu dan anak," jawab Letticia pasrah.
Gonix tertegun. Dulu, dia pernah iseng menggunakan sihir menghilang untuk keluar dari Enchanted Forest dan pergi ke Morton Magic School. Di sana, dia melihat tiga orang anak menyiksa seorang anak bernama Lora. Anak itu akhirnya gantung diri.
"Lora yang bunuh diri di pohon?" tanya Gonix hati-hati.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Letticia dengan pandangan menyelidik.
"Aku pernah menggunakan sihir menghilang dan keluar dari Enchanted Forest. Saat itulah aku melihat kejadiannya," jawab Gonix.
"Hadehh ternyata burung satu ini nakal juga," kata Letticia.
"Aku tidak nakal. Aku hanya bosan karena aku sudah berada di sana selama puluhan tahun," kata Gonix membela diri.
Letticia kembali fokus pada pikirannya. Dia perlu memikirkan petunjuk selanjutnya. Mustahil menguak kasus ini hanya dengan satu petunjuk.
"Aku melupakan sesuatu yang paling penting!" seru Letticia.
"Apa itu?" tanya Gonix.
"Tidak ada. Aku harus keluar dan kau, ikut denganku."
Gonix menurut. Letticia memakai jaketnya. Gonix juga memakai jaket yang khusus Letticia buat untuk masing-masing magic petnya.
__ADS_1
Letticia membuka pintu, membuat wajahnya dan Gonix diterpa angin malam yang dingin. Tapi mereka berdua bisa menghangatkan diri masing-masing dengan elemen api.
Gonix mengikuti Letticia hingga sampai di depan pohon Smith, pohon tempat Lora mengakhiri hidupnya. Gonix mengenali pohon itu.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Gonix.
"Lihat dan perhatikan saja apa yang akan tuanmu ini lakukan," balas Letticia.
"Apa kau akan bicara dengan roh Lora?" ledek Gonix.
Letticia tak mempedulikan ledekan Phoenix nakal itu. Dia mengeluarkan arwah Lora yang membuat Gonix kaget dan takut.
"Siapa itu?" tanya Lora. Dia menatap Gonix yang bersembunyi di balik Letticia.
Gonix tak menjawab. Walau dia adalah Golden Phoenix yang perkasa, tapi dia juga memiliki ketakutan. Dan ketakutannya adalah hantu.
Lora agak terkejut melihat Letticia memiliki seekor Golden Phoenix, magic pet kelas legendaris atas.
Gonix akhirnya mau mendekati Lora. Setelah Gonix perhatikan, Lora sama sekalu tidak menakutkan. Dan dia juga tidak jahat. Jadi untuk apa takut dengannya?
"Aww kau imut juga," canda Lora. Gonix cemberut karena dipanggil imut. Dia kan naga perkasa!
Letticia mengajak Lora duduk dan kembali fokus pada tujuan utamanya datang ke sini. Gonix mengikuti dan duduk di samping Letticia.
"Apa kau punya semacam rahasia milik keluargamu, orang yang membullymu, atau Miss Irene?" tanya Letticia to the point.
Wajah Lora tampak bingung. Dia berada dalam dilema, apakah dia harus memberitahu Letticia atau tidak.
__ADS_1
Akhirnya, Lora memutuskan untuk memberitahu hal itu pada Letticia. Bagaimanapun, Letticia sudah mau membantunya. Dia tidak bisa tidak tahu diri dan hanya menunggu hasil saja.
"Baiklah, aku akan memberitahumu," kata Lora pada akhirnya.
Letticia menunggu apa yang akan Lora katakan.
"Suatu hari, aku berjalan-jalan di kota Mexi. Karena haus dan ingin makan dessert, aku pergi ke Mex Cafe yang cukup terkenal di kota itu. Saat aku baru akan masuk, aku melihat ayah dan Miss Irene berduaan dari pintu yang transparan," cerita Lora.
"Hatiku hancur. Aku pergi dengan meneteskan air mata. Aku berniat memberitahu ibu, tapi aku tidak ingin menghancurkan keluarga ini."
Letticia tertegun. Ternyata perselingkuhan bisa membawa dampak sebesar ini pada sebuah keluarga.
"Ternyata ayah menyadari kehadiranku saat itu dari cermin kafe. Dia khawatir dan takut aku akan memberitahu ibu dan keluarga kami akaan hancur dan terpecah belah. Akhirnya ayah memilih memasukkanku ke Morton Magic School dan mengirim seorang gadis untuk menyebarkan gosip miring serta 3 orang untuk membullyku. Tapi mereka menyuruhku bunuh diri agar mereka tidak disalahkan akan kematianku dan tidak perlu mendekam di penjara," sambung Lora panjang lebar.
Letticia terdiam. Ternyata itulah alasan Count Smith tega mengkhianati istrinya dan membunuh putrinya sendiri. Semua hanya demi sang selingkuhan, Miss Irene. Pantas saja Miss Irene berusaha menutupi kasus ini.
"Aku bersumpah akan membunuh Miss Irene," ucap Letticia.
"Katakan saja kalau kau membutuhkan bantuanku. Aku akan membantu sebisaku," kata Lora.
Letticia dan Gonix pamit kembali ke kamar. Sepanjang jalan, Letticia memikirkan taktik yang harus ia gunakan untuk melawan Count Smith dan Miss Irene.
"Sekarang kau bisa langsung menuduh mereka dan memasukkannya ke penjara," kata Gonix.
Letticia menggeleng, "Ini tidak semudah itu. Aku harus memberi bukti yang kuat sebelum menuduh seseorang."
...****************...
__ADS_1