Ice Princess

Ice Princess
Pertarungan di Arena : Penyisihan


__ADS_3

"Babak penyisihan lebih sulit kan?" tanya Ashley. Yah, walau pertanyaannya terdengar bodoh karena semua orang tahu jawabannya.


"Iyalah," jawab Charlotte.


Ashley dan Charlotte pergi berlatih. Mereka harus berlatih lebih banyak untuk babak penyisihan agar tidak kalah. Setidaknya memperkuat sihir pertahanan agar tidak mati.


"Senjata bodoh," umpat Charlotte. Pedang kristalnya tidak menyerap sihirnya yang membuat pedang itu lebih seperti pedang biasa.


"Kau yang bodoh. Jelas-jelas kau menghidupkan mode hibernasi," balas Ashley.


Note : Mode hibernasi adalah mode yang membuat jiwa pedang seperti tidur dan tidak mengeluarkan dan menyerap sihir. Mode ini biasa digunakan untuk mengistirahatkan pedang dan kembali mengumpulkan energi.


Charlotte mengecek pedangnya. Ternyata benar apa kata Ashley. Dia tak sengaja menghidupkan mode hibernasi. Charlotte hanya menonaktifkan mode itu sambil garuk-garuk kepala.


"Hadehh untung hanya ada kita berdua di sini." Ashley menghembuskan napas. Mungkin Charlotte tidak tahu di mana menaruh mukanya kalau ada yang melihat.


"Hehe."


Setelah jiwa pedangnya bangun, Charlotte memasukkan sihir ke dalamnya. Dia menyerang Ashley yang langsung cepat tanggap dengan membuat perisai. Perisai itu berhasil dipecahkan oleh Charlotte. Dia segera berhenti sebelum mengenai Ashley.


"Sepertinya ada peningkatan," kata Charlotte puas.


"Mungkin aku harus melatih perisai," kata Ashley.


...****************...


"Pertandingan pertama! Lucia Loti Aiden vs Charlotte Cherry Aiden!"


Lucia dan Charlotte memasuki arena. Mereka mengumpat dalam hati masing-masing karena harus melawan kembarannya. Tentu ada sedikit rasa tidak tega. Tapi yang namanya pertandingan, harus ada pemenang.

__ADS_1


"Mulai!"


Lucia langsung menyerang dengan liar. Dia berapi-api dan tak ingin kalah dari Charlotte lagi. Dia tidak bisa membiarkan keluarganya mengira Charlotte lebih baik. Lucia harus membuktikan bahwa Charlotte tidak selalu lebih hebat darinya.


Charlotte tidak membiarkan dirinya lengah. Dia menahan serangan Lucia sambil mencoba mencari celah. Saat celah terlihat, Charlotte langsung menyerang.


Lucia tidak sebodoh yang dia kira. Lucia langsung mengunci posisi Charlotte dan menyerangnya bertubi-tubi. Tentu Charlotte langsung tumbang.


"Pemenangnya Lucia Loti Aiden!"


Lucia melompat kegirangan. Dia tak terlalu mempedulikan tim medis yang bergegas membawa Charlotte ke UKS.


"Akhirnya aku menang," sorak Lucia dalam hati. Dia tidak mengatakannya terang-terangan karena tidak ingin terlihat norak. Lucia keluar arena dengan sangat senang.


...****************...


Kenapa George bisa ikut? Karena sebenarnya George adalah murid sekolah ini. Dia tidak sekolah sejak ibunya menghilang, tapi surat resminya belum diurus, jadi George masih dianggap murid sekolah ini.


"Aku harus menang," tekad George.


George memasuki arena bersamaan dengan lawannya. Dia akan melawan Brandon Al Nier yang memiliki kekuatan air dan api.


"Mulai!"


George menyerang dengan buas. Dia harus menang. Kini hanya ada Georgia di pikirannya dan ia terus memotivasi diri sendiri. Bahkan walau harus mati pun, George bertekad menang dan menggunakan uang hadiah untuk menyembuhkan Georgia dan membuat hidup mereka lebih sejahtera. Karena tujuan utama hidup George adalah membahagiakan Georgia.


Brandon kewalahan dengan George. Namun dia dengan cepat membalikkan situasi. Brandon mengurung George dalam gelembung air besar. George berusaha keluar, namun gelembung air itu sulit untuk pecah.


Brandon menyerang George dengan api. Tentu saja George terbakar di dalam dan sudah hangus kalau bukan mengandalkan sihir airnya untuk membuat pertahanan walau tipis.

__ADS_1


"AKU TIDAK BOLEH KALAH!"


Dengan tekad itu, George mengeluarkan seluruh kekuatannya. Dia memadamkan api Brandon dan memecahkan gelembung air dengan satu pukulan seperti monster. Bahkan kedua tangan George memiliki cakar sekarang. Matanya merah dan terlihat seperti binatang buas.


Saat semua orang kebingungan dengan perubahan yang tidak biasa tersebut, George menyerang Brandon tanpa basa basi. Dia sudah merobek tangan Brandon kalau Brandon tidak menghindar, walau cakar George berhasil menyayat sedikit kulitnya. Bekas cakaran itu mengeluarkan darah.


George merasa sangat bernafsu menyerang orang sekarang. Dia menyerang Brandon sekali lagi dan kini Brandon benar-benar tumbang dengan beberapa luka cakaran di tubuhnya.


"Pemenangnya George Alberto!"


Seketika, George kembali seperti semula. Matanya tidak lagi merah dan kedua cakarnya menghilang. George tampak linglung dan agak bingung akan apa yang terjadi. Ketika melihat Brandon yang cepat-cepat dibawa tim medis, barulah George sadar bahwa dia menang.


"Georgia..." ucap George pelan, "Aku menang."


Bahkan Letticia yang melihat penampilan George ikut terkejut. Bagaimana dia bisa berubah sampai seperti itu? Bahkan Letticia sendiri belum pernah mendengar hal ini.


"Aku pernah mendengarnya," kata Irene, membuat perhatian Letticia, Robins, dan Nalie tertuju padanya.


"Ada apa, Miss?" tanya Letticia.


"Kemampuan mengubah tubuh menjadi manusia atau semi-hewan ini hanya dimiliki beberapa suku kuno," jelas Irene, "Kurasa George termasuk suku serigala, salah satu suku terkuat di antara suku-suku kuno."


"Apa?!"


...****************...


Fun fact : Arena Parlet terbagi menjadi dua, area bagian perempuan dan area bagian laki-laki. Kedua area ini dipisahkan oleh tembok tinggi yang tidak bisa ditembus penglihatan dan sulit dihancurkan. Tempat penonton khusus berada di atas tembok, jadi bisa melihat kedua area.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2