Ice Princess

Ice Princess
most wanted.


__ADS_3

"Alexa,bagimana kamu senang masuk kelas ini??"Bu Nina mengalihkan perhatiannya.menatap kepada siswi baru itu.


Meski kurang senang tetapi Alexa memberi anggukkan.


"Karna siswa dikelas ini hanya 35 orang,jadi ibu mendiskusikan kepada kepsek agar memasukkan kamu di kelas ini,di lihat dari rapot sekolah kamu yang dahulu ternyata nilai kamu diatas rata-rata,Kamu harus rajin belajar lagi."


"Makasih bu..."


Beberapa jam berlalu,bel istirahat berbunyi,Jam istirahat adalah dambaan bagi setiap Siswa/i.mereka yang lapar akan pergi kekantin,mereka yang gemar baca buku akan pergi keperpustakaan dan mereka yang punya teman beda kelas akan langsung pergi menumpai.


"Alexa,kita kekantin yukk?!sekalian kamu aku bawa keliling sekolah"ajak Nayla.


Gadis itu mengangguk,yang artinya setuju ikut.


Kedua gadis itu akhirnya pergi menuju kantin sekolah,biasa murid baru pastinya jadi sorotan semua siswa/i.yah..gimana lagi wajahnya yang cantik,rambutnya sebahu ditambah kulit putih bersih.


Kantin


"Siapa tuh cewek cantik bener??"


"Kayanya anak baru deh.."


"Tapi kok nggak mau senyum tapi walau nggak senyum tetap cantikk"


Ujar semua siswa/i dikantin sambil menatap wajah Alexa.

__ADS_1


Di lain bangku tepatnya berbeda dua tempat.Terdengar suara rusuh ketiga cowok yang asyik mengobrol.


"Woyy!!lo berdua kekantin nggak ngajak-ngajak gue.Lo berdua homo ya?!Berdua dikantin.dasar ya..."cerocos Fahmi yang belum sempat ia selesaikan omongannya,mulut Fahmi sudah dibungkam oleh oleh Devan.


"Cihh!!Lepasin tangan lo dari mulut gue, vani!!."


"Vani vani...nama gue Devani Martien,bukan Vani.awas lo manggil Vani lagi,gue bogem muka lo!!"ujar Devan sambil mengepalkan tangan di wajah Fahmi.


"Sans...bro gue bejanda!!lagi PMS kali lo Van-Devan??"tanya Fahmi nggak ada takut takutnya.


"Bercanda kale...!!"ujar Devan dan juga Nanda.


"Biasa aja geh sayangku Devan...!"ujar Fahmi jijik banget.


"Najis gue dipanggil sayang sama lo."ucap Devan jijik.


Devan dan Nanda menatap Fahmi dengan tatapan yang jijik.


"Kenapa gue punya temen model kaya Fahmi"batin keduannya.


Tiba-tiba saja tatapan Devan beralih kepada wanita berrambut setengah bahu sedang membaca buku.


"Eeh..kalian tahu nggak Siapa tuh cewek??"tanya Devan kepada kedua temannya.


"Yang mana Van kan cewek di sini banyak!?"balas Nanda balik nanya.

__ADS_1


"Itu..tuh yang lagi baca buku"Devan mengangkat dagunya.


"Gila lo Van,baru beberapa menit udah lupa sama tuh cewek!!"ketus Nanda kepada Devan.


"Oh...Juliyana Alexa murid baru beberapa menit lalu!!"jawab Fahmi.


"Kok gue nggak tahu kalau ada murid baru dikelas?lo semua **** nggak kasih tahu gue..."ketus Devan.


"Jelas-jelas yang **** itu lo...kemana aja lo?makanya otak jangan 3G,4G dong"celetuk Nanda pedas,sedikit menyakitkan kata-katanya.


"Jleb banget tuh omongan si Nanda pingin gue bogem"batin Devan kesal.


"Hm...boleh juga"ujar Devan mengembangkan senyumannya.err...manis plus mempesona.


"Anjrr Van.. penyakit playboy lo kambuh lagi,tapi bisa aja lo milih cewek"ujar Fahmi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


"Ya jelas dong,gue gitu lahh..."balas Devan bangga,isss...jadi playboy bangga..tobat bang Devan.


"Eh Van mau taruhan nggak?kalau lo berhasil nembak Alexa dan dia nggak nolak lo,semua siswa/i harus ditraktir dan beliin kita Iphone terbaru.bagaimana??"tanya Nanda.


Ya jelaslah Devan pasti nerima taruhan itu secara dia kan anak hokay,hanya beliin Iphone buat dua temannya mah nggak ada arti apalagi traktir se SMA MERDEKA hanya ujung kuku doang gampil.


-hai hai para readers lanjut,nggak?-


kalau kalian suka sama ceritanya jangan lupa komen dan vote kalau nggak mau harus vote dan komen.

__ADS_1


byuy...mis you😘


__ADS_2