Ice Princess

Ice Princess
Mencari Tanaman#1


__ADS_3

"Kau pergi lagi??" tanya Ashley.


"Ya," jawab Letticia singkat.


"Aku benar-benar ragu dia tidak gila," Amara geleng-geleng kepala, "Kemarin mencari teratai sembilan bunga, sekarang membuat obat demam merah."


Letticia tak peduli. Dia dan magic petnya segera berangkat. Mereka akan pergi ke hutan Zarkiq untuk mencari lavender hijau.


Note : Lavender hijau cukup langka.


Sama seperti sahabat-sahabat Letticia, magic petnya juga tidak mengerti dengan rencana dan kelakuan gila tuannya ini. Entahlah dia antara terlalu baik atau bodoh, pikir mereka.


"Huh kukira lavender hijau," sungut Letticia mendapati yang didapatnya hanya rumput.


"Haha makanya pertajam instingmu itu," tawa Gonix. Dia langsung berhenti begitu diberi tatapan tajam oleh Letticia yang bisa membunuh siapapun hanya dengan tatapan maut ini.


Letticia lanjut mencari lavender itu. Setelah lavender ini, dia masih harus mencari anggrek pelangi dan pohon putih. Merepotkan. Karena itulah obat demam merah sangat mahal.


"Aku benci hutan ini," Letticia menarik seekor kodok yang melompat ke kepalanya lalu melempar kodok itu tepat ke mulut Melody.


Letticia lelah mencari lavender itu. Tapi dia sudah berjanji akan membuat obat untuk kakak Angel.


"Lavender s*alan. Di mana kau?!" seru Letticia kesal.


Tiba-tiba, sesuatu jatuh ke kepala Letticia. Karena sangat kesal, Letticia melemparnya ke danau dan lanjut mencari lavender hijau yang tak kunjung ditemukan.


Mina yang melihat Letticia membuang sesuatu pun berinisiatif melihat apa benda yang dibuangnya tersebut. Mungkin itu benda berharga yang tak berguna bagi Letticia dan akan menjadi keberuntungan untuk Mina.


Mina memperhatikan benda yang dibuang tersebut yang sekarang mengapung di air. Benda itu berwarna hijau dan terlihat seperti... lavender?

__ADS_1


"Lavender hijau!"


Teriakan Mina sontak membuat semuanya mengitari dirinya, terutama Letticia yang sudah sangat lelah menjadi tanaman itu.


"Mana?!" tanya Letticia tak sabar.


Mina menunjuk danau. Tanpa babibu lagi, Letticua melompat ke air dan mengambil lavender tersebut. Lalu dia mengeringkan pakaiannya beserta lavender itu.


"Fiuhh akhirnya ketemu," ujar Letticia senang. Dia segera memasukkan lavender hijau ke dalam ruang penyimpanan.


"Awalnya lavender itu jatuh di kepala tuan putri. Tapi tuan putri membuangnya tanpa melihat lagi," kata Mina. Letticia manggut-manggut mengerti. Sepertinya dia harus lebih memperhatikan hal-hal kecil mulai sekarang.


...****************...


Sekarang mereka pergi ke ujung pelangi untuk mencari anggrek pelangi. Tentu saja dengan sihir teleportasi. Akan membutuhkan lebih dari seabad untuk sampai ke ujung pelangi tanpa sihir.


Letticia dan magic petnya mulai menyibak semak-semak, memanjat pohon, mengecek sarang burung, mencari di rimbunan ilalang panjang...


Tapi anggrek itu tetap tidak ketemu. Sepertinya nasib buruk menyukai Letticia hari ini. Dan nasib buruk tertarik pada Letticia di waktu yang salah. Obat demam merah tidak akan bisa dibuat tanpa lavender hijau, anggrek pelangi, dan pohon putih. Dan ketiganya adalah salah satu tanaman paling langka. Bagaimana mereka akan menemukannya?


"Aku menyerah," Seven berbaring di rumput sembari menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya.


"Sepertinya aku salah mendidikmu," kata Nine.


Letticia berhenti mencari. Dia duduk di bawah pohon akasia dan mencoba berpikir jernih. Anggrek itu tidak mungkin ada di langit. Mereka sudah mencari ke seluruh penjuru tempat ini tapi tetap tidak ada. Jadi tempat apa yang belum mereka cari?


"Ah bagaimana aku bisa lupa."


Letticia menggunakan elemen tanah. Seketika, tanah bergetar dan bergulung di depannya. Tampak beberapa anggrek pelangi tumbuh di bagian tanah terdalam.

__ADS_1


"Wow, kedalaman ini tidak akan bisa dicapai dengan elemen tanah di bawah level 5," kata Bunny. Bahkan dia belum pernah menggali sedalam ini.


Letticia mengambil anggrek-anggrek pelangi tersebut dan memasukkan mereka semua ke ruang penyimpanan. Dia baru tahu ternyata anggrek pelangi tumbuh di bawah tanah. Maka dari itulah orang-orang jarang menemukannya.


"Untung aku cerdas," Letticia memuji diri sendiri.


"Baiklah, aku mengakuimu kali ini," tawa Melody.


Setelah mendapatkan anggrek hitam, kini mereka harus mencari bahan terakhir dan paling sulit ditemukan. Pohon putih.


"Aku dengar hanya ada satu pohon putih di dunia," kata Croco.


"Yanv lebih parahnya lagi, pohon itu dijaga oleh tujuh peri," tambah Gonix.


Sepertinya pencarian kali ini tidak akan mudah. Tapi demi menyelamatkan nyawa teman barunya, Letticia nekad mencari pohon itu. Bahkan sampai ke ujung dunia pun.


"Aku menyerah untuk pohon putih," Mina menghempaskan tubuhnya ke rumput yang halus dan lembut. Orang-orang bilang tempat ini tidak ada yang merawat, namun entah kenapa tetap indah dan asri. Seperti ada yang merawatnya dengan baik.


"Kalau tidak ada yang mau menemani, aku akan pergi sendiri," kata Letticia.


Letticia berteleportasi ke tempat lain. Magic petnya tidak mau ikut dengan tuan mereka. Karena mencari pohon putih adalah perjalanan yang sangat berbahaya dan berisiko. Keberuntungan bisa memihak pada mereka, dan bisa juga tidak.


"Eh bagaimana kita pulang??" tanga Croco.


"Ya ampun. Aku tidak memikirkan hal itu," kata Melody.


"Letticia tidak mungkin meninggalkan kita. Kita hanya perlu menunggu," Seven menenangkan teman-temannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2