
"Lora?" tanya Irene.
"Ya, apa ada murid bernama Lora?" tanya Letticia.
"Ada dua murid bernama Lora yang pernah bersekolah di sini. Yang pertama, Lora Anderson Smith yang mendaftar ke sekolah ini 10 tahun yang lalu. Yang kedua, Lora Taery Anders yang mendaftar ke sekolah ini 14 tahun yang lalu," jelas Irene.
"Apa ada di antara mereka yang menghilang secara misterius?" tanya Letticia.
Saat Letticia menanyakan hal itu, wajah Irene tiba-tiba berubah menjadi kaku. Keringat dingin mengalir dari pelipisnya.
"Tidak ada. Kelas akan segera dimulai. Cepat masuk atau kau akan terlambat," kata Irene.
"Tapi Miss-"
"Tidak ada tapi! Masuk kelas sekarang!" bentak Irene.
Letticia mengernyitkan dahi. Dia diam dan keluar dari ruang Irene dengan aura mencekam. Seperti aura membunuh.
"A-apa yang aku lakukan."
Irene jatuh terduduk. Dia baru saja membentak Letticia. Sepertinya waktu hidupnya akan memendek karena ini.
Seorang gadis berambut panjang mendekati Irene yang masih terduduk di lantai sambil menundukkan kepala. Gadis itu menyeringai.
...****************...
"Kau terlihat kesal," komentar Amara melihat Letticia yang cemberut.
"Ya. Dan orang yang membuatku kesal akan mati," jawab Letticia dengan aura membunuh.
__ADS_1
Bulu kuduk Amara berdiri. Sahabatnya ini jelas tidak bisa diremehkan. Siapa orang yang berani membuat Letticia kesal setelah mengetahui identitasnya?
Letticia tidak selera makan. Dia menaruh mangkuk mi ayamnya ke atas meja dan pergi.
"Aku akan makan mi ayammu!" seru Amara sebelum Letticia menutup pintu.
Di luar, Letticia menatap pohon tempat Lora tergantung. Hari masih siang dan Lora mungkin belum mau menampakkan diri
Letticia adalah tipe orang yang tidak takut hantu. Selama hantu itu tidak berniat melukainya, maka dia akan bersikap biasa saja terhadap mereka.
"Aku akan menemuimu nanti malam."
...****************...
Letticia memakai jaket miliknya lalu keluar kamar. Dia tak mengindahkan peringatan sahabat-sahabatnya agar tidak keluar malam-malam.
Letticia berjalan beberapa langkah. Dia sampai di depan pohon itu.
"Bicaralah padaku."
Letticia mengeluarkan arwah Lora dari tubuhnya. Arwah tersebut terbang menghampirinya.
"Apa tuan putri sungguh bersedia membantuku?" tanya Lora berharap.
"Aku akan membantu semampuku."
Lora terlihat senang, "Kalau begitu, aku akan menjelaskan semuanya."
Lora menjelaskan kenapa ia sampai bunuh diri kepada Letticia. Ternyata kisah Lora memang lebih tragis dari yang Letticia kira dan kasus ini akan rumit.
__ADS_1
Awalnya, Lora hanya seorang siswi biasa. Dia adalah anak Count dan Countess Smith dan tinggal di kamar VIP.
Lora adalah anak yang ceria, sehingga banyak yang menyukainya. Hari-hari Lora berlangsung dengan bahagia dan normal.
Setidaknya sampai gadis itu datang.
Aline Jeremy Watson, anak Count dan Countess Watson. Dia terlihat tidak menyukai Lora. Padahal Lora merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun padanya.
Gadis itu ternyata sangat licik. Dia menyebarkan berita buruk tentang Lora pada semua orang. Semua anak dan guru mulai membicarakan Lora di belakangnya maupun secara terang-terangan.
Suatu hari, tiga anak bernama Merry Harryson Styles, Wheein Kian Ramon, dan Febi Anderson Lian menghampiri Lora. Saat itu malam hari dan tidak ada orang. Mereka bertemu di bawah pohon.
Ketiga anak itu mengejek dan menertawakan Lora. Lora marah. Dia menampar Merry.
Merry yang tidak terima langsung menyerang Lora bersama kedua temannya. Alhasil, Lora kalah karena tentu saja dia tak sanggup melawan tiga orang sekaligus.
Merry menghampiri Lora dengan sebuah tali di tangannya. Dia menyuruh Lora bunuh diri. Awalnya Lora tidak mau, tapi Merry mendesaknya dan mengatakan bahwa hidup ini tidak berarti apa-apa lagi bagi Lora.
Akhirnya Lora hanya bisa menangis. Dia menuruti apa yang Merry katakan. Lagipula dia sudah depresi dan ingin segera mengakhiri hidupnya.
Lora Anderson Smith menggantung dirinya di pohon Mahesa yang sekarang bernama pohon Smith. Pohon itu sengaja diganti namanya untuk mengenang Lora Anderson Smith yang mati dengan tragis di pohon itu.
Irene sengaja merahasiakan hal ini. Hanya beberapa orang yang tahu tentang kematian Lora.
Mayat Lora ditaruh di salah satu ruangan di rumah Count Smith. Bahkan, sekarang Count dan Countess Smith sudah memiliki anak lagi dan benar-benar melupakan Lora sepenuhnya.
Tanpa sadar, Letticia menitikkan air mata mendengar kisah Lora. Dia berjanji akan membantu Lora membalaskan dendamnya.
"Selama ini tidak ada yang mau membantuku karena takut. Miss Irene juga berusaha menutupi ini. Dan aku merasa ada alasan di balik itu," kata Lora.
__ADS_1
Letticia menggenggam tangan Lora, "Aku janji, akan membantu membalaskan dendammu."
...****************...