
Abimanyu begitu bahagia karena Deliana menerima pernikahannya, walaupun Deliana belum menerimanya itu tidak masalah karena Deliana sudah menerima putranya itu sudah cukup.
Sebelum makan siang, Ayah Farhan mengajak semua Sholat Dzuhur berjamaah dan dengan senang hati semuanya menyetujui.
Deliana berdoa dengan begitu khusyu dan sangat mendalami doanya, Ayah Farhan tersenyum saat membalikkan tubuhnya dan menatap Deliana yang sedang memejamkan matanya.
''Sayang.....apa kamu tidak mau memperlihatkan wajah kamu kepada calon suami kamu?? ''
ucap Ayah Farhan secara tiba tiba dan Deliana langsung terdiam.
''Nanti ajah setelah SAH di mata hukum dan agama ajah Ayah, takut kalau sekarang Deliana memperlihatkan wajah nya malah membatalkan pernikahannya lagi. ''
jawab Deliana dan membuat Abimanyu melototkan matanya.
''Fikiran kamu sangat dangkal Deliana, saya bukan tipe laki laki yang memandang fisik semata, saya tulus mencintai kamu dan menginginkan kamu. ''
ucap Abimanyu sambil beranjak dan meninggalkan mushalla.
Deliana acuh dengan apa yang di lakukan Abimanyu dan dia langsung melipat mukena nya untuk di simpan kembali di laci dekat pintu.
''Lebih baik kita makan siang yah sekarang karena makanan sudah tersaji di meja makan. ''
ucap Ibunya Abimanyu saat setelah merapihkan peralatan Sholat nya.
Arsyan berjalan cepat untuk menghampiri Deliana dan Amanda langsung menggendong Arsya namun dia malah menolak dan menghampiri Deliana.
''Sepertinya Arsyan tau mana Mama nya dan menolak di gendong kamu Amanda. ''
ucap Bunda Nida dan Amanda langsung tersenyum.
Deliana langsung menggendong Arsyan karena dia meminta Deliana menggendongnya, Abimanyu hanya memperhatikan dari jauh dan hatinya senang karena putranya tau mana ibu yang baik untuknya.
''Anak sekecil Arsyan ajah tau mana yang tulus dan tidak tulus. ''
gumam Abimanyu sambil duduk di kursi meja makan untuk memulai makan siangnya.
Deliana duduk di samping Bunda Nida dan Arsyan duduk di kursi khususnya, Deliana langsung menyuapi Arsyan makan.
''Biasanya Arsyan susah kalau di suapi makan, alhamdulillah sama Mama nya Arsyan lahap makannya sekarang. ''
ucap Ibunya Abimanyu sambil mengelus kepala cucunya dan Deliana mengangguk.
''Aku akan membuat kamu menerimaku Deliana, biarkan saat ini kamu tidak menerimaku tapi aku bahagia karena kamu mau menerima pernikahan ini dan menerima jagoanku. ''
gumam Abimanyu sambil memperhatikan Deliana yang sedang menyuapi putra nya.
Makan siang selesai dan keluarga Deliana pun pamit pulang dan Di hari minggu akan menjadikan hari bersejarah untuk Deliana, Deliana dan Abimanyu akan menikah di hari minggu di sebuah ballrom hotel yang memang sudah di persiapkan, undangan sudah siap untuk di sebar.
__ADS_1
Sebelum pulang Deliana menidurkan Arsyan terlebih dahulu karena kalau masih membuka mata Arsyan akan sulit untuk di tinggal.
''Anak sekecil Arsyan ajah tau mana yang tulus dan gak, mana yang terbaik dan terburuk loh sayang, Ibunya Abimanyu bilang Arsyan gak mau di ajak saat pertemuan keluarga dengan Anggita makanya Anggita mengira Abimanyu seorang pria lajang. ''
ucap Bunda Nida dan Deliana hanya mengangguk.
Sesampai nya di rumah Deliana langsung menuju kamarnya untuk beristirahat sambil menunggu Adzan Asar.
Hanya menunggu hampir dua jam akhirnya adzan berkumandang dan Deliana langsung bersiap untuk melaksanakan Sholat.
Deliana begitu tenang saat melaksanakan Sholat, wajahnya begitu damai karena hatinya akan tenang saat melaksanakan sholat.
''Ya Allah.....ikhlaskanlah hati hambamu ini untuk menerima apapun yang sudah engkau rancang dan engkau berikan untuk hamba, karena sesungguhnya apa yang sudah engkau beri untuk hambamu ini adalah sudah pasti yang terbaik untuk hamba dan engkaulah sebaik baiknya perencana, jika hatiku lemah kuatkanlah, jika hatiku sudah betul betul patah tolong luruskanlah. ''
ucap doa Deliana di terakhir doanya setelah menyelesaikan Sholat.
Di kediaman Abimanyu setelah kepulangan keluarga Deliana, Ibunya Abimanyu tidak berhenti bersyukur dan bahagia karena Putranya mendapatkan wanita yang tepat.
''Pantas ajah hati kamu susah di gapai Abii, tenyata Deliana begitu istimewa dan Deliana juga yang sudah membuat kamu lupa pada Bintang cinta pertama kamu, Ibu bahagia karena kamu bahagia sekarang. ''
gumam Ibunya Abimanyu saat melihat putranya yang sedang duduk sambil mengerjakan pekerjaannya di depan televisi di ruang keluarga.
Tak terasa beberapa hari berlalu saat ini Deliana sudah berada di hotel milik keluarga Abimanyu, hari ini akan di langsungkan acara sakral yaitu pernikahan Abimanyu dengan Deliana.
Deliana seorang gadis yang tidak pernah memoles wajahnya dengan riasan hanya pelembab ajah yang di gunakan Deliana untuk wajahnya.
''Deliana memang gadis yang sangat cantik, cantik rupa dan cantik hatinya walaupun manjanya masih melekat dan itu wajar karena dia putri semata wayang di keluarga. ''
ucap Amanda dan Bunda Nida mengiyakannya.
''Benar sekali Amanda, Deliana memakai cadar dari sejak sekolah TK, dia katanya takut saat orang orang menatapnya dengan aneh, Mas Farhan pun langsung menyetujui keinginan Deliana, aku malah terasa di tampar karena saat itu masih belum menggunakan hijab dan saat Deliana bercadar aku pun ikut memakai hijab, gak sangka kalau Deliana akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik Amanda dan aku bangga karena akulah yang melahirkannya. ''
ucap Bunda Nida dan Amanda menganggukan kepalanya.
''Kalian malah bergosip, ayo ajak Deliana turun karena calon pengantin pria sudah duduk dan sedang melakukan akad nikah nya. ''
ucap kerabat Ayah Farhan saat masuk kedalam ruangan Deliana.
Deliana langsung di gandeng oleh Bunda dan Mamanya menuju meja akad nikah karena Abimanyu sudah mengucapkan janji sakral nya dan saksi pun sudah berkata SAH.
Deliana langsung duduk di samping Suaminya lalu bertukar cincin dan di akhiri dengan kecupan di kening Deliana oleh Abimanyu.
Setelah Penandatanganan berkas berkas pernikahannya selesai, Abimanyu dan Deliana langsung ke acara sungkeman kepada orang tuanya, suasan pun menjadi sedih karena Deliana menangis di pelukan sang Ayah.
''Kamu tetap menjadi putri kecil Ayah walaupun kamu sudah menikah sayang, pintu rumah Ayah akan selalu terbuka saat kamu membutuhkan Ayah. ''
ucap Ayah Farhan dan Deliana menganggukan kepalanya sambil menangis.
__ADS_1
''Abimanyu tugasku sebagai Ayah sudah selesai untuk menjaga dan melindungi Deliana, sekarang aku serahkan tanggung jawab itu pada kamu, jangan sakiti putriku dengan kebohongan dan pengkhianatan karena sama saja melukai hatiku sebagai Ayahnya. ''
ucap Ayah Farhan saat Abimanyu memeluknya dan Abimanyu langsung menyanggupi nya.
Pesta pernikahan Abimanyu dan Deliana saat ini sangat meriah, beberapa tamu undangan yang hadir adalah rekan bisnis Ayah Farhan dan Abimanyu, bahkan rekan Bisnis kedua ibu Deliana pun menghadiri acara pestanya.
Deliana langsung menerima ucapan terimakasih dari undangan yang hadir, Abimanyu terus mencuri curi pandangan pada istrinya, Arsyan saat ini duduk di kursi pelaminan menemani kedua orang tuanya, bayi menggemaskan itu tidak mengerti apapun dengan situasi yang ada di hadapannya, Deliana terus mengajak Arsyan berceloteh agar tidak bosan.
Acara resepsi hanya sampai pukul dua belas siang karena memang Abimanyu hanya mengadakan empat jam resepsi pernikahannya.
Deliana memberikan Arsyan pada Ibu mertuanya karena Arsyan tertidur pulas di pangkuan Deliana.
Ayah Farhan menghampiri Deliana dan di ikuti Amanda juga Bunda Nida.
''Ayah sama kedua ibu kamu pulang duluan yah, kamu kan menginap satu malam di hotel ini. ''
ucap Ayah Farhan saat menghampiri Deliana.
''Iya Ayah, tolong antarkan Bunda pulang yah jangan biarkan pulang sendirian. ''
ucap Deliana dan Bunda Nida langsung mendelik kepada putrinya.
''Emangnya Bunda ini bocah sampai harus di antarkan pulang yah. ''
protes Bunda Nida dan membuat semua tersenyum.
''Kamu jangan takut sayang karena Mama akan menemani Bunda kamu. ''
ucap Amanda dan Deliana mengangguk.
''Makasih Mama.....dan kalian hati hati yah. ''
jawab Deliana karena kelurganya langsung pamit.
.
.
.
.
.
.
.......................
__ADS_1
tbc......