
Bunda Nida langsung sedih saat Deliana pamit pulang, Deliana menolak saat di minta untuk menginap dan beralasan suaminya sedang banyak pekerjaan.
Semua Deliana lakukan karena Sang Bunda pasti akan mengadu pada Ayah Farhan kalau Deliana menginap di rumahnya, buntutnya adalah Deliana akan di paksa menginap di kediaman Ayahnya.
''Rumah Bunda jadi sepi kalau kalian pulang, Arsyan sepertinya mau menginap di rumah Bunda tuh. ''
ucap BUnda Nida yang mencari alasan agar Deliana menginap.
''Arsyan akan pulang kalau Mamanya juga pulang Bunda, nanti Deliana akan sering berkunjung dengan Arsyan deh. ''
ucap Deliana dan Bunda Nida pun akhirnya setuju.
Deliana dan Arsyan langsung masuk kedalam mobil setelah pintu mobilnya di buka oleh Abimanyu.
''Abii pamit pulang Bunda.....Assalamualaikum. ''
ucap Abimanyu setelah mencium tangan Bunda Nida.
''Walaikumsallam.....hati hati yah kalian. ''
jawab Bunda Nida saat menantunya masuk kedalam mobil.
Bunda Nida menatap kepergian mobil yang membawa anak juga menantunya, setelah tidak terlihat barulah Bunda Nida masuk kedalam rumah.
''Rumah ini sunyi lagi saat keluarga kecil Deliana pulang, masa aku harus menyetujui usulan Amanda untuk tinggal di rumahnya bersama Mas Farhan, itu gak akan terjadi. ''
ucap Bunda Nida saat masuk kedalam rumahnya.
Di perjalanan Deliana saat ini......
Deliana diam sambil memperhatikan jalanan saat ini, Arsyan duduk di kursi belakang karena asik dengan mainan yang di berikan Bunda Nida.
''Kenapa melamun?? kamu marah karena Mas gak setuju saat di minta menginap oleh Bunda. ''
ucap Abimanyu yang membuyarkan lamunan Deliana.
''Gak juga, lagian kalau kita menginap di rumah BUnda nantinya akan ada buntut panjangnya, Ayah pasti meminta kita menginap juga di rumahnya karena Bunda akan pamer sama Mama Amanda. ''
jawab Deliana dan suaminya mengangguk.
''Terus kenapa kamu melamun ajah setelah kita pulang dari rumah Bunda?? ''
ucap kembali Abimanyu karena belum mendapatkan jawaban yang di inginkannya.
''Aku hanya lelah Mas Abii dan besok pasti akan sangat menguras emosi karena Ayah pasti akan memaksa kamu buat menjalankan perusahaannya, perusahaan dan semua aset nya itu atas namaku Mas Abii dan semua membuat aku pusing. ''
ucap Deliana dan suaminya langsung tersenyum.
''Ternyata gadis yang aku nikahi ini sangat kaya raya sekali yah, aset perusahaan, bisnis emas dan berliannya Mama Amanda dan bisnis fashion milik Bunda Nida, semua di wariskan kepada istriku, beruntungnya aku yaah menikahi kamu dan kita harus punya banyak anak untuk mewarisi semuanya kalau begitu. ''
ucap Abimanyu dan Deliana langsung mendelik sebal ke arah suaminya.
''Harta itu gak akan di bawa mati buat apa di agungkan, lagian kamunya ajah yang mesum pengen punya anak banyak, beralasan untuk mewarisi semua kekayaan, aku ini serius Mas Abii gak bercanda loh. ''
protes Deliana karena suaminya malah bercanda dengan semua beban Deliana.
''Jangan terlalu serius makanya kalau hidup, sedikit bercanda biar berwarna, masalah perusahaan akan kita hadapi berdua dan Mas akan membantu kamu, sudah jangan di bikin beban nantinya kamu sakit. ''
ucap Abimanyu dan Deliana mengangguk.
''Jadi anak tunggal itu ada untung dan ruginya yaa?? untungnya karena semua harta akan jadi milik sendiri dan ruginya malah jadi beban fikiran yang sangat membuat sakit kepala. ''
ucap Deliana yang mengeluh dengan bebannya saat ini.
__ADS_1
''Memang benar juga siih tapi untuk kamu ada pengecualian karena suami kamu akan membantu kamu menjalankan semuanya. ''
ucap Abimanyu menyemangati Deliana sambil menggenggam tangan Deliana.
''Ibu perginya lama gak Mas?? ''
ucap Deliana yang tiba tiba merindukan mertua yang begitu baik padanya.
''Ibu bilang hanya dua hari dan ternyata Ibu di ajak Umroh sama keluarga besarnya jadi kepulangan Ibu ke rumah masih lama. ''
jawab Abimanyu dan Deliana langsung menghembuskan nafasnya.
''Rumah sepi kalau gak ada Ibu dan gak ada yang nemenim aku curhat. ''
keluh Deliana karena saat ini dia sangat membutuhkan masukan dari mertuanya.
''Nanti Mas yang akan menemani kamu curhat jadi jangan takut yaah. ''
ucap Abimanyu sambil tersenyum menatap istrinya.
''Sama kamu gak asik lah kalau curhat. ''
tolak Deliana dan Abimanyu hanya tertawa mendengar ucapan istrinya karena memang Abimanyu bukan teman curhat yang baik.
Mobil yang di kendarai Abimanyu sampai di kediamannya dan Deliana langsung mengajak Arsyan untuk turun, mainan Arsyan di bawa oleh suaminya.
''Aku mau mandikan Arsyan dulu yah Mas Abii, udah sore soalnya. ''
ucap Deliana saat suaminya menghampirinya sambil menenteng mainan Arsyan.
''Suruh suster ajah yang mandikan Arsyan nya, belajar untuk melepaskan Arsyan biar dia terbiasa juga, bukan Mas meragukan kamu loh tapi demi kebaikan Arsyan juga karena masa cuti kamu kan habis. ''
ucap Abimanyu dan Deliana langsung terdiam.
''Yasudah biar suster yang mandikan Arsyan nya karena kasihan juga kalau aku sibuk Arsyan nya akan kecewa. ''
Deliana langsung menuju kamarnya sedangkan Abimanyu masuk kedalam ruang kerjanya karena ingin memeriksa beberapa berkas pekerjaannya.
Di dalam kamar saat ini Deliana tersenyum karena akan menggagalkan ide licik suaminya, Deliana mendapatkan tamu bulanannya.
''Mas Abii pikir dengan menjauhkan aku sama Arsyan akan membuat keinginannya terwujud, itu gak akan terjadi karena akan tertunda hingga satu minggu kedepan dan aku aman sekarang. ''
ucap Deliana saat setelah memakai pakaiannya dan merasa lega karena memang Deliana belum siap untuk memberikan hak suaminya.
Deliana langsung duduk di sofa sambil membuka leptop kerjanya karena besok masa cuti Deliana sudah berakhir dan akan mulai masuk kerja kembali ke butik.
Deliana menghubungi nomer ayahnya dan menanyakan jam berapa dia dan suaminya harus ke kantor, hanya dua kali dering panggilan ayahnya mengangkat telphone DEliana.
Dalam panggilan saat ini......
''Assalamualaikum putri cantik ayah......''
''Walaikumsallam Ayahnya DEliana yang cantik. ''
''Kamu ini bisa ajah sayang, ada apa nelphone ke ayah?? dan tumben sekali. ''
''Ayah bicaranya bikin sedih ajah, Deliana cuma mau menanyakan besok jam berapa ke kantornya?? ''
''Sebelum makan siang ajah yah sayang, biar kita bisa santai mengobrolnya sambil makan siang. ''
''Oke kalau begitu nanti Deliana bilang ke Mas Abii, Ayah jangan menekan suami Deliana yah besok, kasihan soalnya pasti gak akan bisa nolak. ''
''Bagus dong jadi kan suami kamu mau menggantikan kamu juga akhirnya kalau gak nolak, poko nya besok kita bicarakan sambil makan yah sayang biar santai juga kan. ''
__ADS_1
''Iya ayah, yaudah Deliana tutup ya telphone nya, Assalamualaikum.....''
''Walaikumsallam.....''
Panggilan Berakhir.......
Deliana tersenyum saat melihat suaminya masuk kedalam kamarnya dan langsung menuju kamar mandi, Deliana langsung menyiapkan pakaian untuk suaminya dan menunggu hingga suaminya selesai dengan urusan kamar mandinya.
Abimanyu selesai dengan urusan kamar mandinya dan terlihat segar saat keluar kamar mandi, Deliana langsung canggung melihat tubuh bagian atas suaminya terbuka.
''Kita berjamaah sholat magribnya yaa....''
ucap Abimanyu sambil memakai pakaiannya.
''Kamu sendirian ajah yah Mas Abii.....''
jawab Deliana dan membuat suaminya langsung mengerutkan keningnya.
''Kenapa??? biasanya kalau Mas sedang di rumah selalu berjamaah. ''
ucap kembali Abimanyu dan membuat DEliana tersenyum.
''Aku lagi dapat tamu bulanan Mas dan kamu ajah sendiri yang sholatnya. ''
ucap DEliana dan seketika membuat Abimanyu langsung lemas.
''Yaaah......zonk deh. ''
ucap Abimanyu dan Deliana hanya tersenyum dengan raut wajah suaminya.
''Sabar yah karena semua bukan keinginan aku juga loh Mas Abii. ''
ucap Deliana dan suaminya hanya mengangguk.
Deliana langsung keluar dari kamarnya setelah melihat suaminya akan melangsungkan sholat magribnya, Deliana memilih menghampiri Arsyan.
Deliana tersenyum saat melihat jagoannya sedang di suapi makan oleh pengasuhnya dan DEliana sengaja membiarkannya.
''Suster mulai besok saya kembali masuk kantor lagi, titip Arsyan yah karena Ibu juga belum bisa pulang dalam waktu dekat. ''
ucap Deliana saat menghampiri Arsyan.
''Baik nyonya dan saya kan memang suster yang mengasuh Den Arsyan. ''
jawab suter dan Deliana mengangguk tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..................
tbc.......