
Abimanyu langsung terdiam setelah Deliana menceritakan mimpinya saat tak sadarkan diri, Abimanyu tidak menyangka kalau Deliana menyebutkan nama Ariana di akhir ceritanya dan membuat Abimanyu terdiam, bagaimana menceritakan nya pada Deliana.
''Siapa Ariana itu Mas Abii?? Aku pengen tahu. ''
ucap Deliana kembali karena Abimanyu masih terdiam.
''Ariana Rantri......dia mendiang ibunya Arsyan, Mas sangat merasa janggal kenapa dia ingin membawa Arsyan bersamanya, dia sudah meninggal dan tenang di alam nya. ''
ucap Abimanyu dengan nada seriusnya dan membuat Deliana terdiam.
''Ternyata Ibunya Arsyan, pantas kamu terdiam dan gak membantu aku membawa Arsyan dalam genggamannya saat itu, mimpi itu terasa nyata karena Arsyan menangis dan benar saja Arsyan menangis saat aku membuka mata. ''
ucap Deliana dan Abimanyu hanya menghembuskan nafasnya.
''Mas hanya mempertegas ke kamu Sayang, saat ini Mas sangat menyayangi kamu dan Ariana itu masa lalu dan Mas sudah menghapus ingatan tentang dia, saat ini Kamu, Arsyan dan kedua Babby twins adalah prioritas utama Mas. ''
ucap Abimanyu sambil mencium puncak kepala Deliana penuh sayang.
Abimanyu menikah dengan Ariana karena perjodohan, bahkan saat itu hati Abimanyu tertambat pada seorang gadis bercadar yang menabraknya di perusahaan Ayah Farhan saat dia selesai meeting dan akan langsung kembali ke perusahaan, namun takdir berkata lain karena suara Deliana membuat hatinya bergetar saat itu, tapi perjodohan tidak bisa di tolak oleh Abimanyu karena sang Ayah sedang terbaring lemah di rumah sakit, terpaksa Abimanyu menerima perjodohan nya dan melupakan hatinya, takdir pun kembali mempertemukan nya dengan Deliana dan dia langsung mengikat Deliana menjadi istrinya dengan ancaman yang membuat Deliana menerima pernikahannya.
''Aku bersyukur memilikimu Deliana, walaupun kamu bukan cinta pertamaku saat itu tapi kamu sudah membuat hatiku bergetar hanya karena suara lembutmu, semoga kita berjodoh sampai maut memisahkan kita. ''
gumam Abimanyu dalam hatinya sambil mengusap punggung Deliana yang mulai terlelap karena kenyamanan yang Abimanyu berikan untuk Deliana.
.
.
Pagi hari menjelang........
Deliana membuka matanya dan menatap ke arah sampingnya dimana Abimanyu tertidur lelap dengan wajah damainya, Deliana bersyukur karena malam ini dia merasakan tenang dalam tidurnya, Deliana juga merasakan kalau dia tidur satu malam saat tak sadarkan diri namun nyatanya dia tertidur selama hampir satu bulan.
''Aku bahagia menjadi wanita yang menemani hidupmu Mas Abii, aku akan selalu menghargai kamu selagi kita hidup bersama dalam ikatan pernikahan ini, aku akan menyayangi kamu selagi kita bersama sama juga dalam ikatan pernikahan ini, karena penyesalan selalu datang belakangan. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil menatap wajah tampan suaminya.
Deliana larut dalam lamunanya dan tidak menyadari kalau suaminya sudah membuka matanya, bahkan senyum hangat Abimanyu tidak membuyarkan lamunannya.
Abimanyu mengecup bibir Deliana dan membuat lamunan Deliana buyar bahkan wajahnya langsung memerah karena kecupan tiba tiba.
''Apa yang membuat kamu melamun di pagi buta seperti ini?? ''
ucap Abimanyu sambil menunjuk jam di dinding kamarnya yang masih menunjukan pukul lima pagi.
__ADS_1
''Pagi buta darimananya coba?? Ayo bangun dan bersiap sholat subuh sebelum terang. ''
ucap Deliana dan Abimanyu malah mempererat pelukannya.
''Mas Abii......''
ucap Deliana kembali saat suaminya malah mempererat pelukannya.
''Sebentar saja, Mas rindu sekali pelukan ini dan selama kamu ga sadar Mas gak bisa memeluk kamu erat karena takut menyakiti kamu. ''
jawab Abimanyu sambil menghirup lebih dalam aroma tubuh Deliana yang membuatnya damai.
Deliana hanya tersenyum dengan ucapan jujur suaminya, sungguh saat ini Deliana pun nyaman dengan pelukan Abimanyu.
Abimanyu melepaskan pelukannya saat dirasa sudah cukup dan langsung mencium puncak kepala Deliana penuh sayang sebelum beranjak dan menuju kamar mandi untuk melakukan aktifitas paginya.
''Terimakasih ya allah karena engkau jatuh cintakan hambamu ini pada seseorang yang hatinya begitu dekat denganmu, seseorang yang bibirnya basah karena mengingatmu dan berdoa untukku di setiap sujudnya. ''
gumam Deliana dalam hatinya saat melihat suaminya sedang melaksanakan sholat subuh di hadapannya.
Deliana langsung beranjak dan merasakan tubuhnya lebih nyaman dari kemarin, Deliana berjalan perlahan menuju ruang ganti untuk segera membersihkan tubunya karena tidak nyaman dengan area inti tubuhnya.
.
.
Kedua Ibu Deliana sedang sibuk memandikan kedua Babby twins yang belum memiliki nama, sangat sangat keterlaluan menurut kedua omah nya, kedua bayi lucu dan mungil yang ada dalam gendongannya belum memiliki nama.
''Asyan mau main sama Dede bayi nanti yah Omah. ''
ucap Arsyan saat ikut antusias melihat kedua adiknya sedang dimandikan.
''Oke sayangnya Omah, Arsyan harus jaga kedua adiknya yah dan harus melindunginya. ''
ucap Amanda dan Arsyan mengacungkan jempolnya.
Deliana menggelengkan kepalanya saat menghampiri keributan di area belakang rumah dan ternyata kedua Babby nya baru selesai di mandikan dan sedang di jemur.
Deliana menatap Arsyan yang masih memakai piyama tidurnya dan tandanya Arsyan belum mandi pagi ini, Deliana meminta pelayan membantunya merapihkan bekas air mandi kedua Babbynya.
''Kakak Arsyan kenapa belum Mandi?? Ayo Sayang biar Mama temani kamu mandi yah. ''
ucap Deliana saat menghampiri Arsyan.
__ADS_1
''Arsyan antusias melihat kedua adiknya di mandikan, makanya lupa dia belum mandi. ''
ucap Bunda Nida dan Arsyan hanya tersenyum lalu menggenggam tangan Deliana saat mengulurkannya.
Deliana menuntun Arsyan dan membawanya ke kamar untuk memandikan Arsyan, Deliana meminta satu pelayan yang memandikannya karena tubuhnya masih lemah, Arsyan langsung menyetujuinya seolah mengetahui kalau Mamanya belum pulih.
''Syukurlah karena Arsyan mau menurut dan mengerti kalau Mamanya belum bisa berdiri terlalu lama. ''
gumam Deliana dalam hatinya sambil menyiapkan pakaian untuk Arsyan kenakan.
.
.
Aktifitas pagi pertama Deliana di rumahnya selesai dan saat ini Deliana sedang di ruang tengah rumahnya duduk bersandar pada sofa yang beralaskan kasur empuk, Deliana memilih di luar kamar saat siang hari karena di dalam kamar terasa sumpek untuknya.
Suaminya tidak ke kantor hari ini dan memilih bekerja di ruangan kerjanya, Deliana masih menanti Sang Ayah yang belum sampai ke rumah nya padahal waktu sudah menunjukan pukul sembilan pagi lebih.
Tak lama menunggu akhirnya sang Ayah datang dengan barang barang yang lumayan banyak di tangannya, Deliana tidak protes karena dia tahu kalau semua itu barang barang kedua ibunya yang akan menginap di rumahnya selama Deliana dalam masa pemulihan.
''Maafkan karena Ayah telat datangnya Sayang. ''
ucap Ayah Farhan saat Deliana mencium tangannya.
''Deliana mengerti kok Ayah dan gak usah khawatir yah, kenapa Ayah telat?? Udah sarapan kan?? ''
ucap Deliana dan Ayahnya mengangguk.
''Ayah sudah mendapatkan nama untuk kedua cucu Ayah, sampai sampai Ayah gak bisa tidur. ''
ucap Ayah Farhan dan membuat Deliana menggelengkan kepalanya.
''Ayah ini harusnya jangan memaksakan diri untuk memikirkan nya dan kesehatan harus tetap di jaga juga kan. ''
ucap Deliana dan Ayah Farhan mengangguk.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.......